
Setelah meninggalkan Marina dari rumah sakit, Rizal menggosokkan tangannya lalu memasuki mobil, pria itu mengendarai mobilnya ke agensi CB.
'Hehe.. aku tidak boleh membuang-buang kesempatan. Pokoknya aku harus menemui perempuan itu sekarang,' pikir Rizal yang sudah tidak sabar untuk berduaan saja dengan penyanyi cantik dari CB.
Dia mengendara dengan kecepatan tinggi lalu memarkir mobilnya dengan rapi di parkiran agensi CB.
Pria itu memasuki agensi dan bertanya pada resepsionis tentang keberadaan Tasya.
"Permisi, ruangan Tasya yang merupakan salah satu penyanyi dari agensi ini di mana ya?" Tanya Rizal yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tasya.
"Aah,, Nona Tasya ada di lantai 3, namun tadi saya mendengar Nona Tasya berbicara dengan asistennya bahwa Nona Tasya hendak berbicara dengan Nona Cahtaline." Ucap sang resepsionis.
"Baik," ucap Rizal terburu-buru memasuki lift lalu naik ke lantai dua.
Setelah bertanya pada beberapa orang, akhirnya Rizal tersenyum puas berdiri di depan pintu ruangan yang diberitahukan oleh orang-orang di situ.
Setelah menggosok tangannya dengan semangat, pria itu lalu membuka pintunya dan melihat dua orang perempuan cantik sedang duduk berhadapan.
Begitu melihat kedatangan Rizal, dua orang itu langsung mengerutkan kening mereka tanpa ada niat untuk menyapa Rizal.
__ADS_1
"Halo, Nona Tasya, dan Nona Chateline." Ucap Rizal sembari melangkah mendekati 2 perempuan itu.
"Apakah para di dewan direksi sekarang ini begitu tidak sopan hingga masuk ke ruangan orang tanpa mengetuk pintu?" Chataline berbicara menyinggung pria di depannya, sebab dia benar-benar kesal dengan tatapan pria itu pada mereka.
Tatapan yang seakan-akan ingin menerkam mereka.
"Ah,, Saya minta maaf, tapi ini adalah hal mendesak yang harus saya bicarakan dengan Nona Tasya. Hal ini benar-benar tidak bisa ditunda. Oleh sebab itu, mohon malah Nona Chataline agar memberi kami privasi." Ucap Rizal.
"Oh, tapi Bukankah Tuan Rizal harus menanyakannya dulu pada Tasya, mungkin saja dia tidak setuju untuk bicara dengan Tuan," ucap katalina sembari tersenyum menatap pria menyebalkan di depannya lalu kembali melihat ke arah Tasya sembari mengedipkan matanya.
Tasya langsung membaca kode dari Chataline, jadi perempuan itu mengangguk dan berkata, "benar sekali, tidak ada yang perlu kita bicarakan karena saat ini aku dan Chataline sedang sibuk membahas--"
"Kalian benar-benar tidak menghormatiku sebagai dewan direksi di tempat ini!! Aku kemari untuk memperingatkanmu Tasya,, kalau sore nanti kau tidak datang ke hotel Maharika, maka aku akan menyebarkan kelakuan asistenmu pada keponakanku!!!" Ucap Rizal sembari menggertakan dirinya lalu pria itu berbalik untuk pergi.
Tetapi, dia menghentikan langkahnya saat mendengar suara Chataline dari belakang.
"Ah,, sepertinya seorang tikus ingin pamer kekuasan di sini, haruskah aku menghubungi Kak Christian sekarang atau,,," Chataline berbicara sembari menatap pria yang kini berbalik dengan wajah yang dipenuhi keringat.
Cahtaline begitu senang melihat wajah ketakutan Rizal, "sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan mengganggu artis-artis di sini lagi, atau aku akan menelpon Kak Christian!!!" Bentak Chataline.
__ADS_1
"Ah,, Nona Chataline, baiklah, Pokoknya saya tidak akan mengganggu artis-artis di sini lagi, tetapi Nona Chataline tidak boleh mengatakan apapun pada Tuan Christian Bhaltazar." Ucap Rizal dengan panik.
"Pergilah!!!" Kesal Chataline.
Rizal tampak ketakutan, tetapi dia langsung menuruti perintah Chataline dan keluar dari ruangan itu.
Baru saja Rizal keluar ketika seorang pria lain memasuki ruangan yang tak lain adalah Zaidan.
"Kak Chataline, pemotretannya akan segera dimulai. Ayo berangkat sekarang!!!" Ucap Zaidan.
"Ah,, iya,, baik." Ucap Chataline menoleh pada Tasya dibalas anggukan Tasya, jadi perempuan itu langsung mengikuti Zaidan meninggalkan agensi mereka.
Mereka masih berada di dalam mobil ketika Zaidan yang memiliki kebiasaan memainkan ponsel dalam perjalanan tiba-tiba terkejut melihat voting di mana nama Loren sudah naik ke posisi 2.
'Astaga, Kak Chataline pasti akan meledak jika dia mengetahui ini,' ucap Zaidan dalam hati.
@Interaksi
Udah pada mampir di novel otor belum ya???
__ADS_1