Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#86. Bunga Mawar untuk Loren


__ADS_3

Sesuai yang diperintahkan Christian, Andreas mulai bekerja pada hari itu dan dia terkejut ketika pekerjaannya ternyata adalah menjadi di CEO dari sebuah perusahaan yang didirikan oleh Christian.


"Saya akan menjadi asisten Tuan Andreas, dan Ini semua adalah berkas-berkas yang telah disiapkan oleh Tuan Christian." Kata seorang pria bertubuh tinggi besar yang bernama Elman.


Dengan antusias Andreas meraih berkas-berkas itu karena dia sangat bersemangat dipercaya mengelola sebuah perusahaan yang di bangun sendiri oleh Tuan Christian.


Perusahaan apapun yang dibangun oleh Tuan Christian pasti akan berakhir menjadi perusahaan ternama yang sangat terkenal.


Jadi kalau dia dipercaya menjadi seorang CEO maka dia yakin suatu saat nanti dia akan menjadi CEO besar yang mengatur sebuah perusahaan. Bukan lagi seorang bawahan yang akan terus diperintah oleh seorang CEO!


Namun, ketika dia membaca spesifikasi perusahaan, dia mengerutkan keningnya saat melihat beberapa informasi.


"Loren Sinaga?" Ucapnya mengeryit.


"Benar sekali Tuan, perusahaan ini adalah perusahaan yang akan bergerak dibidang fashion yang dibuat oleh Tuan Christian untuk Nona Loren. Karena Nona Loren belum memiliki pengalaman apapun tentang perusahaan maka Tuan Christian menunjuk Tuan Andreas untuk menjadi CEO sementara sampai mana Loren sudah bisa menjalankan perusahaan ini." Elman menjelaskan.


Segera setelah mendengar penjelasan dari Elman, Andreas meletakkan berkas di tangannya lalu bersandar pada sandaran kursi rodanya.


CEO sementara...!!!


"Jadi maksudmu, sekarang aku menjadi bawahan Loren?" Tanyanya.

__ADS_1


"Kurang lebih seperti itu," jawab Elman.


Andreas memijat keningnya untuk menjernihkan pikirannya.


"Kau boleh pergi." Ucap Andreas.


"Baik Tuan." Elman segera meninggalkan Andreas.


Sementara Andreas mengurus beberapa hal untuk persiapan perusahaan baru yang didirikan untuk Loren, maka di sisi kiri mansion Loren sedang tenggelam dalam pekerjaannya.


Perempuan itu fokus pada pensilnya yang terus menari-nari di permukaan kertas menciptakan gambar seorang perempuan yang dibalut busana yang gemerlap.


Dia harus membuat koleksi gaun musim panas yang akan di ikutkan dalam fashion week tersebut.


Terus tenggelam dalam idenya sendiri, Loren sampai lupa waktu bahwa Sekarang sudah saatnya makan siang dan Cristian tela tiba di depan Mansion.


"Dimana dia?" Christian bertanya pada salah satu pengawal yang berjaga di depan mansion saat dia tidak mendapati Loren menyambutnya.


"Nona Loren sedang berada di taman." Ucap pengawal lalu Christian segera pergi ke arah taman.


Dari kejauhan Cristian melihat Loren sedang fokus pada kertas kertas yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Pria itu tersenyum memegang erat buket bunga mawar di tangannya lalu dengan langkah yang mantap Ia terus berjalan ke arah Loren.


"Ahh, kenapa perutku terasa sakit?" Loren mengerutkan keningnya saat ia merasakan perut bagian bawahnya terasa nyeri.


Sesaat kemudian kruk kruk...


Loren langsung melepaskan pensil di tangannya dan tertawa pada dirinya sendiri.


"Aku lapar! Ha ha ha..." Katanya lalu berdiri membereskan seluruh peralatan yang terhambur di atas meja.


Setelah beres dia berbalik untuk meninggalkan tempat itu ketika dia tertahan oleh seorang pria yang kini berdiri di depannya memegang sebuket bunga mawar putih.


"Aku sudah kembali." Ucap Christian menyerahkan bunga pada Loren.


"Terima kasih." Loren tersneyum sennag menerima bunga itu dan mencium aromanya.


@Interaksi



Iyalah...!! Rasanya asin pedas manis gitu,, enak deh pokonya!🤭

__ADS_1


__ADS_2