Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2. 148


__ADS_3

Satu minggu kemudian Loren dan Christian beserta Gerson mengantar Davin dan Bianca yang akan kembali ke negara M.


Perpisahan haru itu membuat Loren menangis begitu lama di bandara hingga ketika mereka kembali matanya menjadi sangat bengkak.


"Astaga,, lihat matamu," Christian menghembuskan nafasnya dengan panjang menatap mata istrinya yang tampak begitu berantakan.


Sudah satu minggu terakhir ini perempuan itu terus saja menangis setiap hari hanya karena sebuah alasan kecil yang membuat hatinya terasa sedih, lalu menangis sampai berjam-jam.


Hal itu membuat Christian sangat khawatir akan kesehatan mata istrinya, jadi dalam perjalanan dia memutuskan untuk singgah ke rumah sakit memeriksa kesehatan mata istrinya.


"Sayang, aku bilang aku baik-baik saja!!" Ucap Loren yang sebenarnya malas memasuki gedung rumah sakit, karena dia takut jika dia diperiksa dan sebuah penyakit pada tubuhnya akan diketahui.


Tetapi Christian menggelengkan kepalanya, lalu dengan cepat menggendong istrinya ke dalam rumah sakit dan menemui dokter mata.


Setelah diperiksa secara teliti, dokter mata kemudian memberi resep vitamin mata untuk Loren.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja, cukup konsumsi vitamin ini saja." Kata Sang dokter memberikan resep vitamin lalu kedua orang itu meninggalkan poli mata.


"Sudah kubilang kan semuanya baik-baik saja," kata Christian sembari merangkul istrinya dan mengajak rambut perempuan itu.


Loren terkekeh akan kebodohannya, "he he... Aku hanya takut kalau aku tiba-tiba sakit dan akan merepotkanmu lagi!" Tegas Loren sambil memeluk suaminya membuat kedua orang itu berhenti di tengah jalan hingga orang-orang yang lalu lalang kemudian memandangi mereka.


Tetapi Christian sama sekali tidak mengharapkan pandangan orang-orang, dia hanya fokus memeluk istrinya sampai akhirnya Loren mendongak menatapnya.


"Sayang, Bagaimana kalau kita mengambil hasil pemeriksaan ku yang terakhir kali itu?" Tanya Loren menatap suaminya sebab dia merasa bahwa dirinya baik-baik saja dan tidak mungkin mewarisi penyakit bawaan dari orang tuanya.


Christian menganggukkan kepalanya lalu kedua orang itu segera pergi ke bagian informasi untuk mendapatkan hasil pemeriksaan Loren.


"Silakan temui dokter untuk mendapatkan penjelasan hasil pemeriksaan Nyonya," ucap sang petugas ketika dia sudah menyerahkan amplop kepada Christian.


"Baik, terima kasih," ucap Christian lalu dia membawa istrinya untuk menemui dokter.

__ADS_1


Sembari menunggu giliran mereka untuk bertemu dengan dokter, maka Christian diam-diam membuka amplop di tangannya lalu membaca hasil pemeriksaannya.


Sementara Loren, perempuan itu tidak memperhatikan apa yang dilakukan oleh suaminya, karena dia hanya memeluk suaminya sambil memejamkan matanya, berharap mencuri tidur di sela-sela waktu menunggu mereka.


Begitu Christian melihat hasil pemeriksaan yang tertera di surat tersebut, ia mengepalkan tangannya.


'Bagaimana mungkin,,,' ucap Christian dalam hati sembari menatap istrinya yang tertidur dipelukannya, lalu pria itu memejamkan matanya dan berusaha menenangkan dirinya.


Karena dia takut Loren akan semakin gelisah ketika mengetahui bahwa dia benar-benar menuruni penyakit dari orang tuanya, maka Christian mengambil ponselnya dan diam-diam mengirim pesan pada Ransi agar pria itu mengatur ucapan dokter yang akan mereka temui.


Maka setelah bertemu dengan dokter dan kembali ke rumah, Loren tampak begitu bahagia, perempuan itu bersenang dengan ria sembari memainkan jari-jari tangan suaminya.


"Ternyata kita hanya khawatir saja," kata perempuan itu sambil tersenyum menatap suaminya.


Christian mencium kening Loren sembari berkata, "Bukankah sudah kubilang bahwa kau itu baik-baik saja, dan akan selalu baik-baik saja."

__ADS_1


"Iya,," jawab Loren sembari tersenyum dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya, beserta tangan perempuan itu terus-menerus memainkan tangan suaminya.


Namun tidak disadari perempuan itu bagaimana Christian yang menatapnya, tatapan penuh kesedihan karena tidak menyangka bahwa istrinya akan kembali menderita oleh sebuah penyakit.


__ADS_2