Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2. 127. kekuatan perempuan yang sedang hamil


__ADS_3

Setelah makan siang selesai, para anggota tim desain buru-buru pamit kepada Loren lalu mereka meninggalkan kediaman Bhaltazar.


Sementara itu, Loren yang melambaikan tangannya ke arah mobil yang meninggalkan kediamannya langsung berbalik memeluk Christian, "Hari ini suamiku benar-benar hebat, dia benar-benar menjadi seorang tuan rumah yang baik.


"Aku jadi teringat ketika ayah dan ibuku masih hidup, saat ada tamu Ibuku selalu duduk di depan menyambut tamu, sementara Aku dan ayahku akan melayani mereka.


"Saat itu ketika kami masih tinggal di apartemen yang dibeli oleh ayahku. Kami tidak punya pelayan, jadi Aku dan ayahku yang bertugas melayani tamu-tamu Ibuku, karena Ibuku punya banyak sekali teman yang datang ke rumah untuk jalan-jalan." Cerita Loren dengan wajah perempuan itu dipenuhi senyuman yang mengembang menandakan bahwa hatinya begitu bahagia.


Christian memeluk perempuan itu dengan hangat dan memperbaiki anak rambut Loren yang berantakan di wajahnya, "aku senang kalau kau senang. Tapi sekarang aku harus memandikanmu karena kau penuh dengan keringat," ucap Christian yang merasakan betapa lepeknya rambut istrinya karena perempuan itu berkeringat setelah berjalan-jalan di taman.


"Ah,, ya,, lagian kita juga harus membersihkan rumah karena para pelayan tidak ada. Jangan sampai tiga hari ke depan rumah kita tampak begitu kotor karena tidak dibersihkan!!!" Ucap Loren langsung membuat Christian tercengang.


Jika rumah mereka adalah rumah yang biasa seperti pada umumnya, maka tidak masalah jika mereka membersihkannya secara pribadi.

__ADS_1


Tetapi luas kediaman mereka berkali-kali lipat luasnya dari rumah-rumah biasa, Jadi jika hanya mereka berdua yang membersihkannya, maka bahkan jika mereka menghabiskan satu minggu penuh, mereka tidak akan selesai membersihkan rumah itu.


Jadi pria itu dengan cemas berkata, "aku rasa itu bukan ide yang baik, Bagaimana kalau kita memanggil perusahaan pembersih saja?"


Ucapan Christian langsung membuat Loren mengeryit, lalu perempuan itu memperhatikan sekitar mereka,. "Tapi aku rasa aku mengidam untuk membersihkan rumah.


"Bagaimana kalau kita membersihkan bagian rumah yang bisa kita bersihkan saja dan yang lainnya dibersihkan oleh perusahaan pembersih rumah?" Ucap Loren sembari memandang suaminya dengan mata berbinar-binar, beserta wajah perempuan itu yang penuh harap Christian bisa mengabulkan keinginannya.


Maka begitu, kedua orang itu segera melaksanakan rencana mereka. .


Sementara Andreas, pria itu kembali ke paviliun yang berada di samping kediaman Christian Bhaltazar, lalu menemui Marissa yang sedang sibuk mengemas barang-barang mereka.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Andreas memeluk Marisa dari belakang saat melihat perempuan itu sibuk merapikan alat make up nya ke dalam sebuah tas berukuran sedang. .

__ADS_1


Sementara di beberapa sudut ruangan tergeletak beberapa koper yang masih terbuka, namun telah diisi dengan barang-barang yang disusun rapi ke dalam koper-koper itu.


"Aku sudah berbicara dengan Loren, dan dia akan meminta izin pada Christian agar kita bisa pergi ke luar negeri untuk berobat. Jadi hari ini aku mulai mengemas barang-barang kita, supaya nanti kalau sudah ada kabar dari Loren tentang izin dari Christian, maka kita bisa langsung berangkat." Ucap Marissa sembari melemparkan senyum ke arah Andreas membuat Andreas terdiam dengan rasa tak percayanya.


"Kau yakin Christian akan mengizinkan kita?" Tanya Andreas yang merasa tak yakin.


Marisa tersenyum, "kau belum pernah mendengar kekuatan perempuan yang sedang hamil?" Tanya Marisa pada Andreas membuat Andreas semakin kebingungan.


Kekuatan Apa yang dimaksud oleh istrinya?


Namun ketika Andreas kembali menanyakan kekuatan yang dimaksud, Marisa tidak menjawab apapun lagi dan hanya tersenyum penuh arti.


__ADS_1


__ADS_2