Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 26. Memalukan berciuman di depan banyak orang


__ADS_3

Loren keluar dari lift lalu berjalan ke arah ruangan Christian sembari membawa paper bag berisi makanan untuk mereka santap berdua.


Perempuan itu memandangi pintu ruang kerja Christian lalu dengan mengendap-endap ia mendekati pintu dan membukanya secara perlahan.


Mengintip dari balik pintu, Loren langsung melihat Christian masih tampak sibuk menatap dokumen-dokumen yang ada di depannya.


"Sayangku!!" Teriak Loren untuk memberi kejutan untuk Christian sembari mendorong pintu lebih lebar.


Perempuan itu membeku saat melihat beberapa orang sedang berjajar di samping meja kerja Christian.


Loren langsung menarik tubuhnya dan menutup pintu dengan cepat.


Deg!


Deg!


Deg!


"Apakah mereka melihatku?!!" Loren memandangi jantungnya yang berdegup kencang sembari berjalan cepat ke ruangan Ransi.


Ia hendak membuka pintu itu tanpa mengetuk, tetapi dia mengingat kejadian tadi jadi dia langsung mengetuk.


"Ini aku," ucap Loren dengan tangan gemeter.


Tetapi kemudian yang terbuka malah pintu ruang kerja Christian.


Deg!


Deg!


Deg!


"Siapa itu?" Katanya lalu melihat orang yang keluar ternyata adalah Ransi.


Seluruh tenaga Loren seolah menghilang atas keterkejutannya yang membuatnya seperti dinaik turunkan dari angkasa ke jurang yang dalam.


Perempuan itu hampir saja terjatuh, tetapi Ransi membantunya tetap kuat lalu membawa Loren ke ruangannya.

__ADS_1


Loren duduk di sofa dengan tubuh yang lemas beserta keringat memenuhi keningnya.


"Aku sudah melakukan kesalahan besar." Ucap Loren sembari menghembuskan nafas panjangnya.


"Nyonya tidak perlu khawatir, orang-orang yang berdiri di sana adalah orang-orang kepercayaan Tuan Christian. Mereka adalah pengawal yang dipanggil Tuan Christian untuk membicarakan sesuatu." Ucap Ransi.


"Jadi maksudmu tidak masalah jika mereka mengetahui identitasku?" Tanya Loren langsung bersemangat menatap Ransi.


"Ya," jawab Ransi.


Lah orang-orang tersebut adalah orang-orang yang akan ditugaskan untuk mengawasi Loren dari jauh.


"Oh," Loren mengambil paper bag yang diletakkan Ransi di atas meja lalu perempuan itu keluar dari ruangan Ransi.


'Nyonya mau apa?' Ransi bertanya-tanya dalam hatinya tetapi dia tidak berani mengikuti perempuan itu karena tadi dia sudah disuruh keluar oleh Christian.


Sementara Loren yang sudah keluar, perempuan itu langsung membuka ruang kerja Christian dan melihat pria-pria yang berjajar tampak tidak memperdulukannya.


Pria-pria itu hanya menatap datar dengan posisi yang terus berdiri tegap.


'Oh, mereka benar-benar pengawal, mereka bahkan tidak melirik kearahku.' pikir Loren dalam hati lalu perempuan itu segera melihat Christian yang kini menatapnya.


Loren langsung berjalan ke arah sofa lalu meletakkan paper bagnya di atas meja.


Perempuan itu lalu membuka isinya dan meletakkannya di meja, ia melihat makanan itu hanya cukup untuk dirinya dan Christian padahal, ada lima orang pengawal yang ada di ruangan itu.


'Sebaiknya aku pesankan makanan untuk mereka.' pikir Loren lalu dia segera memesan makanan secara online.


Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya makanan yang ia pesan telah datang diantar oleh Ransi.


"Kau boleh mengambilnya satu, sementara sisanya untuk para pengawal yang ada di sini.'" ucap Loren.


"Terima kasih Nyonya," ucap Ransi langsung membawa semua makanan itu keluar dari ruangan Christian.


Sementara Loren, dia mendengus kesal saat melihat Christian yang masih tampak sibuk bekerja, sementara perutnya sendiri sudah keroncongan.


Perempuan itu menghela nafas lalu mengambil salah satu piring dan mengisinya dengan makanan.

__ADS_1


Setelannya, perempuan itu mendekati Christian sembari mengambil salah satu kursi untuk duduk di samping Christian.


"Sebentar lagi," ucap Christian melirik ke arah Loren lalu pria itu kembali fokus pada berkasnya.


Loren tidak mengatakan apapun, dia hanya menyendok makanan di piringnya lalu mengarahkannya ke mulut Christian.


Christian langsung mengerti bahwa perempuan itu tidak datang untuk memanggilnya makan atau datang untuk makan di sampingnya, tetapi Loren datang untuk menyuapinya.


Jadi Christian mengulurkan tangannya dan menarik Loren agar duduk di pangkuannya.


Wajah Loren langsung merah padam sembari menatap kelima pengawal yang tampak berdiri seperti patung.


"Aku, aku bisa menyuapimu dari samping." Ucap Loren yang tetap saja merasa malu kalau ada orang lain yang memperhatikan mereka tampak sangat mesra.


"Hm,, posisi seperti ini lebih gampang menyuapiku." Ucap Christian dengan satu tangan menahan pinggang Loren lalu tangan yang lain menandatangani dokumen di depannya.


Loren mengatup erat gigi-giginya sembari menghela nafas, tetapi lama-lama duduk di pangkuan Christian dia merasa lega dan terus menyuapi pria itu.


Beberapa saat, Christian menyadari bahwa Loren hanya menyuapinya dan perempuan itu tidak menyuapi dirinya sendiri.


Hal itu membuat Christian lalu menundukkan dirinya membungkam mulut Loren.


Loren sangat terkejut, "Ng!!"


"Makanlah juga," ucap Christian menghentikan ciuman mereka lalu pria itu lanjut fokus ke dokumennya.


Loren memghela nafas dengan panjang lalu kembali melirik pada 5 pria yang masih berdiri tegap.


Terlihat wajah-wajah pria itu tampak memerah, sepertinya meskipun mereka tampak hanya melihat lurus ke depan, namun mereka menyadari apa yang terjadi di samping mereka.


Hal itu membuat Loren merasa sangat malu hingga dia hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada Christian.


'Ini memalukan!! Mengapa harus berciuman di depan banyak orang?!' Gerutu Loren dalam hati sembari meremas kemeja Christian.


Christian tersenyum dengan kelakuan perempuan di pangkuannya.


@Info

__ADS_1


Jangan lupa mampir di novel otor di bawah ini ya.. udah pada tamat lho..!



__ADS_2