
"Haiss,,!! Kalau aku tahu syutingnya di tempat seperti ini aku tidak akan pernah menerima program rendahan ini!!!" Catalina berjalan sembari menggerutu saat melihat banyaknya lumpur yang memenuhi tempat itu.
"Aduh, Kak catalina jangan bicara seperti itu, manajer akan sangat marah kalau dia mendengarnya." Zaidan berjalan di sisi catalina sembari membantu perempuan itu mengangkat gaunnya agar tidak kotor oleh lumpur.
"Lagi lagi Menejer, memangnya apa pentingnya dia?? Awas saja setelah syuting ini selesai aku akan membuat perhitungan dengan nya!!" Kesal Catalina terus melangkahkan kakinya yang dibalut oleh laras panjang untuk melindunginya agar tidak terkena lumpur.
Akhirnya perempuan itu tiba juga di dalam tenda lalu duduk sembari menatap beberapa perempuan yang sedang syuting di luar tenda.
"Panas sekali,," gerutunya.
"Biar aku kipas." Zaidan segera mengambil sebuah kipas dan mengipas Chatalina.
Sementara catalina dikipas, Loren dan kedua temannya akhirnya tiba mereka segera mendekati catalina dengan sopan.
"Halo, selamat siang," kata Loren.
"Ya? Ada apa?" Zaidan bertanya pada Loren.
"Perkenalkan nama saya Loren, Saya dari LC. Tuan Andreas menyuruh saya untuk membawa beberapa gaun yang akan di lihat oleh Nona Chataline." Ucap Loren.
"Aahh,, jadi kalian." Zaidan menjawab sembari melihat kearah catalina.
__ADS_1
"Tunggu sampai syutingku selelsai." Ucap Chatalina dengan acuh tak acuh.
Dia sudah berbicara dengan Vionita dan dia sudah berjanji pada perempuan itu akan membuat mereka kesulitan.
"Baiklah, kalau begitu kami akan menunggu." Ucap Loren terus mengukir senyum di wajahnya.
"Ayo menunggu di sana." Kata Loren kembali menunjuk ke arah pohon tempat mereka berteduh.
"Kau yakin kita masih harus menunggu lagi? Kita sudah menunggu berjam-jam, dia berbohong pada kita bahwa dia akan datang pagi-pagi dan sekarang malah menyuruh kita untuk menunggu lagi?" Rika kini menggerutu dengan kekesalannya.
Meski dia sangat mengagumi catalina sebagai selebriti terkenal, tapi melihat bagaimana perempuan itu memperlakukan mereka saat ini,, dia merasa ragu kalau perempuan itu benar-benar memiliki kepribadian yang sama dengan yang ada di berita.
"Bagaimana lagi, Nona Cahtaline pasti harus fokus pada syuting nya jadi kita tidak usah mengganggu nya dulu." Ucap Loren.
Sementara Zaidan yang menemani Catalina menatap dengan cemas pada 3 perempuan yang duduk di bawah pohon.
"Apakah tidak keterlaluan masih membuat mereka menunggu dengan sia-sia?" Tanyanya pada Chatalina.
"Untuk apa kau memikirkan mereka? Tidak ada apa-apanya!!" Ucap Chatalina dengan kesal.
"Saya tahu, tapi mereka berasal dari perusahaan Tuan Andreas. Kalau tuan Andreas tahu bahwa Kak Chatalina sudah mengingkari janji maka,, saya takut Tuan Andreas mungkin akan marah." Ucap Zaidan.
__ADS_1
"Hanya Andreas, dia bahkan menjadi orang suruhanku selama satu hari terakhir. Aku rasa pria itu benar-benar tidak memiliki martabat." Ucap Chatalina.
"Tapi, Tuan Andreas adalah mantan sekretaris Tuan Christian. Kalau nanti--"
"Apa yang kau kahawatirkan?! Bagaimana pun Christian tidak akan membuang-buang waktunya mengurusi hal-hal sepele seperti ini. Diam saja dan kipasi aku!!" Gerutu Chatalina.
Zaidan tidak mengatakan apapun lagi tetapi pria itu begitu cemas dalam hatinya.
Andreas sampai menjadi pelayan catalina selama 1 hari hanya agar catalina menggunakan satu gaun dari LC, Bukankah itu terlalu berlebihan?
Seorang Andreas yang sombong itu,,,... Sangat aneh memikirkannya!!
'Aku harap aku tidak mengkhawatirkan sesuatu yang besar. Karena bagaimanapun juga Christian adalah orang yang membuat Chatalina bisa sukses seperti ini. Dan perushaan LC,, CEOnya adalah mantan sekretaris Tuan Christian.' Zaidan berpikir dengan cemas.
Kalau Christian mengamuk,,, mereka semua tidak akan selamat!!!
@Interaksi
Oh,, kalo gitu otor up 1 novel ajah sehari, supaya kalian gak bingung... ehh atau sekalian satu novel satu bab ajah ya???
__ADS_1