
Setelah mengetahui dimana Gerson bekerja, Loren langsung menelpon Gerson dan menyuruh pria itu untuk pulang, tapi Gerson tidak mau mendengarkan Loren, sebab pria itu tidak mau membuat masalah di hari pertamanya bekerja.
Apalagi sia sudah bertemu langsung dengan pria bernama Abinanyu, jadi dia tidak mau mengecewakan Abimanyu.
Oleh sebab itu, ketika Loren dan Cristian kembali ke rumah, keduanya tidak mendapati gerson di rumah tersebut, jadi Loren sangat panik meraih ponselnya untuk menelpon Gerson.
Drrrt drrrt drrrt....
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..
Tut!
Loren dengan cemas mematikan ponselnya sembari menatap suaminya, "Bagaimana ini? Ini sudah jam pulang, tapi pria itu belum kembali ke rumah, dan bahkan ponselnya tidak aktif," ucap Loren dengan sangat cemas.
Christian tidak mengatakan apapun, tetapi pria itu langsung membawa Loren ke pelukannya.
Loren memejamkan matanya di dalam pelukan suaminya, "pria itu membawa masalah untuk mu, tapi aku tidak bisa mengabaikannya karena dia adalah sepupuku. Di adalah keluarga satu-satunya yang berhubungan darah denganku." Kata Loren dipenuhi kecemasan pada Gerson.
__ADS_1
"Aku tahu, aku akan mencari cara untuk membawa pulang sepupumu." Kata Christian menenangkan Loren.
"Terima kasih," ucap Loren merasa lebih baik setelah mendengar ucapan suaminya.
Jadi setelah percakapan itu, Christian membiarkan Loren pergi ke kamar untuk beristirahat, sementara Christian langsung menyuruh Ransi untuk menemuinya di ruang kerjanya.
Saat itu, Ransi masih sedang lembur di kantor dan dia tiba-tiba mendapat pembatalan beberapa proyek dari klien mereka.
Ransi langsung menyuruh seseorang untuk menyelidiki alasan pembatalan proyek itu, sementara dirinya berkendara ke kediaman Christian untuk menemui Christian.
Tok tok tok...
Segera, pintu kerjanya terbuka menampakan Ransi yang telah datang untuk menemuinya.
"Tuan," ucap Ransi yang kini berdiri tegap di depan Christian yang sementara duduk di kursi kerjanya.
"Buat Gerson menyadari kesalahannya, lalu Abimanyu, bagaimana perkembangan perusahaannya di negara ini?" Tanya Christian.
__ADS_1
Ransi mengepal erat tangannya sambil menelan air liurnya.
Pria itu mengumpulkan keberanian dan tenaganya dalam waktu satu helaan nafas, lalu berkata, "Baru saja, 3 proyek kita telah mereka rampas dengan--"
Christian mengangkat wajahnya sembari melemparkan tatapan tajamnya membuat Ransi tak mampu meneruskan ucapannya.
Setelah beberapa detik, "lalu?" Tanya Christian dengan suara berat yang menekan punggung dan tenggorokan Ransi.
Butuh tenaga ekstra hingga mengeluarkan banyak keringat barulah Ransi bisa membuka mulutnya.
"Saya telah menyelidikinya, mereka mengancam kelemahan partner bisnis kita agar mereka membatalkan kerjasama dengan kita, lalu menandatangani kontrak dengan mereka. Orang-orang itu bahkan tidak segan untuk membayar denda yang kita berikan pada mereka hanya demi membatalkan kontraknya." Ucap Ransi.
"Kalau begitu, biarkan apa yang mereka lindungi tak dapat di selamatkan. Buat ketiga orang itu menjadi peringatan untuk para klien yang lain." Ucap christian yang merasa kesal pada orang-orang kecil yang selama ini ia tolong kini berbalik menghianati nya dan berpaling pada musuh besarnya.
"Baik Tuan, lalu bagaimana dengan perusahaan Abimanyu? Haruskah saya--"
"Tekan dia seperti yang sudah dilakukan pada seluruh klien kita. Akan bagus kalau dia juga kehilangan seluruh partner bisnisnya." Ucap Christian penuh amarah.
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab Ransi bernafas lega, dia sudah khawatir bahwa Christian akan memberinya hukuman karena dia sudah tidak becus menangani masalah Abimanyu, tapi ternyata,, dugaannya salah besar!!!
'Ada apa dengan tuan hari ini? Tidak seperti dirinya yang biasa dengan gampang memberikan hukuman, apakah ada sesuatu yang mempengaruhinya?' Pikir Ransi dalam hati, ia merasa bingung dengan sikap Christian yang tiba-tiba kehilangan kekejaman nya.