
Sore hari ketika Loren selesai berolahraga bersama Yola, Loren membersihkan tubuhnya dan berdiri di depan cermin memandangi tubuhnya yang polos.
"Lemak di paha sudah hilang, lemak di perut tinggal sedikit. Ini perubahan yang bagus." Ucap Loren sambil tersenyum memandangi tubuhnya.
"Haiss...! Ini tidak cukup untuk menghiburku! Aku merindukan Christian...!!" Geram Loren mengacak rambutnya lalu perempuan itu meraih handuk dan keluar dari kamar mandi.
Loren melihat bunga yang diberikan oleh Cristian sudah semakin layu jadi dia mengambil bunga itu dan melemparkannya ke tempat sampah.
"Tidak berguna!!" Teriaknya kesal.
Setelah berganti pakaian Loren pergi ke ruang medis menemui Marissa.
Dia terkejut ketika tiba di kamar Marisa dan melihat Marisa sedang duduk berbincang dengan seorang pria yang duduk di atas kursi roda.
2 orang yang menyadari kedatangan Loren juga berhenti bercerita lalu mereka melihat ke arah Loren.
"Siapa kamu?" Tanya Andreas sembari mengerutkan keningnya melihat perempuan cantik yang terasa asing kini berada di kediaman Christian.
Mungkinkah..?
"Halo," kata Loren membungkuk 90 derajat lalu mengangkat wajahnya "Nama saya Loren, orang yang telah ditolong oleh dokter Marissa." Ucap Loren mengagetkan Andreas dan Marisa.
"Kau? Gelandangan gemuk yang jelek itu? Gelandang yang membuat kami dicambuk ratusan kali oleh Christian?" Langsung tanya Andreas yang begitu tidak percaya dengan kenyataan yang dihadapkan pada nya.
"Ya,, itu,, maafkan saya karena baru bisa meminta maaf sekarang. Kemarin kemarin saya selalu datang menemui Kak Marisa, tetapi saya merasa tidak layak, jadi--"
__ADS_1
"Sudah tahu kalau tidak layak menemui kami, Jadi untuk apa kau datang lagi?!" Sela Andreas dengan wajah kesalnya.
Seandainya perempuan itu tidak pernah ada, maka dia dan Marissa tidak akan berakhir seperti ini!
Lebih dari 1 bulan menanggung kesakitan karena cambukan yang mereka tanggung demi bisa menyelamatkan Loren.
Apa lagi orang yang ia cintai juga ikut menderita!
"Jangan dengarkan dia, kemarilah dan duduk di sini." Tiba-tiba ucap Marisa membuat Loren tampak kikuk harus berbuat apa.
Marisa tampak memiliki sikap yang lembut, tetapi pria di sampingnya itu seperti Cristian yang siap siaga menerkam siapapun yang membahayakannya.
"Kemarilah," Marisa menepuk-nepuk ranjang disebelahnya ketika melihat Loren ragu-ragu.
"Itu,, Sepertinya kalian sedang membicarakan hal penting. Lain kali lagi saya akan datang menemui kalian." Ucap Loren merasa belum siap, dia segera melarikan diri.
"Kau di sini, menemui Dokter Marisa?" Tanya Yola menghampiri Loren yang berjalan terburu-buru.
Loren menghentikan langkahnya lalu menatap Yola.
"Aku merasa tidak siap menemui mereka berdua. Aku merasa bersalah." Kata Loren.
"Mau melihat bunga? Katanya berada di taman bisa menghilangkan kegundahan." Yola menawarkan.
"Pelatih benar, ayo pergi melihat beberapa bunga." Ucap Loren lalu keduanya pergi ke taman.
__ADS_1
Mereka berjalan-jalan dari taman samping mansion sampai ke taman depan mansion dan bercerita bersama.
"Kau berlatih sangat giat, sepertinya sebentar lagi semua lemak di tubuhmu akan menghilang. Aku perkirakan 1 minggu lagi kalau kau berlatih dengan keras." Ucap Yola membuat Loren tersenyum cerah.
"Benarkah?"
"Tentu saja!" Jawab Yola.
Senyum Loren semakin mengembang mendengar ucapan pelatihnya lalu perempuan itu bersorak kegirangan.
"Aku pasti bisa!!" Soraknya menyemangati dirinya sendiri.
Sementara Loren berada dalam suasana hati yang baik karena dihibur oleh Yola, seorang pria baru saja turun dari sebuah mobil mewah lalu menghentikan langkahnya saat melihat Loren yang sedang tersenyum bahagia.
Pria itu tersenyum 'Bisa-bisanya dia sebahagia ini setelah menolak makan malam denganku. Dasar Dokter Bian, dia sudah menipuku dua kali!' geram Cristian dalam hati karena saat itu dokter Bian berkata kalau Loren akan berada dalam suasana hati yang buruk setelah menyadari kesalahannya.
Tapi yang ia lihat sekarang adalah,,,, kebalikannya!
@Interaksi
Saat itu otor lagi khilaf,, kalo sekarang masih sombong artinya khilaf otor dah kepanjangan,, tolong bantu di pangkas ya....
...
__ADS_1
To Raja