
Gio berjalan meninggalkan ruangan tim desain dan terkejut saat seseorang tiba-tiba menariknya ke sudut menuju tangga darurat.
Tetapi saat melihat orang yang menariknya ada Loren, keterkejutannya langsung menghilang.
Mereka berdua berdiri di ujung tangga dengan saling menatap satu sama lain.
"Apakah Kak Loren punya sesuatu untuk di dikatakan?" Tanya Gio setelah beberapa detik menunggu tetapi Loren hanya terdiam menatapnya.
Loren menghela nafas lalu tersenyum menunjukkan lesung pipinya "Ya,, aku hanya merasa bersemangat saja karena ternyata kau membelaku di depan mereka." Ucap Loren tak mampu menyembunyikan perasaannya.
Awalnya dia hanya akan pergi meninggalkan ruang desain tetapi dia terkejut saat pintu ruangan tiba-tiba tertutup, padahal dia ingat bahwa di belakangnya ada orang yang mengikutinya.
Loren lalu menghentikan langkahnya sebentar dan ternyata dia malah tak sengaja mendengar percakapan semua anggota tim desain.
Lebih terkejut lagi, ternyata Gio sedang membelanya!!
"Tapi,, aku menarik mu ke sini karena ingin bertanya, mengapa kau sangat mempercayaiku? Padahal kau bisa saja bersikap seperti mereka, tapi mengapa memilih mempercayaiku?" Tanya Loren yang merasa bahwa dirinya belum menjelaskan apapun pada tim desain.
Tetapi Gio malah sangat mempercayainya hingga membelanya di depan para perempuan-perempuan itu.
"Oh,, itu,," Gio tersenyum, "Karena Kak Loren begitu bersemangat dan tidak menunjukkan pada kami bahwa Kak Loren sedang cemas dengan masalah yang sedang dihadapi oleh LC, padahal masalah yang dihadapi LC sangat bersangkutan dengan Kak Loren.
"Jadi saya percaya pasti masalah plagiat itu adalah sesuatu yang tidak benar makanya Kak Loren sama sekali tidak terpengaruh dengan segala komentar buruk di internet." Jawab Gio mengejutkan Loren.
Jadi pria itu berpikir seperti itu?
Tetapi mengapa hanya dia saja yang berpikir seperti itu, sementara yang lainnya, semuanya berpikir sebaliknya!
"Begitu ya,, Terima kasih telah mempercayaiku, aku pasti tidak akan mengecewakan kepercayaan yang sudah kau berikan padaku." Ucap Loren merasa haru.
Dulu ketika dia difitnah berkali-kali oleh Vionita, bahkan orang tuanya sendiri tidak mempercayainya tetapi sekarang seorang asing sedang mempercayainya.
"Saya yakin, Kak Loren pasti tidak akan melakukan perbuatan memalukan seperti itu." Ucap Gio dibalas anggukan Loren.
"Ya,, aku bisa menjanjikan itu." Ucap Loren merasa senang karena kini satu orang lagi berdiri di sisi-nya, membelanya.
__ADS_1
Setelah mereka berbincang-bincang, keduanya kemudian menuruni tangga darurat ke lantai bawah dan terkejut saat mereka melihat para wartawan masih berkumpul di luar gedung.
"Akan sulit bagi Kak Loren untuk keluar, mereka semua di sini untuk menanyai Kak Loren." Ucap Gio mengintip.
"Mungkin aku bisa lewat pintu belakang." Ucap Loren berbalik melihat ke pintu belakang, tetapi ternyata di pintu belakang juga ada beberapa wartawan yang berjaga.
Sepertinya mereka semua sudah memperkirakan kalau dia akan lewat pintu belakang hingga semua pintu telah dijaga.
"Oh tidak,, ini akan sulit untuk Kak Loren," ucap Gio sembari melihat para wartawan dengan perasaan cemas nya.
"Tidak apa, aku bisa kembali ke lantai 10 dan menunggu mereka pulang. Kau duluan saja." Ucap Loren menatap Gio dengan senyum yang meyakinkan.
"Tapi,, Kak Loren, mana bisa aku meninggalkan seorang perempuan yang sedang dalam masalah? Reputasiku sebagai seorang pria akan tercoreng!" Ucap Gio.
"Hehe,, kau terdengar seperti seorang pria yang kukenal. Memiliki harga diri yang tinggi sehingga menggunakan harga dirinya untuk mengancam orang lain." Ucap Loren mengingat Christian.
Pria itu seringkali memaksanya menerima sesuatu dengan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa dianggap kekasih Kalau tidak bisa membantu kekasihnya.
"Kak Loren pasti sedang mengatakan pria yang disebut-sebut sebagai tuanku itu," ucap Gio sembari tersenyum melihat pipi Loren yang merona hanya karena teringat dengan orang yang dicintainya.
"Ya,, dan pokoknya, aku tidak akan meninggalkan Kak Loren sendirian." Ucap Gio kembali membawa Loren pada percakapan mereka.
Perempuan itu mengangkat wajahnya menatap Gio "Sudah ku bilang tidak perlu. Pulanglah lebih dulu, aku akan kembali ke lantai 10." Ucap Loren kembali menaiki tangga, tetapi perempuan itu menghentikan langkahnya saat tangannya dicekal oleh Gio.
"Tidak, saya akan menemani Kak Loren menunggu para wartawan itu pergi." Ucap Gio membuat Loren jadi panik hingga menarik tangannya dengan kasar agar menjauh dari tangan pria itu.
Dia akan gila menghadapi Christian saat pria itu mengetahui bahwa dia menunggu bersama seorang pria!!!
"Tidak,, Tidak perlu!" Ucap Loren tidak tahu harus berkata apa.
Tidak mungkin dia mengatakan kalau seseorang akan marah jika dia berlama-lama bersama Gio.
Apalagi kalau Gio sampai menanyakannya, tidak mungkin dia mengatakan bahwa orang itu adalah Christian Balthasar si pria kejam yang mengerikan!!!!
"Tapi--"
__ADS_1
"Saya bilang tidak ya tidak!! Jangan membantah! Ini perintah dari atasan!!!" Bentak Loren mengagetkan Gio, ini pertama kalinya dia melihat Loren berkata dengan tegas.
Tetapi dia baru akan menjawab saat melihat Loren sudah dengan cepat menaiki tangga dan menghilang di ujung tangga.
"Hah,, apakah yang tadi itu halusinasi?" Pikir Gio kini meragukan penglihatannya.
Selama ini dia mengenal Loren sebagai perempuan yang lembut dan tidak mungkin berkata dengan kasar, tapi baru saja???
Meninggalkan Gio yang kini meragukan ingatannya sendiri, maka saat ini Loren sudah menaiki lantai 4.
"Astaga,, aku baru saja membentak!!!" Ucapnya melangkah terburu-buru hingga tak menyadari di ujung tangga dia Hampir saja menabrak seseorang.
"Ah,, maaf,," kata Loren langsung membungkuk meminta maaf pada orang yang hampir ia tabrak.
Tetapi, begitu dia mengangkat wajahnya, pria didepannya sudah menariknya ke dalam pelukannya.
Pelukan familiar!!!
Aroma familiar!!!
Nafas familiar!!!
Siapa lagi kalau bukan kekasihnya, Cristian!!
"Kalau habis bertemu dengan seorang pria dan membiarkan pria itu menyentuh tanganmu?" Langsung tanya Christian sembari memegang tangan Loren yang tadi ia lihat dipegang oleh Gio.
Dia sebenarnya sangat ingin marah dan mencabik-cabik Gio, tetapi dia menahannya karena saat ini dia sedang berada di depan Loren.
Sementara Loren yang mendengar ucapan Christian, perempuan itu terpaku diperlukan kekasihnya.
Inilah yang ia takutkan, ketahuan bersama pria lain!!!
"Tu,, Tuan,, Jangan cemburu padanya, dia bahkan tidak layak untuk dicemburui oleh Tuan." Ucap Loren berusaha menyanjung pria itu, tetapi kali ini sanjungan nya benar-benar tidak berguna sebab Christian bukannya menjadi lunak, pria itu malah mengeratkan pelukannya dan genggamannya pada tangan Loren.
"Aku tidak perduli, kekasihku sudah melanggar janjinya untuk tidak pernah bersentuhan dengan pria lain!!" Ucap Christian terus memeluk erat Loren sehingga membuat Loren merasa sesak dalam pelukan pria itu.
__ADS_1