
Setelah berbicara dengan Loren, Wilson langsung pergi menemui salah satu panitia penyelenggara dan meminta daftar tamu yang datang ke pesta itu.
Pria itu mencari nama Chris di seluruh daftar tamu dan menemukan ada tiga pria yang yang memiliki nama Chris.
"Kenapa dia harus menyebutkan nama pasaran seperti ini? Tapi perempuan itu benar-benar luar biasa, ketiga orang ini adalah orang-orang yang penting terutama Christian, hah,,, dia memang patut untuk di cari tahu oleh desainer Vionita karena ternyata memiliki hubungan dengan orang yang penting." Kata Wilson membaca daftar nama itu dan tiba-tiba dikejutkan oleh suara seorang perempuan.
"Bagaimana Wilson? Apa kau sudah mendapatkan apa yang kucari?" Tanya Vionita.
"Ya,, Aku baru saja akan mendapatkannya seandainya pengawalnya tidak datang dan membawanya kabur." Ucapan Wilson mengejutkan Vionita.
"Pengawal? Dia punya pengawal?" Tanya Vionita yang tidak percaya kalau Loren yang sudah mereka singkirkan menjadi gelandang malah berubah menjadi perempuan terhormat sampai-sampai memiliki seorang pengawal?
"Ya,, dan kelihatannya pengawal yang bersamanya bukanlah pengawal biasa." Jawab Wilson dengan acuh Tak acuh membuat Vionita begitu kaget sampai dia tak tahu lagi harus berbicara apa selain mengepal erat tangannya.
'Dia tidak mungkin Loren karena seorang gelandang tidak mungkin berubah menjadi seorang Nona bangsawan yang dihormati. Tapi dari semua ciri-cirinya dan bahkan dia masih bisa membicarakan Bian,, Sebenarnya dia Loren atau bukan?' pikir Vionita yang merasa bimbang dengan informasi yang ia dapatkan.
"Sebenarnya Kau ada masalah apa dengannya? Tapi apapun masalahmu itu, aku peringatkan kau supaya berhati-hati. Dia mungkin tidak sesederhana yang kau pikirkan." Kata Wilson lalu pria itu pergi tanpa mau memberitahu Vionita mengenai pria bernama Chris.
Sementara itu, di suatu tempat di aula pesta, Christian sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang.
__ADS_1
"Tuan Christian, saya sangat mengagumi cara anda membangun bisnis di kota xx. Kota yang dulunya diabaikan itu kini menjadi kota yang sangat penting di salah satu dunia perbisnisan hanya karena anda memulai bisnis yang luar biasa di sana." Salah seorang memuji Christian sebagai langkahnya untuk menjilat pria itu.
"Benar sekali, dulunya Saya bahkan tidak pernah kepikiran untuk memulai bisnis di sana, tapi sekarang Sepertinya saya juga harus mulai memikirkan nya. Kalau menurut Tuan Christian kira-kira bisnis seperti apa yang cocok untuk saya bangun di sana?" Seorang yang lain ikut berbicara.
"Bisnis apapun yang anda kuasai." Jawab Christian dengan singkat.
"Benar juga, kalau saya membangun bisnis yang tidak dikuasai maka bisa jadi bisnisnya hanya akan merugikan saya. Tapi kalau tidak keberatan saya ingin meminta wilayah--"
"Saya harus pergi." Potong Christian meninggalkan pria yang sedang berbicara.
"Lho Tuan Christian?" Pria itu hendak mengejar ketika salah seorang mencekal tangannya.
Pria yang hendak mengejar Christian langsung berdiri dengan wajah memucat nya.
"Apakah aku sudah mengatakan sesuatu yang menyinggung nya?!"
Pria lain yang berdiri bersama pria itu menepuk-nepuk punggungnya memberi semangat.
"Ya Tuhan,, Bisnisku.."
__ADS_1
Sementara Christian yang pergi tergesa-gesa, pria itu sangat terkejut karena dia melihat seorang pria dalam balutan jas putih baru saja tiba di tempat acara.
'Kenapa dia ada di sini?!' pikirnya dalam hati sembari melangkahkan kakinya dengan terburu-buru.
Sementara di tempat lain, Ransi langsung menggunakan talkie walkie untuk menghubungi beberapa pengawalnya yang sudah disebar di tempat itu.
'Kendalikan lift ke lantai 32!' katanya ketika melihat Christian memasuki lift dengan wajah yang sangat pucat.
Musuh besar dan musuh bebuyutan Christian yang selalu membuat Christian trauma tidak disangka-sangka Ternyata hadir di acara itu tanpa adanya pemberitahuan.
'Padahal aku sudah menyelidiki semua tamu dan pria itu tidak ada di dalam daftar tamu, tapi mengapa sekarang dia datang mengacau?!' pikir Ransi dengan cemas menekan siaran nomor 5 di talkie walkie.
"Segera antar Nona Loren ke lantai 32 ruangan nomor 1!" Perintahnya pada orang di siaran nomor 2.
"Dilaksanakan!" Jawab seseorang dari talkie walkie ditangan Ransi.
@Interaksi
__ADS_1
Tentu saja bukan,, yang menyelamatkan Christian adalah otor dong..!