
Di dalam kamar perawatan Vionita, Vionita yang sedari tadi berpura-pura pingsan kini mulai merasakan seluruh tubuhnya menjadi tidak nyaman karena hampir setengah jam dia tidak menggerakkannya.
'Sial!! Kenapa polisi-polisi itu sangat lama?' gerutunya sembari terus memenjamkan matanya.
"Loren, kau jangan cemas, polisinya akan datang mengungkap kebenarannya." Ucap Gerson pada Loren dengan suara yang dipelankan namun tetap didengar oleh semua orang di ruangan itu karena suasana sedang hening.
"Terima kasih." Jawab Loren.
Semua yang orang yang mendengar percakapan itu langsung menoleh ke arah dua orang itu sembari menyimpan kemarahan dalam hati mereka.
Jelas-jelas Vionita terluka karena Loren, tapi dua orang itu malah bercakap-cakap tentang sesuatu yang tidak masuk akal.
"Oya Dek, Apakah kau sudah memberitahu kan kakak ipar tentang masalah ini?" Tanya Gerson.
Saat itu, Loren mengerutkan keningnya, pria itu memanggilnya sebagai adik tetapi memanggil kekasihnya sebagai kakak ipar. Sangat aneh!!!
Tetapi Loren tidak terlalu menghiraukannya dan hanya menjawab, "Tidak perlu, dia sedang sibuk bekerja."
Baru saja Loren selesai berbicara ketika pintu kamar terbuka lalu dua orang pria memasuki kamar perawatan Vionita.
Loren mematung di tempatnya melihat pria itu, itu adalah Erik dan Christian yang tidak memakai penyamarannya!!!
"Tu,, Tuan Christian Bhaltazar!!" Bian yang melihat pria itu langsung berbicara dengan suara terbata-bata sembari dengan cepat berdiri mengambil sebuah kursi untuk Christian.
__ADS_1
"Silahkan duduk di sini." Ucap Bian sembari melihat Christian yang sedang menatap ke arah lorent.
Sementara Vionita yang berpura-pura pingsan akhirnya membuka matanya dan langsung duduk melihat Christian.
Detik berikutnya perempuan itu meneteskan air matanya lalu berkata,, "Astaga,, keberuntungan apa yang menyelimutiku hingga Tuan Christian datang menjengukku?" Ucap Vionita.
Gerson dan keluarganya "..."
"O astaga,, putriku sangat beruntung. Silakan duduk Tuan Bhaltazar." Ucap Rama.
Kakek Perry pun tak kalah begitu senang karena ternyata cucunya berkenalan dengan Christian, dan pria itu bahkan secara pribadi datang menjenguknya.
"Tuan Bhaltazar tolong jangan berdiri saja dan silakan duduk." Ucapnya tanpa bisa menyembunyikan kegembiraannya yang begitu besar.
'Ya ampun!! Kalau Tuan Bhaltazar sudah datang sendiri untuk menjenguk Vionita maka aku tidak yakin bahwa aku bisa membela Loren dan mencegahnya masuk ke penjara.' pikirnya dengan cemas melihat ke arah Loren yang tampak tercengang.
Tapi kemudian semua orang di ruangan itu terkejut saat Christian malah berjalan ke arah Loren lalu menarik Loren dari rangkulan Bianca.
Setelah nya, pria itu menuntun Loren untuk duduk di kursi yang telah disediakan oleh Bian.
Tik tok....
Tik tok....
__ADS_1
Tik tok....
Jam dinding terus berdetik, semua orang berada dalam situasi yang sedang mencerna kejadian di depan mereka.
Begitu sulit dipercaya dan sangat-sangat tidak masuk akal!!!
"Kau baik-baik saja?" Tanya Christian membelai rambut Loren yang kini menghela nafas.
"Ya, aku baik-baik saja, tapi kenapa kau bisa di sini?" Tanya Loren.
"Tentu saja karena aku mencemaskanmu. Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau ingin ke sini?" Tanya Christian.
"Maaf,,, aku hanya tidak ingin mengganggumu yang sedang bekerja." Kata Loren.
"Adik sep,, pupu?" Gerson Akhirnya bisa berbicara.
Loren yang mendengar suara Gerson langsung menoleh pada pria itu dan melemparkan senyum kakunya.
"Ada apa?" Tanya Loren.
"I... Itu siapamu?" Tanya Gerson.
"Tentu saja, aku kekasih Loren," ucap Christian dengan suara posesif membuat Gerson menahan nafasnya dan mengepalkan tangannya karena merasa sangat marah.
__ADS_1
"Sial!! Kau menyelingkuhi kakak ipar?!!" Teriak Gerson pada Loren.