
Setelah acara permintaan maaf Chataline, tim desain menjadi sangat heboh hingga ruangan itu tidak pernah tenang sampai jam makan siang.
"Sudah jam makan siang, bagaimana kalau kali ini kita makan siang bersama?" Tanya Siren bersemangat.
"Ahh, Maaf aku tidak bisa ikut bersama kalian karena aku sudah ada janji makan siang." Kata Loren mengambil tasnya untuk meninggalkan tempat itu.
"Ahh,, pasti dengan Tuanku ya?? Siapa sih sebenarnya Tuanku itu?" Ucap Siren menatap Loren.
"HM,, aku juga penasaran, karena dia bukan Tuan Elman." Ucap Mentari.
Gio menghela nafas "Kalian ini sungguh keterlaluan, kalau Nona Loren tidak mau memberitahu kita itu artinya dia merahasiakannya, jangan memaksanya seperti ini." Katanya.
"Iya, maafkan aku, tapi aku tidak bisa memberi tahu kalian. Dan satu lagi, tolong jangan pernah mengaitkan saya lagi dengan Tuan Elman atau siapapun itu,," ucap Loren yang tidak mau ada orang lain lagi yang dicemburui oleh Christian.
"Ahh,, jadi Tuanku itu sangat posesif ya,, baiklah..! Kami tidak akan membicarakannya lagi!!" Ucap Siren tersenyum.
"Terima kasih, kalau begitu aku duluan." Kata Loren segera meninggalkan tim desain lalu perempuan itu beranjak ke kantor Christian.
Setelah keluar dari lift, Loren menghentikan langkahnya saat melihat Ransi dan Christian sedang berbicara dengan serius.
'Sebaiknya aku tidak menganggu mereka,' pikirnya.
Dia baru akan menjauh agar tidak mendengarkan percakapan mereka ketika dia mendengar Ransi berkata "Nona Chataline dan Elman akan saya urus, tapi anggota tim desain, saya pikir Nona Loren tidak akan setuju kalau mereka di pecat. Bagaimana pun--"
"Apa?!!" Loren langsung mendekati kedua orang itu dengan wajah tak percaya nya.
__ADS_1
Dia pikir dia sudah berhasil menghentikan Christian tetapi pria itu juga masih melakukan sesuatu di belakangnya.
"No,, nona," wajah Ransi langsung membeku, awalnya mereka ingin melakukannya diam-diam tapi sekarang, ternyata sudah ketahuan oleh sang pawang!!!
"Tuan?!" Loren langsung menatap Christian dengan wajah penuh tanya.
"Ayo bicara di ruangan ku." Kata Christian mengulurkan tangannya untuk merangkul Loren ketika perempuan itu malah berdecak kesal.
"Tuan sudah janji tidak akan mengurusi perempuan lain tetapi kenapa sekarang masih mengurusi Chataline?! Juga anggota tim desain? Tuan menyukai mereka?!!" Tanya Loren dengan sorot mata penuh kemarahan.
Christian dan Ransi ".."
Menyukai mereka?!!!
Sangat aneh Loren menuduh seperti itu ketika perempuan itu jelas mendengar mereka berencana memecat orang-orang itu.
Mungkinkah setiap kali Christian akan berurusan dengan seorang perempuan maka Loren akan berpikir bahwa pria itu berniat selingkuh??
"Maaf," kata Christian menarik Loren ke pelukannya "Aku tidak akan melakukannya lagi. Ransi yang akan kutugaskan!"
Ransi ".."
Kambing hitam lagi!!!
Segera mata Loren melebar saat mendengar ucapan pria itu.
__ADS_1
Dia mengatakannya supaya Christian tidak memberi pelajaran pada siapapun tapi kalau Ransi juga melakukannya bukankah itu sama saja?
"Tidak!! Pokoknya tidak boleh!! Tuan tidak boleh melakukan apa pun pada mereka!! Atau saya akan merajuk!!" Ucap Loren mengancam.
Christian segera menghela nafas lalu berkata, "Aku tidak mengurusi mereka, aku hanya memberi pelajaran karena mereka sudah berani bersikap kurang ajar pada kekasihku, jadi--"
"Tapi Kalau Tuan membereskan semua masalah untuk saya maka kapan saya bisa menyelesaikan masalah saya sendiri?" Loren mengangkat wajahnya dan menatap Cristian dengan sedih dan tak berdaya "Saya tidak mau jadi kekasih yang terus bergantung pada Tuan,, saya mau saya perlahan-lahan jadi kuat supaya nanti jadi pantas bersanding dengan Tuan yang super keren ini!!" Kata Loren memukul pelan dada Christian.
Christian langsung tertegun, dia tidak pernah berpikir tentang itu. Dia selalu ingin membuat seluruh jalan Loren menjadi mulus, dia tidak ingin seseorang menghalangi jalan Loren menuju puncak.
Tapi ternyata, apa yang dia pikirkan berbeda dengan pikiran perempuan itu. Perempuan itu ingin melatih dirinya sendiri, bukan bergantung pada orang lain.
"Aku mengerti,, aku tidak akan melakukannya lagi." Ucap Christian.
"Tuan janji?!"
"Iya Janji!" Jawab Christian.
"Bagus!! Kalau begitu mulai sekarang, Tuan tidak boleh menghukum siapapun secara sembarangan karena kekasih Tuan juga bisa melakukannya!" Ucap Loren diangguki Christian.
Ransi "..."
Sungguh pertunjukan yang bagus!!!
@Info
__ADS_1
Gak ada interaksi,, ini otor nulis juga sambil nyuri waktu soalnya ada kegiatan organisasi yang menguras banyak emosi..!!! Kalo masih mikirin komenan kalian otor tambah puyeng deh..!!!