Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#109. Punya kekasih yang bisa diandalkan


__ADS_3

"Ada apa?" Loren bertanya pada keempat perempuan itu saat melihat ekspresi mereka yang tampak aneh.


"Itu,, kami tidak membuatnya." Ucap Siren hendak menangis.


Kalau dia tahu Loren menyuruh mereka membuat desain karena akan bertemu dengan Adriana maka dia pasti akan membuatnya dengan sangat baik! Tapi ini..... Apa ini...!!!!


Dia mengabaikannya hingga kesempatannya hilang begitu saja..!!!


Loren tidak mengatakan apapun, perempuan itu hanya mengambil dua desain milik Gio dan mentari lalu menyelipkannya di berkas yang telah Ia siapkan.


"Kak Adriana, ini adalah desain awal yang akan kami tawarkan ke pasaran." Ucap Loren menyerahkan berkas ditangannya yang baru setumpuk desain yang sudah ia siapkan sejak berhari-hari yang lalu.


"Baiklah, aku akan melihatnya jika ada waktu luang. Tapi kita sudah sepakat kan desain yang kemarin kita bicarakan akan kugunakan untuk pameranku." Ucap Adriana mengingatkan Loren pada desain yang pernah diperlihatkan Christian padanya.


Dia sudah memilih beberapa desain Loren untuk ia bawa ke salah satu ajang pamerannya yang akan dilaksanakan di los angeles.


"Tentu saja. Saya akan meminta Elman untuk menyiapkan kontraknya." Ucap Loren.


"Baguslah, kalau begitu Aku harus pergi sekarang." Ucap Adriana segera berdiri.


"Hati-hati di jalan Kak Adriana." Loren pergi mengantar Adriana.


Setelah mengantar Adriana, Loren kembali ke ruangan tim desain dan terkejut melihat Rika, Mia, Siren dan Megi sedang menunggunya di depan pintu.


"Ada apa?" Tanya Loren kebingungan.


Keempat perempuan itu serentak menunduk 90° pada Loren.


"Kak Loren, kami minta maaf, kami sudah bersikap kasar padamu." Megi mewakili keempat perempuan itu berbicara.


Loren mengerjapkan matanya lalu menatap Mentari dan Gio yang sedang terkikik ke arahnya.


"Bukan masalah besar. Ayo kembali bekerja." Ucap Loren segera berjalan kearah kursinya.


"Kak Loren, tapi kalau kami membuat desain, apa Kakak Loren akan menyerahkannya pada Senior Adriana?" Rika bertanya dengan wajah yang cemas.


Ia berharap masih ada kesempatan baginya untuk membuat desain yang akan dinilai langsung oleh Adriana.


Dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah memperbaiki hubungannya dengan Loren! Meski ini sangat menghina, tetapi dia tidak bisa menyepelekannya!


Loren menghela nafas "Aku juga tidak tahu kapan Kak Adriana punya waktu luang lagi untuk melihat desain kita. Hari ini Kak Adriana ada juga datang kemari hanya karena seseorang merekomendasikan nya, jadi..."

__ADS_1


"Tidak masalah, kami akan membuat desain nya saja, tetapi kalau ada kesempatan, Kak Loren harus berjanji pada kami bahwa Kak Loren harus menyerahkan desain kami pada Senior Adriana untuk dilihat." Ucap Rika.


"Baiklah." Jawab Loren membuat keempat perempuan yang terlihat murung kini bernafas dengan lega.


"Tadi saja merendahkan Nona Loren, sekarang malah menjilat-jilat setelah tahu Nona Loren memiliki hubungan dekat dengan Adriana." Tiba-tiba sindiran dari Mentari membuat keempat orang memperlihatkan wajah masamnya.


"Sudah, kalian buatlah desain dengan tema musim panas, aku akan menghadiri rapat internal perusahaan." Ucap Loren saat melihat keempat perempuan yang selalu menyinggung nya itu hendak berdebat dengan Mentari.


"Baik Kak Loren," keempat perempuan itu langsung menjawab dengan bersemangat lalu mengikuti pandangan mereka ke arah Loren yang keluar dari ruang desain.


Setelah pintu tertutup Siren langsung memukul meja dengan keras.


Brak..!!!


"Hei Mentari, kau mencari gara-gara dengan kami?!" Teriak Siren melototi Mentari.


"Astaga, mana berani Aku mencari masalah dengan kalian berempat? Tadi itu,, aku hanya mengatakan fakta." Ucap Mentari dengan acuh tak acuh.


"Sialan kau..!! Jawabanmu itu sama saja dengan berkata iya!" Siren hendak menyerang Mentari ketika Rika yang duduk disampingnya langsung menahannya.


"Jangan ladeni dia,, lebih baik membuat desain yang bisa dikagumi oleh senior Adriana." Ucap Rika akhirnya membuat Siren duduk kembali ke tempatnya meski perempuan itu masih menggertakan giginya dan menghela nafas dengan kasar.


Suara pensil yang menari di atas kertas menghiasi ruangan itu sampai ketika Loren kembali memasuki ruangan.


"Bagaimana rapatnya?" Mentari langsung bertanya pada Loren ketika perempuan itu sudah duduk di kursinya.


"Kita punya banyak proyek. CEO baru saja memberitahuku bahwa minggu depan kita akan meluncurkan koleksi pertama perusahaan kita. Aku harap semua orang bisa bekerja sama menciptakan ide desain yang sesuai." Loren membagikan berkas yang ia dapat dari tim perencanaan.


"Semua informasi tentang tema dan detailnya sudah tercantum di sana. Kita akan libur dua hari supaya kalian bisa fokus pada desain kalian. Jumat depan kita akan memutuskan 10 desain yang terpilih untuk peluncuran koleksi pertama kita." Ucap Loren.


"Baik!!" Mentari menjawab dengan sangat bersemangat.


"Apakah masih ada pertanyaan lain?" Tanya Loren.


Rika langsung mengangkat tangannya "Itu, kapan kami bisa menyerahkan desain yang akan diberikan pada senior Adriana?" Tanyanya.


"Ya, itu,, Aku juga belum tahu kapan aku bisa bertemu Kak Adriana. Aku akan memberitahu kalian kalau aku sudah punya info." Ucap Loren segera berdiri mengambil tasnya.


"Setelah jam makan siang kalian boleh pulang dan bersantai. Ingat, hari Jumat datang tepat waktu." Ucap Loren melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Dia sudah membuat janji dengan Christian kalau mereka akan makan siang bersama.

__ADS_1


Semua anggota tim memandangi Loren.


"Nona Loren terlihat seperti pemimpin tim yang luar biasa. Astaga,,, aku tidak percaya dengan yang kulihat barusan,,," Mentari tersanjung, dia pikir Loren akan mengacaukan tim mereka, tapi ternyata Loren juga bisa bersikap profesional.


Ketika Loren tiba di lobby, seorang pengawal sudah menunggu Loren lalu menuntun Loren ke dalam mobil untuk pergi menemui Christian.


Hanya sekitar 20 menit dalam mobil lalu mereka segera tiba di gedung pencakar langit yang merupakan kantor Christian.


'Mengapa aku ke sini?' Loren melihat area kantor dengan cemas, bagaimana kalau ada orang yang melihatnya dan hubungan mereka terbongkar?


Statusnya belum cukup baik untuk bersanding dengan Christian.


"Silahkan ikuti saya." Sang pengawal menuntun Loren kek lift khusus yang membawa Loren langsung ke lantai yang merupakan lantai ruangan Christian.


"Kau sudah datang?" Christian langsung melepaskan pekerjaannya saat melihat Loren memasuki kantornya.


"Wahh, kantor tuan sangat besar." Itulah yang pertama kali dikatakan oleh Loren saat ia terpukau dengan kantor pria itu yang sangat nyaman.


"Bukannya mengagumi kekasih mu kau malah mengagumi ruangan ini?" Christian memperlihatkan wajah merengek nya lalu menarik Loren ke dalam pelukannya.


"Bagaimana hari pertama mu bekerja?" Langsung tanya Christian saat ia berhasil memeluk Loren.


"Berkat Tuan semuanya berjalan lancar. Terima kasih." Kata Loren.


"Hmm,, Aku hanya tidak bisa melihatmu ditindas oleh mereka." Ucap Christian.


Dia sengaja menyuruh Adriana ke sana supaya Loren tidak kewalahan menghadapi semua perempuan-perempuan menyebalkan itu. Beraninya menindas kekasih seorang Christian baltasar!


"Saya tahu, tapi lain kali tidak perlu membantu saya lagi. Saya takut nanti saya malah terus bergantung pada Tuan." Ucap Loren sembari menatap Cristian dengan tatapan memohon.


"Baiklah, tapi kalau kau sudah tidak sanggup lagi menahan semua masalah, kau harus ingat kalau kau punya kekasih yang harus diandalkan. Mengerti?!"


"Siap Tuanku!!" Ucap Loren bersemangat.


@Interaksi



Makasih ya.... Otor selaku usahakan menghibur kalian,, ya kecuali kalo ada halangan yang tak bisa di tinggalkan.. jangan lupa baca novel otor yang lain ya.....


__ADS_1


__ADS_2