Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#257. Menyambut calon menantu


__ADS_3

Rumah keluarga Sinaga.


Vionita dan Yohana baru saja kembali dari luar rumah setelah seharian berbelanja.


Keduanya terkejut saat melihat para pelayan begitu sibuk menyiapkan makan malam yang cukup banyak.


"Ada apa ini? Mengapa ada begitu banyak makanan?" Tanya Yohana memperhatikan meja makan.


"Ah, Nyonya, Tuan Daniel menyuruh kami menyiapkan semua ini karena kita akan kedatangan tamu." Jawab pelayan yang sedang menyiapkan makanan.


"Tamu? Siapa?" Tanya Yohana kebingungan.


Mengapa ada tamu yang datang ke rumah mereka sementara dia sebagai Nyonya di rumah itu sama sekali tidak mengetahuinya?


"Saya juga kurang tahu, tetapi kata tuan Daniel dia adalah tamu yang sangat penting jadi kami disuruh menyiapkan semua masakan yang terbaik." Ucap Pelayan itu membuat Yohana mengerutkan keningnya lalu perempuan itu keluar dari ruang makan.


Yohana memasuki kamar dan melihat suaminya sedang duduk membaca buku.


"Sayang, apa kau tahu tamu siapa yang akan datang ke rumah kita untuk makan malam?" Tanya Yohana sembari duduk di depan suaminya.


Ruben mengalikan pandangannya dari buku yang ia baca lalu menatap istrinya, "Aku tidak tahu kalau ada tamu yang akan datang." Jawabnya.


Yohana tampak diam berpikir, lalu tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata, "Mungkin kah itu calon menantu kita? Apakah Daniel sudah menemukan seorang perempuan untuk ia bawa pulang??" Yohana bersemangat memikirkannya lalu perempuan itu mengambil ponselnya.

__ADS_1


Drrrtt.... Drrrtt.... Drrrtt....


Yohana menunggu dengan jantung berdegup-degup sampai anak laki-lakinya menjawab teleponnya, "Halo Bu?"


"Kau dimana? Apakah kau sedang dalam perjalanan ke rumah untuk membawa calon menantu bagi ibu?" Langsung tanya Yohana ketika dia mendengar suara putranya.


"Apa maksud ibu?" Tanya Daniel yang sementara menyetir.


"Jangan berpura-pura untuk memberi kejutan lagi, Ibu sudah mendengar dari pelayan kalau malam ini kita akan kedatangan tamu penting kau bahkan secara pribadi menyuruh mereka untuk menyiapkan makanan terbaik." Ucap Yohana penuh antusias.


"Ah,, jadi ibu sudah kembali ke rumah? Saat ini aku sedang bersama dengan tamu pentingnya, kami akan tiba sebentar lagi." Ucap Daniel membuat Yohana merasa sangat senang.


"Baik! Kalau begitu ibu akan menunggumu!" Ucap Yohana lalu mematikan panggilan itu dan melihat pada suaminya.


"Jangan terlalu berharap! Aku tidak mendengar dia menyebut orang itu sebagai calon menantu kita," ucap Ruben.


"Terserahlah katamu,, aku akan mengganti bajuku untuk menyambut calon menantuku." Yohana berlari ke lemari mencari pakaian terbaik untuk menyambut calon menantunya.


Selama dia hidup, dia terus memperingatkan putranya agar pria itu mencari seorang calon istri yang berasal dari keluarga yang lebih kaya dari mereka.


Jadi ketika mendengar Daniel akan membawa pulang calon menantu mereka, maka dia merasa sangat senang.


Setelah berganti pakaian, perempuan itu berlari ke kamar putrinya dan melihat Vionita sedang memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Putriku, Ayo cepat kenakan pakaian yang tadi kita beli. Kita harus menyambut calon menantu keluarga kita!!" Ucap Yohana sangat bersemangat membuat Vionita menatap ibunya dengan wajah kesal.


"Ibu, Aku baru saja mendapat kabar Kalau Loren sudah kembali ke dalam negeri." Ucap Vionita mengejutkan Yohana hingga perempuan itu langsung mendekati putrinya.


"Bagaimana bisa? Lalu bagaimana?" Tanya Yohana.


"Aku tidak tahu Bu! Bukankah Ibu bilang kalau Ibu sudah menyuruh seseorang untuk memperhatikannya di luar negeri? Mengapa kita baru tahu sekarang?" Tanya Vionita.


"Ah,, ibu memang melakukannya, orang-orang suruhan Ibu pun mengatakan bahwa tidak ada satupun penerbangan yang mendaftarkan nama Loren." Ucap Yohan merasa bingung.


"Mana mungkin begitu?! Lalu bagaimana bisa Loren kembali ke dalam negeri tanpa ketahuan oleh orang-orang ibu?" Tanya Vionita.


"Ya,, mereka sudah memastikan bahwa tidak ada satupun,,,, kecuali kalau dia menggunakan pesawat pribadi atau kelas VIP yang dirahasiakan." Ucap Yohana.


"Itu tidak mungkin!! Loren tidak akan mampu menyewa kursi ekslusif, apa lagi menggunakan pesawat pribadi. Orang-orang ibu lah yang pasti tidak becus menanganinya." Ucap Vionita dengan kesal.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Yohana berpikir dengan cemas.


"Apalagi? Kita harus mencari keberadaan Loren di ibukota dan mencegah dia datang ke keluarga Sinaga. Ibu tahu 'kan, kakek selalu condong pada anggota keluarga yang sukses mengharumkan nama baik keluarga. Jadi kalau Loren kembali, kakek pasti akan menjunjungnya dan akan mengabaikanku. Ini tidak bisa dibiarkan!!" Ucap Vionita dengan cemas.


"Iya,, ibu tahu, ibu akan menelpon seseorang untuk mencari tahu keberadaan Loren di ibukota." Kata Yohana menghela nafas.


Dia tidak mungkin membiarkan putrinya diabaikan oleh Kakek Perry karena Loren yang kembali dengan kesusksesannya.

__ADS_1


__ADS_2