
Christian terbangun di pagi hari lalu dia mengecup seluruh wajah istrinya yang terlihat begitu bersinar di pagi hari yang indah itu.
Cup cup cup......
Ciuman bertubi-tubi di daratkan Christian di wajah Loren, dengan perasaan pria itu sangat senang karena sudah 8 bulan 2 minggu kehamilan istrinya, dan perempuan itu belum menunjukkan tanda-tanda gejala penyakit yang begitu berat.
Jadi pria itu berpikir bahwa kehamilan istrinya hanya akan dilalui dengan sedikit rintangan, istrinya tidak akan melupakannya!!!
Namun, pria itu terkejut ketika Loren tiba-tiba membuka matanya lalu perempuan itu langsung mendorongnya.
"Si,,,, siapa kau?!!!" Tanya Loren sembari memperbaiki posisi duduknya, lalu perempuan itu menatap sekelilingnya dan dia merasa sangat asing dengan tempatnya.
"Ini,,, dinana ini???" Loren langsung berdiri dan dengan tubuh gemetar perempuan itu berjalan menjauhi Christian untuk mencari tempat keluar dari kamar itu.
Sikap Loren yang tiba-tiba berubah aneh langsung membuat Christian menjadi sangat takut dan gelisah.
Pria itu dengan hati-hati berkata, "sayangku, kita ada di kamar kita. Apa kau tidak ingat aku? Aku suamimu!"
__ADS_1
Ucapan Christian langsung membuat Loren menata pria itu dengan tatapan tak percayanya lalu dia tiba di pintu kamar mandi dan langsung memutar handle pintu.
Dia hendak berlari keluar dari kamar itu, jadi dia memasuki kamar mandi seperti orang yang hendak melarikan diri, namun ketika dia menyadari bahwa kamar mandi yang luas itu ternyata adalah jalan buntu.
Maka dia kembali membuka pintunya dan terkejut melihat Christian telah berdiri di depan pintu menghalangi jalannya.
"Sayang,, ada apa?" Tanya Christian menatap istrinya membuat Loren semakin takut.
"Pergi kau!!! Menjauh dariku!!" Teriak Loren sambil mendorong Christian lalu perempuan itu bergegas pergi mencari jalan keluar lain dan akhirnya menemukannya.
"To,,, to,, tolong!!!" Teriak Loren yang ketakutan dengan Christian yang terus mengikutinya, jadi perempuan itu berjalan sembarang arah dan terkejut melihat banyaknya pengawal yang memperhatikannya.
"Siapa kalian??? Jangan dekat-dekat!!!" Bentak Loren menatap tajam ke arah para pengawal sembari terus berlari mencari jalan keluar dari tempat itu.
Christian yang melihat hal itu hanya bisa mengepal erat tangannya dengan hati yang begitu cemas, melihat istrinya yang semakin berlari menjauhinya.
'Apa yang harus kulakukan?? Haruskah aku membiarkannya pergi meninggalkan rumah ini???' ucap Christian sambil melihat istrinya yang terus berlari di sekitar taman, berusaha mencari jalan keluar dari tempat itu.
__ADS_1
Christian terus berada dalam keadaan dilema, dia ingin menghampiri istrinya, tapi takut penyakit perempuan itu akan semakin parah jika dia memaksanya. Seperti penjelasan dokter.
Tetapi melihat dari kejauhan seperti itu sangat membuat hatinya teriris-iris, hingga membuat matanya berkaca-kaca menatap istrinya dengan nafas yang tersengal.
"Buka!! Buka!! Tolong!!! Tolong!!!" Loren berteriak-teriak sambil menggedor-gedor pagar dengan sesekali melirik ke belakang, seperti orang yang ketakutan jika ia ketahuan akan pergi dari tempat itu.
Hal itu membuat para pengawal menjadi sangat cemas, jadi salah satu dari mereka menghampiri Christian.
"Tuan," ucap pengawal itu yang menunggu perintah dari Christian.
Beberapa detik Christian terdiam memikirkan ucapan dokter ketika dia berteleponan dengannya, "jika suatu saat nanti Nyonya menginginkan segala sesuatu, maka sebaiknya semuanya harus dipenuhi. Karena memaksakan kehendak padanya akan semakin membuat dia kesakitan dan bisa berakibat fatal pada bagian otaknya yang mengatur memorinya."
Mengingat itu, akhirnya Christian mengenalkan tangannya dan berkata, "bukakan pintu dan perketat pengamanannya!"
"Baik Tuan," jawab pengawal dalam kebingungannya.
Membuat Nyonya keluar dari kediaman???
__ADS_1