Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#280. Diusir dari keluarga sinaga


__ADS_3

Loren tidak menanggapi perempuan itu, ia hanya berdiri di sana dan melihat Rama juga berdiri menepuk meja untuk berbicara sesuatu.


"Puas?!! Kau puas karena sudah berhasil membatalkan pernikahan putriku?!!" Teriak Rama pada Loren.


Yohana yang memeluk putrinya kini melepaskan pelukannya dan berdiri menatap loreng, "Kau sialan!!! Beraninya kau datang mengacau di sini?!! Sekarang lihat?!! Apa yang sudah kau lakukan kini mempermalukan keluarga Sinaga!! Perempuan sepertimu memang cocok bersama dengan pria sampah dan hidup di tempat sampah berdua!!!" Teriak Yohana pada Loren.


"Ibu,, jangan terlalu kasar pada Loren, dia hany-"


"Diam!!!" Yohana meneriaki putranya.


Melihat ibunya tak bisa dikendalikan, Daniel kemudian menoleh pada kakeknya, "Kakek,, tolong katakan sesuatu." Ucapnya Daniel.


Kakek Perry menghela nafas lalu pria itu memukul-mukul dadanya dan berkata, "Apa yang bisa pria tua ini katakan pada kalian?!! Pria tua ini lebih baik mati supaya orang muda seperti kalian bisa melakukan apapun yang kalian inginkan!!! Aku sudah tidak berguna lagi!!!" Teriak Kakek Perry.


"Kakek!!" Daniel langsung mendekati Kakek Perry lalu menahan tangan pria tua itu agar tidak lagi melukai dirinya sendiri.


"Lepaskan!! Lebih baik kakek mati supaya kalian semua bisa tenang!!" Ucap Kakek Perry yang tidak bisa membela satupun orang di tempat itu.


Vionita akan menikah dengan keluarga kaya, jadi koneksi dengan keluarga itu sangat penting bagi keluarga Sinaga.


Sementara Loren, dia juga tidak bisa mengabaikannya karena perempuan itu kini sukses menjadi seorang desainer dan dia berencana menjodohkannya dengan pria yang berasal dari keluarga kaya.

__ADS_1


Pokoknya, yang bisa ia lakukan sekarang adalah kabur dari pertempuran itu dan nantinya dia bisa meminta maaf pada kedua pihak.


"Perawat!!" Daniel memanggil perawat kakeknya saat melihat pria tua itu tak bisa lagi mengendalikan dirinya.


"Tuan Muda," sang perawat menghampiri Daniel.


"Bawa kakek ke kamarnya, dia perlu istirahat." Ucap Daniel.


"Baik," jawab sang perawat lalu dia membantu kakek Perry meninggalkan meja makan.


Setelah kakek Perry pergi, Yohana menggertakan giginya menatap loreng.


"Kau lihat yang kau lakukan?!! Karena apa yang sudah kau lakukan di depan keluarga Maherson, maka kakek lebih memilih mati daripada menanggung malu di depan keluarga Maherson. Dasar kau anak haram tidak berguna!!!!" Teriak Yohana pada Loren.


Yohana sangat kesal mendengar putranya berani meneriakinya demi membela Loren, jadi perempuan itu menatap putranya.


"Kau sudah berani menentang Ibu demi membelanya?!! Bagus sekali!!" Kata Yohana penuh amarah.


"Maafkan aku Bu, tapi tidak seharusnya ibu mengatai Loren seperti tadi. Itu keterlaluan Bu." Ucap Daniel.


"Keterlaluan?!! Tapi inilah faktanya!! Dia adalah anak haram!! Biar ku perlihatkan pada kalian semua buktinya!!" Yohana mengambil ponselnya lalu menunjukkan foto di ponselnya.

__ADS_1


Itu adalah foto almarhumah Ibu Loren dengan seorang pria yang sedang berpelukan dengan sangat mesra.


Lalu foto kedua yaitu almarhumah Ibu Loren yang mencium mesra pipi seorang pria yang tidak dikenali.


Loren melihat foto itu dan menutup mulutnya dengan satu tangannya. Sementara tangan yang lain berkeringat di genggaman Christian.


Yohana tersenyum puas.


"Hei Loren,, aku katakan padamu, aku akan menyebarkan dua foto ini kalau kau tidak meninggalkan keluarga Sinaga!!!" Ucap Yohana mengancam Loren.


"Ibu!! Itu keter--"


"Diam!!!" Ayah dan ibu Daniel serentak meneriaki Daniel.


"Jadi Loren,, masih mau tetap berhubungan dengan keluarga Sinaga?? Kalau sampai foto ini tersebar, aku yakin ibumu yang pergi ke surga akan menangis keras melihat namanya tercoreng setelah dia meninggal!!!" Kata Yohana tersenyum senang.


Loren menarik nafasnya hendak mengatakan sesuatu ketika Christian memegang bahunya.


"Kita pergi sekarang." Ucap Christian.


"Bagus!! Ternyata pria sampah masih lebih mengerti situasi dibanding anak haram yang tidak tahu diri!!" Cibir Yohana.

__ADS_1


Christian dan Loren tidak mengatakan apapun, kedua orang itu hanya berbalik dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Sinaga.


__ADS_2