
Benar,, kalau Loren benar-benar dibuang ke luar negeri, maka perempuan itu tidak mungkin berakhir seperti ini.
Dari perubahan Loren pada tubuhnya dan juga saat ini, perempuan itu memiliki dukungan dari seseorang. ..
Tentulah itu berasal dari seorang pria!!!
Melihat Bian hanya diam, Loren kemudian menghela nafas, "Hah sudahlah,, apapun yang kukatakan tidak akan kau percaya, karena satu-satunya orang yang kau percayai adalah perempuan yang ada di pelukanmu itu. Oya,, satu hal lagi yang ingin kukatakan, Bian,, tentang apa yang kita bicarakan kemarin malam,, aku harap kau tidak mengatakannya pada siapapun, termasuk keluarga Sinaga.
"Aku bisa mengatakan semuanya sendirian, jadi tolong untuk menutup rahasia itu." Kata Loren lalu berbalik meninggalkan kamar itu.
Vionita memikirkan ucapan Loren dalam hati,, 'Kemarin,, kemarin mereka bertemu? Rahasia apa yang mereka bahas??' Vionita merasa sangat cemas.
Mungkinkah kemarin Loren kembali menggoda Bian??
Lalu,, mungkinkah dua orang itu sudah menyembunyikan hubungan mereka di belakangnya?
Vionita tidak bisa berpikir dengan jernih perempuan itu merasakan kepalanya berdenyut,,, mana yang benar dan mana yang salah???
"Sudah,, jangan menangis lagi, kau harus menjaga emosimu supaya bayi kita tetap sehat." Ucap Bian.
"Baik,,," jawab Vionita meski Sebenarnya dia benar-benar tidak bisa untuk menenangkan dirinya. .
__ADS_1
Mengapa Bian dan Loren memiliki rahasia??
Lebih tepatnya,, rahasia apa itu.?
Sementara Vionita terus bertanya-tanya, Loren sudah tiba di lobby rumah sakit, perempuan itu berjalan ke tempat parkir menaiki mobil.
Dia terkejut saat masuk ke mobil dan melihat Christian sudah duduk di sana.
"Tuan,," katanya mendekat kearah Christian yang tersenyum padanya.
"Kamu baik-baik saja?" Langsung tanya Christian sembari memeriksa perempuan itu.
Saat ia mendengar dari sang sopir bahwa Loren datang kerumah sakit di mana Vionita dirawat, pria itu langsung bergegas ke sana untuk memastikan Loren tidak dilukai oleh Bian dan Vionita.
"Biarkan saja,, lagipula mereka akan kembali ke negaranya, jadi tidak akan ada lagi yang menghasutmu di sini." Ucap Christian.
"Ya, tapi saya berharap saya bisa segera kembali ke negara saya untuk mengunjungi makam ibu dan ayah saya. Apakah saat itu Tuan mau mengantar saya?" Tanya Loren sembari mendongak melihat Christian.
"Tentu saja,, aku pasti akan mengantarmu." Ucap Christian.
"Terima kasih Tuan," jawab Loren merasa bahagia.
__ADS_1
"Jangan terus berterima kasih padaku, ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang kekasih." Ucap Christian.
...
Kediaman keluarga Sinaga.
Kakek Perry sedang menikmati teh di pagi hari ketika asistennya tiba-tiba mendatanginya dengan sebuah berita yang mengejutkan pria itu.
"Apa-apaan ini?!!" Teriaknya ketika dia melihat berita mengenai Vionita yang melakukan plagiat di luar negeri.
"Seperti yang Tuan lihat, Nona Vionita tersangkut kasus plagiat dengan seorang desainer di luar negeri." Ucap Sang asisten saat melihat pria di depannya benar-benar tidak percaya dengan berita yang baru saja ia sampaikan.
Kakek Perry terdiam beberapa saat lalu menggerakkan bibirnya,"Lalu bagaimana masalahnya??" Tanyanya.
"Saya sudah menghubungi Tuan Bian dan dia memastikan bahwa mereka akan segera kembali ke dalam negeri. Masalah ini sudah ditangani oleh kedutaan negara kita dan pengacara bisa menjamin bahwa Nona Vierra akan bebas setelah membayar berapa denda yang ditetapkan oleh kedutaan." Ucap Sang asisten.
Kakek Perry tampak tidak puas, "Hah!! Tapi ini,, Apakah dia benar-benar melakukan plagiat?! Bukankah cucuku adalah seorang pendesainer yang sangat hebat? Dia sudah berkarya selama berapa tahun. Mengapa baru sekarang?"
"Bukti-bukti sudah diselidiki dan memang benar Nona Vionita melakukan plagiat terhadap salah seorang designer bernama Loren di luar negeri." Jawab sang asisten langsung membuat kakek peri mengerikan keningnya dengan tatapan tajam menatap asistennya.
"Loren?!" Pria itu bergetar mendengar nama yang mirip dengan mana cucunya.
__ADS_1
"Ya, Loren dari LC," jawab Sang asisten.