
"Loren,, cepat keluar!! Kakek tiba-tiba jatuh sakit dan dia memanggil-manggil namamu!!" Ucap Rama membuat Loren langsung melihat ke arah Christian yang sudah duduk di kursi kemudi.
"Apapun keputusanmu, aku akan mendukungmu," kata Christian saat ia melihat wajah Loren mencemaskan kakeknya.
Loren terdiam, mungkin saja ini hanya sandiwara.
"Loren!! Cepat keluar atau kau mau membiarkan kakekmu sekarat lalu meninggal?" Suara Rama dari luar kembali terdengar.
Daniel yang melihat Loren masih tidak bergeming kemudian ikut berbicara, "Loren,, meski kau memarahi kami semua karena sudah mengabaikan makam orang tuamu, tapi kau tidak bisa mengabaikan kakek yang sedang sakit. Keluarlah sebentar dan bicara dengan kakek lalu setelah itu kau bisa pergi, kami tidak akan menghalangimu lagi."
Loren melihat ke arah Christian "Dapatkah temani aku?" Tanyanya.
Christian tersenyum melihat perempuan itu lalu dia menganggukkan kepalanya, "Ayo," ucap Christian membuka pintu mobil lalu berjalan ke kursi penumpang depan membukakan pintu untuk Loren.
__ADS_1
Rama dan Daniel memperhatikan dua orang itu lalu mereka mengikuti Christian dan Loren yang berjalan memasuki rumah.
"Kakek ada di lantai atas," kata Sang pelayan mengarahkan Loren dan Christian ke lantai atas lalu memasuki kamar di mana Kakek Pery sedang berbaring di tempat tidur dengan Yohana dan Vionita yang berdiri di sampingnya.
Dua perempuan itu langsung menyingkir ke samping saat melihat kedatangan Loren.
"Loren,, cucuku,,," wajah Kakek Perry tampak lebih baik setelah melihat Loren kembali menemuinya.
"Kakek, aku di sini," ucap Loren menggenggam tangan kakeknya lalu duduk melihat kakeknya.
Loren yang mendengar ucapan Kakek Perry langsung menghela nafas, ia berpikir sesaat selalu berkata, "Maaf Kakek,, besok pagi-pagi sekali aku harus mengunjungi makam orang tuaku jadi aku tidak bisa menginap."
Wajah Kakek Perry tampak suram, ia menatap pada Yohana dan Vionita yang berdiri tak jauh darinya lalu menghela nafas, "Makam orang tuamu sudah dipindahkan karena keserakahan anggota keluarga,, mulai sekarang orang yang sudah memindahkan makam orang tuamu tidak akan tinggal lagi di kediaman keluarga Sinaga! Ini adalah permintaan maaf kakek karena sudah mengabaikan masalah ini." Ucap Kakek Perry mengejutkan semua orang.
__ADS_1
Yohana yang mendengar itu langsung mendekati Kakak Perry dan berkata, "Ayah,, Apakah Ayah serius dengan ucapan ayah? Ayah ingin mengusirku dari rumah ini?!!"
"Hmm,, aku sudah memikirkannya dan kau sudah terlalu banyak membuat kesalahan!! Kau menelantarkan cucuku di luar negeri lalu menjual makam Putra pertamaku secara diam-diam, sekarang cucuku tidak mau tinggal di rumah ini karena dia pasti merasa sakit hati harus satu rumah dengan orang yang telah melukainya!" Ucap Kakek Perry membuat wajah Yohana langsung memucat dengan keringat di sekujur keningnya.
Daniel yang melihat ibunya hampir roboh langsung mendekati perempuan itu dan menahannya, "Kakek,, tolong beri kesempatan pada ibu, kalau ibu diusir dari rumah ini, di mana dia akan tinggal?" Kata Daniel dengan cemas.
"Jangan membela ibumu!! Yang harus kau lakukan sekarang adalah membujuk Kakak sepupumu agar dia mau menginap di sini, kalau tidak kesehatan kakek tidak akan membaik!!!" Tegas Kakek Perry sembari menoleh pada perawatnya, ia memberi kode pada perawatnya supaya mengusir semua orang.
"Tapi Kakek,,"
"Ayah,,,"
@Interaksi
__ADS_1
Ehk???? Cintai dulu penciptanya, lalu ciptaannya? ðŸ¤ðŸ¤ðŸ”¥