
Setelah ciuman yang memalukan di kamar Christian, Loren berlari ke kamarnya dengan air mata menggenangi pipinya.
Hal itu membuat Ransi sangat terkejut dan berpikir bahwa Christian sudah menganiaya Loren.
Pria itu mengejar Loren ke kamarnya dan membujuk Loren supaya membuka pintu.
Tapi Loren tidak mengacuhkannya.
Sementara Christian, pria itu duduk sembari memejamkan matanya mengingat Bagaimana bisa dia tertipu oleh kecantikan Loren.
'Aku pasti seperti ini karena dia memiliki lesung pipi yang sama dengan gadis itu. Tapi pelajar SMP, dimana kamu?' ucap Christian memijat keningnya yang terasa berdenyut.
Dia sudah melakukan berbagai cara untuk mencari pelajar SMP yang pernah menyelamatkannya dulu tetapi sampai sekarang dia tidak pernah menemukan informasi apapun mengenai pelajar itu.
Akhirnya tidak tahan berpikir lagi, Christian lalu meninggalkan seluruh pekerjaannya dan memutuskan untuk tidur.
Dalam tidurnya yang lelap dia tiba-tiba bermimpi kembali ke masa lalu dan bertemu dengan gadis remaja yang pernah menolongnya.
"Hah,, hah,, hah,, hah,," Christian berlari ketakutan menghindari beberapa orang yang sedang mengejarnya.
Orang-orang itu membawa senjata di pinggang dan tangan mereka, semua senjata itu menakutkan dan dibawa untuk melukainya.
"Hah,, hah,, hah,," Christian berbelok ke sebuah lorong sempit dan berusaha mengelabui orang-orang yang mengejarnya dengan beberapa kali berbelok.
__ADS_1
Sayangnya, ternyata dia mengambil langkah yang salah sebab di depannya adalah jalan buntu dan hanya ada seekor anjing kecil yang sedang menggonggong kearahnya karena terkejut dengan orang asing.
"Ibu,," remaja itu berhenti sembari menatap anjing lalu menatap ke belakangnya.
Di sampingnya ada sebuah pintu jadi dia tidak punya pilihan lain selain menggedor pintu itu supaya pemiliknya membukakan nya.
Dor dor dor..
"Tolong!!" Ucap pria itu sembari meneteskan air matanya hingga bercampur dengan keringat di wajahnya.
"Dia pasti di sini!" Terdengar suara dari stamping Christian yang diperkirakan Christian sebagai orang-orang yang mengejarnya.
"Tolong..!" Ucap Christian semakin keras menggedor pintu itu.
Tiba-tiba suara derap langkah kaki yang terdengar buru-buru berjalan mendekati Christian.
Dengan wajah pucatnya Christian melihat ke suara langkah kaki lalu melihat seorang gadis berlari ke arahnya sembari membawa sebuah karton besar.
"Duduk!" Kata gadis itu menekan bahunya hingga Christian jatuh lalu ditutupi karton yang dibawa oleh Gadis remaja itu.
"Diam di situ." Ucapnya.
Dari lubang kecil pada karton, Christian melihat Gadis remaja itu kemudian menggedor pintu.
__ADS_1
"Ibu,, ibu,, aku kembali!" Katanya berteriak ke arah pintu.
Belum saja pintu itu terbuka ketika beberapa pria yang mengejar Christian tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Pria itu berdiri dengan tatapan garang menatap ke arah Gadis remaja.
"Ayah..! Ibu..! Cepat buka pintunya! Aku sudah menemukan karton untuk rumah-rumahku!" Gadis remaja itu kembali berteriak mengabaikan beberapa orang yang berada di dekatnya.
Tiba-tiba pintu yang digedir oleh Gadis remaja itu terbuka memperlihatkan seorang pria berseragam polisi.
"Ayah! Kenapa lama sekali!" Ucap Gadis remaja itu bertolak pinggang menatap sang pria berseragam polisi dengan wajah kesalnya.
Christian yang merasa pengap didalam karton akhirnya merasa lega kala melihat beberapa pria yang mengejarnya sudah mundur perlahan-lahan saat melihat pria berseragam polisi.
Ketika para pria itu pergi, sang polisi itu kemudian bertanya "Siapa kau?!"
Gadis remaja yang menolong Christian langsung tersenyum menunjukkan dua langsung pipinya lalu membungkuk pada sang polisi.
"Terima kasih telah menyelamatkan kami." Ucapnya.
"Hei, keluarlah." Tiba-tiba suara Gadis remaja itu saat mengangkat karton yang menutupi Christian.
"Sekarang sudah aman." Lagi kata gadis itu dengan senyum yang sangat indah.
__ADS_1