
Membutuhkan waktu sekitar 5 menit, akhirnya Loren selesai mengelap sepatu Chataline sampai bersih.
Ia mengangkat jaketnya yang sudah penuh dengan lumpur dan menatap katalin.
"Sudah selesai." Katanya.
Cahtaline memperhatikan sepatunya yang sudah bersih dari lumpur tapi perempuan itu tidak bisa mengukir senyum di wajahnya dan hanya melihat pada Zaidan.
"Berikan dia uang untuk mengganti jaketnya." Kata perempuan itu lalu ia segera berjalan untuk meninggalkan Loren.
"Ya ampun,,, Chataline benar-benar mempermalukan gadis itu. Aku pikir dia akan memberinya muka, setidak hanya melihat saja pakaian yang mereka bawah, ternyata memang langsung meninggalkannya!!!"
"Kalau aku jadi gadis itu aku sudah sangat malu, lagipula harga jaketnya pasti tidak terlalu mahal." Orang-orang yang melihat kejadian itu mulai berbisik-bisik dengan pendapat mereka masing-masing.
Zaidan langsung mendekati Loren dan bertanya "Maafkan aku, tetapi berapa harga jaket mu? Apakah ini cukup?" Tanya Sai dan mengeluarkan beberapa uang 100 dolar dari dompetnya.
Loren tersneyum melihat selembar uang itu...
"Itu tidak cukup." Ucap Loren mengejutkan semua orang.
Bahkan Zaidan yang memegang uang di tangannya juga heran mendengar ucapan Loren.
"Kalau begitu, berapa harga jaket mu?" Zaidan masih tahu diri dan masih memiliki hati nurani untuk tidak memperbesar masalah.
Gadis polos di depannya terlalu kasihan untuk dipermalukan lebih dari apa yang sudah dilakukan Cahtaline.
"Aku juga tidak tahu berapa harganya. Ini jaket pemberian seseorang, jadi aku tidak tahu harganya. Tapi yang jelas, uang itu tidak cukup." Kata Loren kembali membuat semua orang terkejut.
Jadi perempuan itu hanya membuat alasan, dia bahkan tidak tahu berapa harga jaketnya!!!
"Lalu, kalau kau tidak tahu harga jaketnya bagaimana saya akan menggantinya? Mungkinkah uang yang saya siapkan ini sudah lebih dari cukup?" Tanya Zaidan mengambil beberapa lembar uang tambahan dari dompetnya.
"Hanya ada satu cara untuk mengetahui berapa harganya," ucap Loren mengukir sebuah senyum di wajahnya.
"Bagaiman caranya?" Zaidan kembali bertanya. Bagaimanapun dia harus menyelesaikan masalah ini atau Chataline akan kembali memarahinya!!
"Jaket ini dibuat oleh desainer Jf, jadi untuk mengetahui harganya harus bertanya pada designer nya sendiri." Kata Loren membuat semua orang langsung ternganga, bahkan Chataline yang sedang berjalan menjauhi Loren kini menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Loren.
Desainer Jf!!!
__ADS_1
"Maksudmu Jenifer Ferrins?" Tanya Zaidan dengan suara pelan namun bisa didengar semua orang karena semua orang sedang terfokus pada dua orang itu.
"Ya," jawab Loren dengan singkat membuat wajah Zaidan yang tadinya baik-baik saja langsung memucat dipenuhi keringat.
"Apakah itu benar? Jaket yang terlihat jelek itu adalah buatan designer JF?"
"Aku selalu mencari tahu rancangan busana milik desainer Jf tapi tidak pernah melihat jaket seperti yang dipakai oleh perempuan itu." Semua orang bertanya-tanya.
Chataline yang mendengar ucapan semua orang kini kembali mendekati Loren.
"Hei,, kau!! Apakah kau tidak puas mencari satu masalah dan sekarang mencari masalah lain? Kau pikir kau punya apa hingga bisa menggunakan pakaian rancangan JF?" Tanya Cahtaline pada Loren.
Dia sendiri sudah lama mengincar pakan desainer terkenal itu, tapi sampai sekarang masih belum pernah menggunakannya!!!
"Aku memang tidak punya apa-apa tapi aku hanya meminta ganti rugi sesuai dengan kesepakatan. Bukankah semua orang di sini menjadi saksinya?" Ucap Loren mengirimkan pandangannya melihat semua orang.
"Ya, kami memang menjadi saksinya tetapi apa yang kau katakan juga sebuah kebohongan. Kami tidak pernah melihat jaket itu di desain oleh JF." Salah seorang yang menjadi teman Chataline kini membela Chataline.
"Darimana kalian tahu kalau jaket ini bukan rancangan JF?" Tanya Loren kini menantang perempuan yang baru saja berbicara.
Dia begitu percaya diri karena memang jaket itu adalah rancangan asli JF yang tidak dipublikasikan. Dia sudah mengotori jaket itu jadi kalau dia tidak memenangkan pertempuran ini Christian mungkin akan sangat kecewa padanya.
"Biar aku periksa." Helen tiba-tiba mendekat ke arah loren.
"Heh,, bilang saja kau tidak mau membiarkan kami memeriksanya karena kau takut kebohonganmu terbongkar bukan?! Aku tahu kau di sini hanya ingin memeras ku Dengan mengatakan jaket itu buatan JF supaya kamu mendapat lebih banyak uang ia, kan?? Ck,, dasar pengemis!!" Cibir Chataline.
Dia sudah mendengar cerita dari Vionita bahwa loren5 bukanlah perempuan yang baik, dia adalah mantan gelandang. Jadi,, dia bisa menembak dengan jelas apa yang diinginkan oleh Loren.
"Bukankah tidak sopan mengatakan hal seperti itu pada seseorang?" Helen kini membantu Loren berbicara sebab bagaimanapun tadi Loren juga sudah membantunya.
"Kau membelanya?? Kalau begitu periksa saja jaket itu aku yakin jaket itu hanya jaket murahan yang dibeli di pinggir pasar!!" Kesal Chataline kini menatap Helen.
Helen tidak mengatakan apapun pada kata lain dia hanya menatap Loren "Biarkan aku memeriksa jaketnya, kalau itu memang buatan JF maka pasti ada mereknya dia sana." Ucap Helen.
"Baiklah," Loren akhirnya menyerahkan jaket itu pada Helen dan semua orang memandang pada Helen yang kini membolak-balik jaket itu.
Cukup lama Helen mencarinya hingga membuat katalin menjadi tidak sabar dan mencibir "Tidak perlu dicari lagi, lagi pula itu memang jaket murahan. Cukup beri dia 100 dolar untuk mengganti jaket itu." Ucap Chataline pada Zaidan.
"Baik Kak Chataline," ucap Zaidan kembali mengambil dompet yang tadi ia simpan dan mengeluarkan 1 lembar uang 100 dolar dari dompetnya.
__ADS_1
"Nona Loren, Tolong jangan memperpanjang masalah ini lagi," ucap Zaidan mengulurkan uang 100 dollar pada Loren.
Namun beberapa detik tangan saya dan tergantung di udara sama sekali tidak mengeluarkan tangannya untuk mengambil uang itu.
'Enak saja orang-orang ini, beraninya mereka mengganti 100 dolar untuk pakaian yang diberikan Christian padaku. Tidak akan kubiarkan..!!' kata Loren dalam hati yang merasa dendam pada semua orang itu.
Apapun yang berhubungan dengan Christian, entah bagaimana bisa membuatnya menjadi sangat kuat. Bahkan tangannya yang sedari tadi berkeringat tidak lagi membuatnya risih.
Yang ada dipikirannya sekarang adalah membuat perempuan itu meminta maaf karena telah menyuruhnya menggunakan jaket pemberian Christian untuk menyeka sepatunya!!!
"Masih tidak menerima uang itu?" Tanya Chataline saat melihat Loren hanya terdiam menatap uang yang disodorkan oleh Zaidan.
"Aku tidak akan menerima uang itu karena uang itu tidak cukup untuk mengganti jaketku." Ucap Loren membuat Chataline tersenyum miring.
"Tidka cukup? Dengan uang 100 dolar kalau sudah bisa membeli 10 jaket yang sama dengan jaketmu itu..!! Tapi karena kau masih bersandiwara, Akau akan menambahkan." Ucap Chatalina dengan kesal merebut dompet di tangan Zaidan dan mengeluarkan beberapa helai lembar 100 dolar dan melemparkannya ke wajah Loren.
"Bonus untukmu karena sudah membersihkan sepatu dengan sangat baik!!" Ucap Chatalina lalu perempuan itu berjalan pergi dengan kesombongan di wajahnya.
Tetapi sayang sekali langkanya harus berhenti ketika Helen tiba-tiba berteriak "Astaga...!! Aku menemukannya! Ini benar-benar jaket yang didesain oleh JF!!!" Ucapnya memperlihatkan logo ji dan tanda tangan JF pada semua orang.
Sekejap semua orang memperhatikan jaket di tangan Helen, bahkan Chataline juga kini berbalik melihatnya.
"O astaga,, itu benar-benar logonya!! Bahkan ada tanda tangannya juga!!!"
"Ya ampun,, jaket sama hal itu malah digunakan untuk mengelap sepatu murahan!!!"
"Bagaimana bisa? Apakah itu asli?!!"
"Kau bodoh..!!! Siapa yang bisa memalsukan hal-hal seperti itu??!!"
Semua orang kini menjadi heboh, Chataline yang melihatnya kini berdiri dengan wajah memucat.
Bagaimana bisa seorang perempuan gelandangan yang diceritakan oleh Vionita ternyata menggunakan barang yang di desain oleh seorang desainer terkenal??
Apakah Vionitta sengaja menjebaknya??
@Interaksi
__ADS_1
Gibah lagi gibah lagi... gak tahu apa ini bulan puasa,, ato gak puasa ya kalian...???!!