
Setelah meninggalkan Bian dan Vionita, Andreas berdiri sesaat di ruangannya.
Dia sedang berpikir untuk mengizinkan Loren menemui dua orang itu atau tidak, bagaimanapun, kalau terjadi sesuatu pada Loren, maka dialah yang akan dibabat habis oleh Christian.
Namun di ruang desain, Mia berlari dari luar mengejutkan semua orang.
"Kak Vionita ada di sini bersama kekasihnya!!! Mereka sedang bertemu dengan CEO!!" Seru perempuan itu langsung menarik perhatian semua orang.
"Apa?!! Mengapa desainer kenamaan itu ad ada sini?" Mentari bertanya dengan perasaan aneh.
Jelas-jelas perusahaan mereka sedang bersaing, tapi mengapa malah datang bertamu?
"Jangan-jangan mereka gemari untuk mencari gara-gara!!" Kata Siren menutup mulutnya sembari menoleh pada Loren yang terdiam di kursinya.
"Lanjutkan pekerjaan kalian," ucap Loren berdiri meninggalkan ruangan itu diikuti tatapan semua orang.
"Aku harap tidak terjadi keributan dan tidak ada lagi masalah yang menimpa perusahaan kita." Komentar Mentari yang merasa cemas.
Loren berjalan ke ruangan CEO.
Tok tok tok...
Suara ketukan pintu menghentikan langkah Andreas yang sedari tadi bolak-balik mencari keputusan yang tepat.
"Masuk," katanya.
__ADS_1
Loren langsung masuk ke ruangan Andreas lalu melihat pria itu menatapnya dengan lekat.
"Aku dengar Tuan Bian dan Nona Vionita datang kemari, Apakah ada suatu masalah?" Tanya Loren.
Dia tahu kedua orang itu tidak mungkin datang ke perusahaan mereka jika tidak bersangkutan dengannya.
Andreas menghela nafas, "Ya, dia ingin bertemu denganmu," ucap Andreas. Biar Loren sendirilah yang memutuskan untuk menemui mereka atau tidak.
"Baiklah, aku akan menemuinya," ucap Loren segera keluar dari ruangan Andreas sembari mengepal erat tangannya yang mulai basah.
'Jangan gugup,, kau bukan Loren yang dulu lagi, tidak boleh memperlihatkan kelemahanmu di depan orang-orang itu!' Loren mengeluarkan tekadnya, ia berusaha menenangkan debaran jantungnya.
Setelah tiba di depan pintu ruangan pertemuan, Loren menghirup nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan.
'Ingat kata Christian, mereka bukan orang yang patut menekanku! Tidak layak!!'
Deg!
Bian merasakan debaran jantungnya seperti dipompa dengan kuat saat melihat perempuan di depannya.
Benar-benar Loren yang ia kenal,,, masih cantik seperti dulu sebelum perempuan itu berubah menjadi perempuan gemuk.
Tapia sekarang, lebih dewasa, seperti bunga yang mekar di musim semi,, indah.....
"Halo, selamat siang," ucap Loren dengan suara lembut disertai senyum manis yang menampakan 2 lesung pipinya.
__ADS_1
Vionita yang melihat bagaimana Loren bersikap sangat tenang dan tersenyum sangat cantik di depannya langsung menoleh pada Bian.
'Sial...! Dia memang masih menyukai Bian, buktinya dia sengaja memperlihatkan wajah seperti itu untuk menggoda kekasihku!!!' Marah Vionita dalam hati.
Perempuan itu mengepal erat tangannya saat melihat Bian benar-benar terpaku pada perempuan yang kini duduk di depan mereka.
"Kak Bian," katanya mengulurkan tangannya memeluk lengan Bian hingga membuat Bian tersadar.
Pria itu melihat Vionita lalu tersenyum mengelus rambut Vionita.
Loren yang melihat pertunjukan itu hanya ingin memuntahkan seluruh isi perutnya dengan aroma busuk cinta yang datang disebar oleh dua sumber kebusukan di depannya.
'Apakah mereka datang untuk memamerkan kemesraannya? Hah,, menggelikan!!' pikir Loren dalam hati kini tanpa sadar tangannya sudah tidak berkeringat lagi dan dia tidak gugup lagi berada di depan 2 orang itu.
Yang ada di hatinya hanya sebuah cibiran pada dua orang di depannya, berharap pertemuan itu segera diakhiri.
Dia tahu, Vionita ada sengaja datang membawa Bian untuk membelanya sekaligus memberitahukan padanya bahwa Bian yang dulu mengejar-ngejarnya kini sudah menjadi milik Vionita.
Tapi apakah itu penting baginya? Konyol!!!
Dia sudah memiliki Christian disisinya, jadi orang rendahan seperti Bian,,, sedikitpun tidak bisa dibandingkan dengan Christian!!!
@Interaksi
__ADS_1
Udh buka mata, tapi matanya terhalang kabut cinta milik Vionita,, kayak reders yang nyinyir minta novel ini segera di tamatin, matanya ketutup pas ngetik, makanya jadi salah tulis di kolom komentar,, niatnya bilang 'novelnya bagus' taunya malah,,,,???? 🤭🤭🤭✌️✌️✌️✌️