Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#170. Sangat aneh


__ADS_3

"Tuan," Elman memasuki kantor Andreas setelah pria itu melakukan semua pekerjaan yang ditugaskan Andreas padanya.


"Kau sudah menghubungi mereka?" Langsung tanya Andreas pada Elman.


Dia sudah menyuruh pria itu untuk menghubungi beberapa public figure yang yang biasanya memberikan ulasan pada beberapa hal yang berhubungan dengan tindakan plagiarisme.


"Saya sudah menghubungi nya, tetapi mereka semua menolak untuk memberikan ulasan terhadap masalah yang sedang menyangkut perusahaan kita." Ucap Elman membuat Andreas mengerutkan keningnya.


"Bagaiman bisa? Mengapa Mereka menolak?" Tanyanya.


Pengulas yang Andreas rekomendasikan adalah pengulas yang banyak diikuti oleh masyarakat dan apa yang mereka katakan selalu menjadi fakta yang dipercayai oleh masyarakat.


Jika mereka bisa membantu melihat dua karya itu memang bukan termasuk plagiarisme, maka bisa mempengaruhi publik agar masalah ini bisa tertekan dan membantu LC membersihkan namanya.


Tapi mengapa mereka menolak?


"Saya sedang menyelidiki nya, tetapi jika dugaan saya benar maka ada seseorang yang telah membayar mereka agar tidak melakukan ulasan pada masalah ini." Ucap Elman.


"Itu tidak mungkin, mereka bukan orang-orang yang mudah dibayar," ucap Ansreas merasa ada sesuatu yang janggal.


"Kalau begitu saya akan mempercepat penyelidikan nya." Kata Elman.


Andreas tidak mengatakan apapun lagi, pria itu hanya mengangguk membiarkan Elman meninggalkan ruangannya.


Baru saja Elman keluar dari ruangannya ketika ponsel Andreas kembali berdering memperlihatkan nama Ransi.

__ADS_1


Andreas langsung merasakan sebuah balok es besar diletakkan di punggungnya.


"Halo," ucap Andreas mengangkat telepon itu, perasaannya sudah tidak enak bahwa saat ini Christian akan memanggilnya untuk dimarahi.


"Tidak perlu mencari cara untuk menghentikan rumor yang beredar, cukup tangani komentar di internet." Langsung kata Ransi dari seberang telepon membuat Andreas kebingungan.


Mengapa mereka harus membiarkannya dan tidak berbuat apapun?


"Tapi,, kenapa?" Tanya Nadreas.


"Ini adalah perintah Tuan Christian," jawab Ransi diikuti nada panggilan yang diputuskan secara sepihak.


Andreas memandangi layar ponselnya yang menghitam, "Semenjak menjadi asisten Tuan Cristian, pria ini menjadi semakin mirip dengan Christian!!" Gerutu Andreas karena sebelumnya Ransi tidak pernah memutuskan telepon secara sepihak, tetapi sekarang pria itu tampak mengikuti Christian!!!


Rapat dadakan segera di gelar.


Semua perwakilan dari setiap tim berkumpul di dalam ruang rapat yang digelar 1 jam sebelum makan siang.


Semua orang duduk dalam kegelisahan mereka, bagaimanapun, saat ini kondisi perusahaan sedang tidak stabil, banyak orang menyerang mereka di Internet dan banyak wartawan berusaha menerobos ke kantor mereka.


"Silahkan duduk," ucap Andreas ketika pria itu sudah tiba di kursinya lalu semua orang kembali duduk di kursi masing-masing.


"Aku akan mengatakannya dengan cepat, mulai sekarang kita tetap bekerja dengan normal. Tim produksi persiapkan beberapa stok untuk desain lama yang telah kita buat, persiapkan 2 kali lipat dari target sebelumnya, dan persiapkan bahan untuk peluncuran koleksi brand dua minggu kedepan.


"Tim marketing persiapkan rencana promosi besar-besaran dan tim humas lakukan pembersihan komentar-komentar buruk di laman web dan tidak perlu melakukan penanganan lainnya.

__ADS_1


"Sementara Tim desain,, persiapkan desain untuk peluncuran dua minggu kedepan dan juga penyambutan ajang Fashion week ibu kota. Rapat selesai." Ucap Andreas lalu pria itu berdiri meninggalkan ruang rapat.


Semua orang berada dalam kondisi tercengang setelah mendengar pengumuman dari Andreas.


Pria itu bersikap seolah-olah tak terjadi apapun, padahal saat ini mereka semua sedang panik memikirkan nasib perusahaan.


Bahkan,,, meningkatkan jumlah stok???


"Nona Loren,, Apakah kau tahu sesuatu?" Salah seorang bertanya pada Loren.


"Ya, Nona Loren adalah desainer yang dituding sebagai plagiator, apakah hal itu benar?"


"Nona Loren,,"


"Nona Loren,,"


"Nona Loren,,"


Semua orang kini fokus pada Loren, mereka semua mengetahui bahwa Loren adalah sumber masalah yang terjadi pada perusahaan mereka.


Tetapi, bukannya Loren mendapat pemecatan atau setidaknya cuti, CEO mereka mala mengumumkan agar mereka semua bekerja secara normal seperti tidak terjadi apapun!


Bukankah itu sangat aneh??


__ADS_1


__ADS_2