
Akhirnya, sesuai dengan kesepakatan mereka di pagi hari maka pada malam harinya Loren menunggu Christian untuk menjemputnya di hotel.
Tepat pada pukul 6.30 malam, Christian akhirnya memasuki kamar sembari membawa beberapa paper bag di tangannya.
"Apa yang Tuan bawa?" Loren bertanya dengan bingung karena tidak biasanya pria itu membawa sesuatu ketika kembali dari luar.
"Pakaian untuk mengunjungi keluargamu," ucap Christian meletakkan paper bag tersebut di meja.
Lorent yang merasa heran langsung membuka paper bag tersebut dan melihat pakaian pakaian tanpa merek yang ada di dalamnya.
Christian tidak pernah memakai baju-baju seperti itu jadi melihat pria itu membelinya, Loren keheranan lalu menatap Christian, "Untuk apa ini?" Tanyanya.
"Kau bilang tidak mau memperkenalkan khusus sebagai Christian Bhaltazar, jadi aku akan membuat penyamaran supaya aku tidak mempermalukan mu di depan keluargamu." Ucap Christian membuat Lauren tercengang.
Mempermalukan??
Siapa yang mempermalukan siapa?"
"Tuan,, Tuan tidak pernah mempermalukan saya!" Katanya sambil mengerutkan keningnya.
Tersenyum pada Loren, Christian menarik Loren ke pelukannya dan berkata, "Baiklah,, aku hanya becanda."
Loren menghela nafas dengan kasar lalu mendorong pria itu, "Cepat pergi mandi, sebentar lagi Kakak sepupuku akan datang menjemput kita," ucapnya.
Loren menunggu Christian mandi lalu membantu pria itu bersiap, pria itu menggunakan setelan celana jeans panjang dengan baju kaos biasa berwarna hitam.
__ADS_1
Meski pria itu terlihat sangat tampan, tetapi saat ini orang yang dipancarkan Christian sangat berbeda dari yang biasanya.
"Bagaimana? Apakah aku sudah terlihat seperti orang yang biasa-biasa saja?" Tanya Christian sembari mengangkat alisnya.
"Uh,, ya, tapi Vionita dan Bian sudah pernah melihat Tuan, Jadi mereka pasti akan mengenali Tuan." Kata Loren sambil berpikir lalu perempuan itu mengambil beberapa alat make up yang ada di meja riasnya.
"Duduk di sini," ucap Loren menarik Christian ke arah kursi lalu perempuan itu mengaplikasikan beberapa peralatan make up nya ke wajah Christian.
"Nah sekarang tampak sedikit berbeda," ucap Loren memperhatikan wajah Christian dari pantulan cermin.
"Ok, ayo berangkat," kemudian kata Christian lalu kedua orang itu meninggalkan kamar mereka.
Saat tiba di lobby, ponsel Loren berdering memperlihatkan nama pemanggil adalah Daniel.
"Halo Kak," ucap Loren menjawab panggilan itu.
"Ah,, ya, kita bertemu di halte terdekat saja, akan ku kirimkan alamatnya," ucap Loren lalu mereka mengakhiri panggilan itu.
Setelahnya mereka menggunakan taksi ke halte terdekat lalu menunggu Daniel di sana.
Bipp!!
Suara klakson mobil Daniel saat mobil pria itu berhenti di halte Loren dan Christian menunggu.
"Loren!!!" Daniel tampak tak percaya ketika dia keluar dan melihat perempuan yang sangat cantik di depannya.
__ADS_1
Saking cantiknya perempuan itu Daniel sampai lupa berkedip karena terpesona dengan perempuan yang sangat memukau di depannya.
Hal itu membuat Christian menjadi sangat kesal lalu dia dengan sengaja menarik Loren kedalam rangkulannya.
"Apakah dia kakak sepupumu?" Tanya Christian.
"Ah,, ya, dia kak Daniel," ucap Loren.
"Ah,, maaf aku terlalu bersemangat melihatmu," ucap Daniel setelah dia menyadari bahwa pria di samping Loren sedang memperingatkannya.
"Tidak apa, aku juga sangat terkejut melihat Kak Daniel yang sudah banyak berubah," ucap Loren.
Daniel tertawa, "Ha ha ha,, Oya, apa dia,,"
"Dia kekasihku," ucap Loren menoleh pada Christian.
"Perkenalkan saya Christian Saint, calon suami Loren," ucap Christian tanpa ada niat untuk bersalaman dengan pria didepannya.
Mana mungkin dia menjalin hubungan baik dengan pria yang dengan terang-terangan memperlihatkan kesukaannya pada kekasihnya?
Tetapi Daniel, pria itu mengangguk-ngangguk lalu mengulurkan tangannya pada Christian, "Aku Daniel, kakak sepupu Loren." Katanya.
Christian yang tadinya enggan menerima salaman itu akhirnya mau tidak mau mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Daniel.
"Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang, kakek pasti sudah gelisah menunggu kalian di rumah." Ucap Daniel.
__ADS_1
"Baik," jawab Loren lalu ketiga orang itu memasuki mobil.