
Chataline tiba di ruangan Manager Liu, perempuan itu langsung duduk tanpa menghiraukan manajer yang sedang bekerja.
"Kak Chataline, ada apa?" Zaidan bertanya penuh kecemasan.
Chataline yang ia lihat pagi ini benar-benar berbeda dengan yang biasanya.
"Diamlah, aku sedang berpikir," ucap Chataline memikirkan sikap Marina yang tiba-tiba saja berubah.
Baru kemarin perempuan itu tampak tak berdaya di hadapannya, tapi sekarang sudah mengelunjak seperti itu.
'Apa mungkin dia tahu sesuatu?' Chataline begitu khawatir kalau perempuan itu mengetahui bagaimana dia sudah diperbudak oleh pamannya untuk melayani pria-pria hidung belang.
'Sial!! Aku harus melakukan sesuatu untuk terbebas dari paman. Tapi bagaimana aku melakukannya kalau videoku yang bersama dengan pria tua bangka itu ada di tangannya?' Chataline merasakan tubuhnya bergetar akibat kemarahan pada pamannya.
Zaidan memperhatikan Chataline yang tampak cemas, pria itu dengan hati-hati berkata, "Kak Chataline kalau ada masalah bisa ceritakan padaku. Aku akan membantu Kak Cahtaline membereskannya."
Ucapan saidan langsung memancing perhatian manajer Liu yang sedari tadi fokus pada laptopnya, perempuan itu menatap dua orang yang ada di sofa lalu berjalan mendekatinya.
"Apa kau khawatir dengan designer Loren yang tiba-tiba menduduki posisi nomor 3 di voting agensi kita?" Tanya manajernya sembari memperhatikan Chataline yang tampak memejamkan matanya.
Dua orang di situ bisa tahu bahwa saat ini Chataline sedang berusaha menenangkan dirinya.
Beberapa saat kemudian Chataline membuka matanya lalu berkata, "Hah,, ini hanya masalahku dengan pamanku, sesuatu sedang terjadi di keluarga kami. Bolehkah aku mendapatkan libur hari ini?" Tanya Chataline berbohong.
__ADS_1
"Ah,, begitu ya. Tapi aku hanya bisa memberimu libur selama satu hari karena besok kau harus melakukan pemotretan. Anggap saja hari ini kau bisa beristirahat." Ucap Manager Liu.
"Terima kasih Kak Liu." Ucap Chataline lalu perempuan itu mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ruangan Manager Liu diikuti Zaidan.
Begitu tiba di lobby apartemennya, Chataline menyuruh Zaidan untuk pulang beristirahat, jadi dia sendirian menaiki apartemennya.
Namun, betapa terkejutnya dia saat melihat pamannya sedang berada di apartemennya bersama dua orang pria.
Tubuh perempuan itu langsung bergetar sembari memegang erat-erat tas miliknya.
"Oh, ini dia, keponakanku sudah kembali." Ucap Gunawan mendekati Chataline.
Chataline sangat ingin kabur, tetapi tubuhnya seolah membeku.
Bahkan ketika Gunawan merangkulnya ke arah dua orang itu, dia hanya bisa menurut.
"Wah,, jadi ini yang tuan Gunawan maksud,,, dia memang terlihat seperti model." Salah seorang pria yang wajahnya dipenuhi keriput mengangguk-angguk menatap Chataline dari atas sampai bawah.
Sorot mata pria itu tampak ingin memakan Chataline.
'Sial!! Seharusnya tadi aku tidak perlu meminta cuti, tapi sekarang aku tidak bisa kabur.' umpat Chataline dengan tangannya terkepal erat gemetaran.
"Ah,, sepertinya tuan Baron sudah tidak sabar, kalau begitu aku akan mempercayakan keponakanku pada kalian." Kata Gunawan sembari tersenyum.
__ADS_1
"Tentu, kami akan menjaganya dengan baik." Ucap Tuan Baron.
Melihat pamannya hendak pergi, Chataline dengan cepat menggulurkan tangannya memegang lengan pria itu.
Gunawan menghentikan langkahnya lalu menatap Chataline.
Gunawan menghela nafas lalu melihat dua orang yang masih duduk di sofa.
"Tunggu sebentar, sepertinya keponakanku perlu sedikit pemahaman." Ucap Gunawan menatap dua orang yang sudah tampak tidak sabar untuk menikmati Chataline.
"Ah tentu,, kami akan menunggu." Ucap Tuan Baron lalu membiarkan dua orang itu memasuki sala satu kamar di apartemen tersebut.
Begitu pintu ditutup, Chataline langsung didorong ke tembok dengan tangan Gunawan mencengkram erat dagu dan pipi Chataline.
Gunawan menatap tajam Chataline, "Dengar ya,,, kau harus membalas apa yang sudah kau lakukan hingga aku dipecat dari pekerjaan ku. Sekarang, bagaimana pun aku melamar pekerjaan, aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan.
"Dan perusahaan keluarga kita juga tidak mau memperkerjakanku karena setiap klien sudah diancam oleh Ransi agar tidak mau bekerja sama dengan proyek yang kutangani!!
"Jadi sekarang, lakukan tugasmu dengan baik untuk menghasilkan uang untukku atau videomu akan tersebar ke seluruh penjuru dunia!!" Ucap Gunawan lalu meninggalkan Chataline
Begitu keluar dan menemui dua orang yang sedang duduk, Gunawan langsung berkata, "Silakan nikmati minuman kalian selama beberapa menit lagi, baru masuk ke dalam kamar."
@Interaki
__ADS_1
Iya, Otor emang menyebalkan, karena di kolom komentar otor suka protes, suka ngomong kasar dan suka sok ngatur alur ceritanya!!!👀✌️🤭