
"Tapi bibi lihat sendiri kemarin, Bagaimana istriku,,, dia bahkan memberi perintah untuk menghukum berat pelayan yang sudah berbuat salah." Ucap Christian yang begitu cemas akan kondisi Loren.
Pria itu sangat takut jikalau Sebenarnya apa yang dialami Loren bukanlah sebuah gejala mengidam ibu hamil, tetapi merupakan gejala suatu penyakit yang berbahaya.
Bianca yang mendengar ucapan Christian langsung mengerutkan keningnya lalu dia berkata, "Bibi tidak mengerti dengan apa yang kau katakan. Bisakah kau memperjelasnya?"
Bianca merasa linglung sebab Dia tidak berpikir bahwa keponakannya yang sudah ditinggalkan kedua orang tuanya, dan telah mengalami kehidupan yang begitu sulit, harus kembali dihadapkan dengan sesuatu yang begitu menakutkan, seperti penyakit yang mengerikan.
Christian mendesah lalu dia berkata, "maksudku kemungkinan apa yang dialami istriku bukanlah sebuah gejala mengidam, tetapi mungkin saja itu adalah sebuah penyakit yang diturunkan ibunya pada listriku."
"Apa?!!" Bianca begitu terkejut, lalu perempuan itu terdiam memikirkan ucapan Christian.
Beberapa saat Bianca lalu menatap Christian dan berkata, "iya,, setelah melahirkan, aku dengar Vera ibunya Loren memang dibawa ke luar negeri oleh ayahnya untuk berobat. Bahkan Loren yang masih kecil saat itu, juga harus ikut bersama dengan mereka. Tapi,,, Aku tidak tahu penyakit apa yang diderita oleh Vera."
__ADS_1
Ucapan Bianca langsung membuat Cristian memejamkan matanya, jika memang benar seperti itu maka ada sesuatu yang telah terjadi pada Loren.
"Sebaiknya kau memeriksakan istrimu ke dokter." Ucap Bianca yang kini merasa cemas.
Cristian lalu menganggukkan kepalanya Dan Dia berkata, "kalau begitu aku akan menemuinya. Terima kasih sudah memberitahuku."
Bianca langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan Christian lalu dia menatap punggung Christian yang berjalan menjauhinya.
'Astaga,,, Aku harap apa yang kami tebak tidak menjadi kenyataan. Tapi aku baru ingat bahwa ketika hamil, Vera memang sangat menderita, bahkan beberapa kali harus keluar masuk rumah sakit di usia kehamilannya yang menginjak 9 bulan. Sayangnya, Rano terus merahasiakan penyakit istrinya, dan hanya berkata bahwa itu hanyalah pemeriksaan rutin untuk ibu hamil,' ucap Bianca dalam hati kini merasa cemas terhadap keponakannya.
Suara tawa itu membuat Christian tak bisa menahan senyumnya kala ia berjalan ke arah tiga orang yang begitu bahagia bercerita.
"Sayang," ucap Christian duduk di samping Loren dan mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala perempuan itu.
__ADS_1
Christian mengulurkan tangannya menggenggam tangan Christian, lalu perempuan itu menatap suaminya dengan wajah yang berseri-seri, "Kami sedang membahas film komedi yang terbit bulan lalu. Film komedi yang ku nonton itu,, kau tahu kan?!!" Tanya Loren berharap mendapat jawaban ia dari suaminya.
Tetapi Christian sama sekali tidak ingat bahwa istrinya pernah menonton film seperti itu. Jadi dia menggelengkan kepalanya, "aku tidak tahu." Jawab Christian.
"Ah,, ya sudah,, kau duduk saja mendengarkan di sini!!" Kata Loren lalu perempuan itu berbalik menatap Gerson dan Davin lalu mulai melanjutkan cerita mereka.
Meski Christian sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh ketiga orang itu, namun dia hanya tersenyum saat melihat Loren tertawa terbahak-bahak karena hal lucu yang mereka bahas.
'Sebaiknya pemeriksaan ke dokter kubahas nanti saja, aku tidak mau mengganggu kesenangannya,' pikir Christian dalam hati sembari mengelus lembut rambut milik istrinya.
Pria itu sangat senang melihat istrinya yang terus tertawa bahagia dari waktu ke waktu hingga akhirnya jam makan siang tiba.
"Sayang, waktunya makan siang." Ucap Christian mengingatkan istrinya yang masih asik bercerita.
__ADS_1
Loren langsung menatap suaminya sembari berkata, "kalau begitu, ayo kita makan di restoran saja. Sudah lama kita tidak makan di restoran."