Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#112. Akan melengserkanmu


__ADS_3

Loren masih sementara mengetik pesan yang akan Ia kirim ke ke Christian ketika jari-jarinya terhenti sebab mendengar salah satu dari anggota timnya berbicara.


"Mia pasti sangat kecewa. Tapi memang sih desainnya sangat melenceng dari tema. Namun, Bukankah sebagai ketua tim seharusnya bisa memperjuangkannya? Kalau begini kan hanya Mia sendiri yang tidak terpilih dan dia pasti sangat kecewa." Tiba-tiba kata Rika langsung membuat Loren mengangkat kepalanya menatap perempuan itu.


Tangannya kembali berkeringat sebab seseorang kembali menyinggungnya, 'Aku harus bisa. Christian sudah mengatakan padaku kalau aku harus bertahan. Ini hanya proses yang harus kulalui.'


"Benar sekali, setidaknya ketua tim harus bisa memberi muka pada anggota timnya. Kalau begini kan Mia pasti sangat kecewa." Megi ikut berbicara menatap miring ke arah Loren.


'Kenapa mereka jadi menyalahkanku?' Loren menekan amarah dalam hatinya.


Apakah salahnya kalau desain Mia tidak di pilih?!!


Mendengar percakapan yang mulai menjurus untuk menyerang Loren, Mentari kemudian mengangkat kepalanya dan melihat Loren.


"Nona Loren, kapankah Adriana akan menghubungimu tentang desain yang diberikan tempo hari? Aku sudah tidak sabar mendengar hasilnya." Ucap Mentari langsung membuat wajah Ketiga orang yang menatap sinis ke arah Loren kini terlihat tidak menyenangkan.


Membahas itu lagi...! Sial..!!


"Itu, Aku juga belum tahu, Kak Adriani bilang dia akan menghubungiku setelah selesai memeriksanya. Lagipula saat ini Kak Adriana sedang sibuk mempersiapkan ajang yang akan diikuti di los angeles. Dia pasti tidak punya banyak waktu." Ucap Loren.


"Benar sekali,, ajang internasional yang sangat dinantikan semua orang!!!" Seru Mentari memperlihatkan wajah terkagum-kagumnya.


"Kau benar, ajang bergengsi seperti itu hanya diikuti oleh designer designer terkenal. Semoga suatu saat nanti kita bisa pergi ke Ajang seperti itu." Gio berkata sembari melihat ke langit-langit membayangkan dirinya yang menjadi salah satu desainer kenamaan.


"Aku juga berharap begitu. Tapi paling tidak kita berdua saat sudah melakukan satu langkah yang penting, setidaknya Adriana sudah pernah melihat karya kita dan memegang sendiri hasil desain kita.... Ini sangat membuatku bersemangat." Kata mentari yang terkagum-kagum pada kemampuannya sendiri.


"Benar,, kita selangkah lebih maju dari pada orang-orang yang hanya tahu mengkritik!!" Singgung Gio.


Percakapan Gio dan mentari membuat 3 perempuan yang tidak memiliki kesempatan memperlihatkan desain mereka pada Adriana kini tak bisa berkata apa-apa semuanya hanya tertunduk sembari menggertakkan giginya.


Melihat suasana yang mulai membaik Loren akhirnya menyeka keringat di tangannya lalu dia tersenyum menundukkan kepalanya.


'Mereka sangat senang karena karya mereka bisa dilihat oleh Adriana. Tapi bagaimanapun Aku masih memikirkan Mia.' Loren menghela nafas lalu melanjutkan ketikannya di ponselnya untuk dikirim ke Christian.


Setelah mengirim pesan singkat untuk Christian, Loren meletakkan ponselnya lalu perempuan itu kembali fokus pada pekerjaan.


Tak berapa lama Mia kembali memasuki ruangan perempuan itu hanya diam saja dan duduk di tempatnya.


'Dia pasti merasa sangat sedih.' Loren mengintip dari tempat kerja nya dan melihat bagaimana Mia tampak sangat murung dengan wajah tertunduk.


Drrt..


Tiba-tiba suara ponsel Loren berdering lalu dia membuka pesan dari Christian.

__ADS_1


Christian 'Cobalah membangun hubungan dengan mereka, ajak mereka makan malam bersama dan kalian bisa mengobrol dengan santai.'


Loren mengangguk-angguk membaca pesan dari Cristian lalu perempuan itu meletakkan ponselnya dan mengangkat wajahnya.


"Bagaimana kalau sore ini setelah bekerja kita pergi makan bersama. Aku yang traktir." Ucap Loren membuat semua orang mengangkat kepala mereka dengan ajakan Loren yang tiba-tiba.


"Setuju!!" Mentari adalah orang yang pertama berseru.


"Bagaiman yang lainnya?" Tanya Loren.


"Aku juga setuju." Jawab Gio.


4 orang yang berada di ujung hanya menganggukkan kepala mereka, namun itu tidak menyinggung Loren.


"Kalau begitu sudah di putuskan. Tolong Megi atur tempatnya." Ucap Loren mengagetkan Megi.


"Aku?" Tanya Megi tak percaya.


Dia sudah banyak menyinggung Loren, Kenapa perempuan itu malah memberinya tugas untuk mengatur tempat makan-makan mereka?


Dia pikir antara Gio atau Mentari lah yang akan diberi tanggung jawab Itu sebab Gio dan mentari selalu membela Loren. Tapi ternyata....


"Aku melihat Instagram MU dan kau banyak mengenal tempat-tempat yang seru." Ucap Loren mengejutkan Megi.


"Ya,, Aku bahkan dan menfolowmu." Ucap Loren terenyum.


Ide untukmu mencari tahu kegiatan semua tim desain di sosial media juga ide dari Christian.


Meski pria itu tidak pernah melakukan hal seperti itu tapi sepertinya Christian pernah melakukannya ketika masih merintis dari nol.


Ada banyak pelajaran yang Loren dapat dari Christian setiap kali dia berbincang-bincang dengan pria itu mengenai masalah pekerjaan, terutama hubungan antara bawahan dan atasan.


"Benarkah? Apa nama akunmu?" Tanya Megi segera mengambil ponselnya untuk melihat Instagram.


"Loren-S," jawab Loren.


Mendengar nama yang disebut, semua orang akhirnya mengambil ponsel mereka dan melihat Instagram.


"Astaga,, kau juga menfolow aku!!" Mentari berseru sangat senang lalu dia menekan tombol follow back di ponselnya.


"Aku juga, aku akan menfolow balik." Ucap Gio merasa sangat senang.


Sementara Siren perempuan itu langsung memeriksa profil Loren dan melihat beberapa design yang di pajang di akunnya.

__ADS_1


"Design ini,, milikmu?" Tanya Siren menunjukkan sebuah foto pada Loren.


"Ya, itu milikku." Jawab Loren.


"Oh, atasgaa,,"; Rika yang berada di samping Siren langsung merebut ponsel Siren dan melihatnya dengan seksama.


"Desain ini juga dipajang di akun Instagram Adriana. Diberi tulisan Junior!" Ucap Rika dengan heboh.


"Benar...!! Astaga...!!" Semua orang terkejut melihat ke arah Loren ternyata Loren benar-benar memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Adriana.


"Mari kita bincangkan itu nanti dimakan malam, sebaiknya sekarang kita fokus pada pekerjaan. Tolong buat daftar bahan yang akan di siapkan oleh tim produksi." Ucap Loren lalu mereka kembali fokus pada pekerjaan.


Benar... Kalau aku bisa mempertahankan keakraban tim kami seperti ini maka aku yakin perusahaan kami akan berkembang pesat. Sekarang hanya tinggal Mia, aku akan mendekatinya di acara makan malam nanti.' pikir Loren dalam hati.


Akhirnya mereka menyelesaikan seluruh pekerjaan hari itu dan di sore hari pada jam pulang kantor Megi dengan semangat menunjukkan beberapa tempat yang ia rekomendasikan.


"Kita makan bebek panggang saja!" Ucap Gio membuat semua perempuan melihat kearah pria itu.


"Bebek panggang membuatku gemuk, Ayo pilih restoran yang lebih vegetarian." Ucap Siren.


"Tapi aku bukan vegetarian." Ucap Gio dengan wajah datarnya.


"Kalau begitu cari yang menyediakan semuanya." Ucap Mentari.


"Bagaiman kalau ini?" Megi menunjukkan sebuah foto restoran di layar ponselnya "Ini adalah restoran yang baru buka, sangat ramai di saat-saat ini, tapi karena aku sudah pernah ke sana dan terlebih pemiliknya adalah teman dekatku, kita bisa langsung membooking tempat. Bagaimana?"


"Setuju!" Semua orang berseru dengan senang lalu mereka semua meninggalkan kantor untuk acara makan bersama tim desain.


Sementara di perjalanan, Loren tak lupa memperhatikan Mia yang terus terdiam, meski perempuan itu mengikuti mereka tetapi terlihat bahwa perempuan itu tidak seperti biasanya, pikirannya ada di tempat lain.


'Sebaiknya jangan memikirkannya dulu, aku harus mengirim pesan pada Christian Kalau kami tidak akan makan malam bersama.' pikir Loren mengalihkan perhatiannya lalu dia kembali fokus pada ponselnya.


Mia melihat Loren, dia merasa bersalah, tapi dia juga kesal pada Loren. Dia adalah seorang sarjana S2 dan juga sudah memiliki pengalaman kerja yang lebih baik dari Loren.


Tapi ternyata baru saja Loren mempermalukannya dengan menghina kemampuan desainnya.


'Lihat saja, aku pasti akan mengalahkan mu dan melengserkan mu dari posisi ketua tim!' ucap Mia dalam hati.


@Interaksi



Siapa Tuanmu? Emang dia sehebat apa hingga kau menyombongkannya di lapak ini he???!!

__ADS_1



__ADS_2