
Setelah menenangkan Loren, Christian membawa Loren pergi dari ruang kesehatan meninggalkan semua orang yang kini tercengang dengan kejadian yang baru saja mereka lihat.
Christin bahkan membawa Loren dengan menggendong perempuan itu!!!
Harusnya kan Christian marah karena sudah di tipu, tapi...????
"Ini mustahil!! Kenapa Tuan Christian tidak marah saat mengetahui kalau dia telah dibohongi oleh Loren?!"
"Iya,, aku sangat terkejut ketika dia mengatakan bayi, padahal dia hanya datang bulan dan pingsan. Tapi,, Kenapa Tuan Christian mengatakan semua itu adalah salahnya?"
Semua orang bertanya-tanya karena mereka merasa bingung dengan apa yang baru saja mereka dengar di ruangan Loren di rawat.
"Apa yang kalian bicarakan?" Dokter Marissa yang mendengar suara berisik dari luar segera berbicara lalu dua orang perawat yang sementara berbisik-bisik segera memasuki ruangan dokter memeriksa.
"Dokter, sepertinya Nona Loren itu sudah menghipnotis Tuan Christian." Salah satu perawat berkata dengan wajah yang tampak sangat kuatir.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Tanya Dokter Marisa mengerutkan keningnya.
"Begini, tadi ketika Nona Loren tersadar dari pingsannya, dia membicarakan tentang seorang bayi. Dia bahkan berbicara pada Tuan Christian kalau bayi itu adalah bayi Mereka. Pada hal,, dia jelas-helas tidak hamil, dia hanya datang bulan lalu pingsan! Bukankah Sebenarnya dia berniat menipu Tuan Christian kalau dia sedang hamil anaknya hingga Tuan Christian tidak punya pilihan lain selain bertanggung jawab?" Perawat itu berkata dengan wajah yang tampak tak percaya dengan keberanian Loren.
"Benar sekali, dokter Marissa juga harus tahu kalau setelah Loren mengaku-ngaku mengandung anak Tuan Christian, Tuan Christian malah meminta maaf pada Loren dan bukannya memang memarahi Nona Loren yang sudah berbohong. Ini pasti hipnotis! Tuan Christian tidak mungkin memaafkan orang yang sudah membohongi nya dengan begitu mudah!"
Perawat yang lain menganggukkan kepalanya "Benar sekali, sedangkan dokter Marissa dan Tuan Andreas saja yang merupakan sahabat Tuan Christian mendapat hukuman cambuk setelah melanggar peraturan di sini. Bagaimana bisa Tuan Christian malah memaafkan seorang bekas gelandangan berpura-pura polos dan suci?" Dua perawat itu terus membicarakan Loren dan Christian di depan Marisa berharap Marisa akan membela mereka.
Sayangnya, Marisa tidak mengatakan apapun, dia hanya menyimpan hal itu dalam hatinya dan merasa bahwa dia telah memilih orang yang tepat untuk mengendalikan Christian.
Sementara Marissa terus mendengar percakapan dua orang itu, maka di tempat lain Loren sudah kembali ke kamarnya.
"Tidak,," ucap Christian mengambil kedua tangan Loren dan menyatukannya dalam bungkusan tangannya.
"Apa maksud Tuan?" Tanya Loren kebingungan.
__ADS_1
"Ya,, Kau tidak sedang hamil, pendarahan tadi karena kau sedang datang bulan." Ucap Christian membuat wajah Loren mematung dan tatapannya perlahan-lahan mengosong.
"Mak,, maksud Tuan?" Loren bertanya dengan hati-hati seolah dia akan terluka Jika dia mendapat kebenaran dari Christian.
"Ya,, Kau tidak sedang hamil." Christian kembali mempertegas ucapannya.
Mendengar itu, Loren segera memalingkan wajah menghindari tatapan Christian. Perasaannya sangat aneh, dia merasa seperti kehilangan dan merasa sangat sedih...
"Jadi saya tidak hamil. Kalau begitu,,, kita,, kita,, tidak jadi menikah?" Ucap Loren dengan sangat sedih.
Saat ini dia bukan sedih karena gagal memenuhi janjinya pada Marisa tetapi dia lebih sedih karena dia akan kehilangan Christian.
@Interaksi
__ADS_1
Ini nyinggung ya.... kek otor yang gak berbakat tapi nak jadi penulis...🤫 Ehh,, tapi otor jago merayu lho... kira2 pekerjaan yang cocok apaan ya?