
Setelah Christian selesai disuapi Loren, pria itu masih sibuk bekerja.
Loren menghela nafas melihat pria yang tampak sibuk, "Tidakkah kau menyuruh para pengawalmu untuk makan siang sebentar?" Tanya Loren.
"Mereka bisa menahannya, kau juga makanlah, sebentar lagi ini selesai." Ucap Christian.
Loren hanya mendengus kesal sembari turun dari pangkuan Christian lalu perempuan itu berjalan ke arah sofa untuk makan siang sendirian.
Christian sesekali melirik Loren sembari mempercepat penyelesaian pemeriksaan berkasnya.
'Hm,, kenapa aku merasa Kalau istriku semakin cantik? Mungkinkah dia,,,,, hamil?' Christian kembali mengingat isi artikel yang ia baca.
Pria itu tersentak lalu meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai dan berlari menuju istrinya yang sedang makan dengan lahap.
"Sayangku,," Katanya langsung menarik Loren ke pangkuannya hingga membuat makanan yang berada di piring Loren hampir saja tumpah ke lantai.
"Kau bodoh?!!" Langsung teriak Loren menahan makanan yang hampir tumpah.
Kelima pengawal yang ada di situ begitu tercengang dengan Loren yang baru saja mengumpat pada Christian.
__ADS_1
Perempuan itu mengatai Tuan mereka sebagai orang yang bodoh!!!!
'Kalau Tuan saja dikatakan sebagai orang yang bodoh, maka kami yang tidak ada apa-apanya ini patutnya berada di tingkat mana??' para pengawal menelan air liur mereka yang terasa begitu pahit dan menusuk tenggorokan mereka.
Sementara Christian yang sedang memangku istrinya, pria itu tidak menghiraukan umpatan Loren dan hanya meletakkan tangannya di perut datar milik istrinya.
"Apa yang kau lakukan?" Loren bertanya dengan kesal sembari meletakkan piring berisi makanannya.
Selera makannya sudah hilang karena Christian yang mengganggunya.
"Apakah kau hamil? Tanya Christian.
Loren mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan suaminya yang begitu tiba-tiba.
"Karena kau terlihat semakin cantik. Katanya jika perempuan tampak lebih cantik dari biasanya maka perempuan itu sedang hamil anak laki-laki." Ucap Christian masih belum menarik tangannya dari perut Loren.
"Ha?" Loren begitu tercengang mendengar ucapan Christian yang begitu tidak masuk akal.
"Siapa yang memberitahumu tentang kepercayaan aneh itu?" Tanya Loren.
__ADS_1
"Aku membaca artikel." Jawab Christian memandang Loren.
"Kau membaca artikel seperti itu?" Tanya Loren yang tak percaya bahwa pria itu akan menghabiskan waktunya untuk membaca artikel tak berguna, karena pria itu biasanya menghabiskan waktunya untuk membaca majalah bisnis.
"Hm,, aku sudah membaca banyak artikel. Apalagi sekarang kita sudah menikah jadi aku harus mengetahui banyak cara untuk memperlakukan istriku dan cara menyambut kehadiran anakku." Ucap Christian tersenyum menciumi pipi Loren.
"Hah..." Loren menghembuskan nafasnya dengan panjang.
Dia tidak menyangka bahwa demi dirinya, dan demi calon anak mereka yang akan lahir, pria itu rela membuang-buang waktunya untuk sesuatu yang tak berguna.
Apalagi, dia benar-benar ingin tertawa tentang Christian yang hanya membaca artikel yang belum terbukti kebenarannya.
"Jangan lagi membuang-buang waktumu untuk hal-hal tidak berguna seperti itu. Kalau ingin mengetahui seseorang hamil atau tidak, tidak dilihat dari apakah dia semakin cantik, tapi harus diperiksa ke dokter." Ucap Loren merasa iba pada suaminya.
Bagaimana bisa pria sekilas itu tertipu dengan artikel sampah?
Ck ck....!
Christian menghentikan ciuman di pipi Loren, "Aku pikir kau sangat sibuk bekerja, jadi tidak akan ada waktu untuk pergi ke rumah sakit. Tapi karena kau sudah mengatakannya, jadi, bagaimana kalau sekarang kita pergi ke dokter?" Christian bersemangat.
__ADS_1
"Eh? Memangnya, Apakah pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Loren.
"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Ucap Christian menurunkan Loren dari pangkuannya lalu pria itu segera kembali ke meja kerjanya melanjutkan pekerjaannya.