
"Semoga kalian bertiga mau memaafkan saya dan tidak memperpanjang masalah ini." Ucap Chataline dengan wajah memohon.
Siren dan Rika tercengang di tempatnya, mereka benar-benar tidak menyangka kalau perempuan sombong itu pada akhirnya akan meminta maaf kepada mereka.
Tuan Andreas benar-benar hebat...!!!!
Tapi kedua perempuan itu tidak berani berbicara apapun, mereka hanya melirik kearah Loren menyiratkan bahwa Loren akan mewakili mereka berbicara.
'Aku harap Loren tidak memaafkan nya dengan mudah, kalau sampai ia melak--"
"Kami sudah memaafkan Nona Chataline," ucap Loren hampir saja membuat amarah Siren meledak.
Apa yang dilakukan perempuan di depan mereka sudah sangat keterlaluan! Bagaimana bisa memaafkannya dengan sangat mudah?
Apalagi ketika dia mengingat jaket yang dikenakan Loren sudah dirusak oleh Chataline dan perempuan itu bahkan tidak menggantinya dengan 1 rupiah pun!!!
"Terima kasih Nona Loren," ucap Chataline lalu melihat pada Siren dna Rika untuk mendapat jawaban.
"Ya,, kami berdua juga sudah memaafkan." Ucap Siren dengan wajah datarnya.
Tentu saja tidak memaafkan! Tapi mulutnya harus berkata demikian karena terpaksa!!
Mana berani mereka membantah Loren di depan Andreas?
__ADS_1
"Kalian sungguh memaafkan saya?" Cahtaline kembali bertanya sebab Dia merasa tidak percaya dengan ketiga perempuan itu yang sangat mempermudahnya.
"Ya, lagipula tidak ada gunanya juga kami memperpanjang masalah ini." Ucap Loren tersenyum.
Lebih baik menambah satu teman daripada menambah satu musuh.
"Terima kasih." Ucap Chataline masih dengan raut wajah tak percaya nya.
Sementara Andreas yang melihat kejadian itu, pria itu hanya bisa menghela nafas, Loren benar-benar berhati malaikat!
"Sama-sama, Oya, jika tidak ada lagi kami mohon pamit untuk kembali bekerja soalnya hari ini ada banyak pekejaan," ucap Loren.
"Kembalilah." Kata Andreas.
Akhirnya ketiga perempuan itu meninggalkan ruangan.
"Apa yang sebenarnya Tuan rencanakan? Kalau dari awal Tuan sudah memiliki bukti-bukti yang bisa menjatuhkan saya, mengapa Tuan datang kepada saya dan memilih menawarkan diri menjadi pelayan saya ketimbang langsung mengancam saya?" Tanya Chataline yang sudah menahan pertanyaan itu sejak ia bertemu dengan Andreas.
Andreas menatap perempuan yang ada di depannya.
Tentu saja dia tidak perlu menjelaskan bahwa dia melakukan semua itu Karena perintah sialan dari Christian,, pria itu telah mengerjainya hingga tahap ini!!!!
"Saya pikir masalah sudah selesai, kalian boleh kembali, saya sibuk." Kata Andreas dengan wajah acuh tak acuh.
__ADS_1
"Baiklah, tapi sebagai permintaan maaf, saya pikir saya harus melakukan sesuatu untuk perusahaan kalian. Bagaimana kalau saya menjadi duta untuk perusahaan kalian?" Tanya Chataline yang merasa bahwa dia perlu melakukannya.
Selain untuk mencegah dan berjaga-jaga agar Andreas tidak membocorkan banyaknya bukti kelakuannya yang kasar pada media, maka hal ini juga bisa menjadi balas dendamnya pada Vionita sebab perempuan itu sudah membuatnya dipermalukan sampai ke titik ini.
LC dan brand milik Vionita sedang bersaing!!!
Andreas menyipitkan matanya, memang Chataline sangat cocok menjadi duta mereka, kalau Chataline dan Helen memakai pakaian mereka maka bisa dipastikan kepopuleran mereka akan cepat meningkat.
"Baiklah, di peluncuran kedua koleksi kami akan bekerja sama denganmu." Ucap Andreas tersenyum dalam hati.
Kalau dia bisa mempercepat laju pertumbuhan LC maka Christian akan menjadi semakin senang lalu pria itu mungkin akan melupakan masalah ini.
"Kalau begitu sudah diputuskan," Chataline tersenyum senang.
Dengan begini posisinya akan aman sebab Andreas tidak mungkin membocorkan informasi buruk tentangnya ketika dia menjadi duta merek mereka.
Setelah berbicara dengan Andreas Chataline kemudian meninggalkan ruangan pria itu.
Mereka berada dalam lift ketika Chataline menghela nafas "Sial..!! Ini semua gara-gara Vionita! Ayo pergi temui perempuan itu!!" Ucap Chatalina sembari menggertakkan giginya.
@Interaksi
__ADS_1
Hehe,, Kalian semua tidak pernah pantas mengetahui apa pun yang ada di hati otor,,!!!