Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#72. Suasana hatinya sangat baik


__ADS_3

Hari kedua, Loren bangun pagi-pagi sekali dan menyambut pagi hari itu dengan perasaan yang luar biasa senang.


Wajahnya tampak lebih bercahaya dari hari-hari kemarin dan dia tersenyum-senyum sembari memulai ritual paginya sebab teringat akan hal baik yang terjadi kemarin malam.


Setelah menyelesaikan semua ritualnya di kamar, Loren memperhatikan penampilannya di cermin lalu dengan semangat keluar dari kamar.


"Aku harus membuat sarapan." Kata Loren tersenyum riang keluar dari kamar lalu perempuan itu pergi ke arah dapur.


Dia melihat dapur masih sepi, karena biasanya sarapan di rumah itu memang disiapkan pada pukul 7 pagi dan saat ini masih pukul 6 pagi.


Ketika Loren sedang memilih bahan untuk membuat sarapan seorang kepala pelayan tiba-tiba menghampirinya.


"Nona, sudah ada koki yang bertugas untuk membuat sarapan, sebaiknya Nona tidak perlu repot-repot begini." Ucap kepala pelayan yang begitu takut bila saja nanti Christian memarahi mereka sebab mereka membiarkan Loren bekerja sendirian di dapur.


Bagaimanapun, kemarin malam sebelum Ransi mengambil liburnya pria itu sudah memerintahkan semua orang untuk melayani Loren dengan baik dan memperlakukan Loren sebagai nyonya di rumah itu.


"Tidak perlu, aku bisa melakukan ini, ini menyenangkan dan menghibur juga" ucap Loren.


Kepala pelayan itu tampak tidak senang dengan jawaban Loren, bagaimanapun hidup dan matinya dipertaruhkan di rumah itu.


"Kalau begitu biarkan saya membantu Nona." Ucap Keplaa pelayan yang merupakan seorang perempuan paruh baya dengan rambut yang sudah mulai memutih.

__ADS_1


"Kalau kau memaksa, tolong ambilkan aku beberapa sayur segar di taman." Ucap Loren langsung disanggupi oleh kepala pelayan.


Sang kepala pelayan segera pergi ke taman dan mengambil sendiri sayurnya, beberapa pelayan yang melihat kepala pelayan berlomba-lomba untuk membantu kepala pelayan, tetapi kepala pelayan bersikeras dan tidak mengijinkan siapa pun memasuki dapur selain dirinya.


"Kepala pelayan pasti mencari muka pada Tuan Christian."


"Sepertinya kepala pelayan akan mendapat libur untuk dirinya sendiri." Gosip mereka.


Setelah kepala pelayan kembali ke dapur ia terkejut melihat Christian berdiri di sana sembari menatap Loren yang sibuk memotong-motong buah.


"Tu--" ucapan kepala pelayan langsung terhenti saat melihat Christian memberi tanda pada nya supaya diam.


Lebih terkejut lagi ketika Christian malah mendekatinya dan mengambil keranjang berisi sayuran segar yang ia petik, pria itu bahkan memberinya kode supaya meninggalkan dapur.


"Tolong bantu aku mencucinya." Ucap Loren tanpa memperhatikan Siapa yang datang, dia sangat fokus pada pekerjaannya memotong buah.


Christian langsung mencuci sayuran itu lalu meletakkannya kembali di samping Loren yang kini membuat saus.


"Tolong ambilkan garam," ucap Loren.


"Kecap manis."

__ADS_1


"Lada."


Loren terus memberi perintah bagi Christian sembari perempuan itu fokus pada masakannya.


Barulah ketika masakannya selesai ditata di atas meja lalu Loren berbalik ke belakang "Ambilkan--" Loren terkejut melihat Christian.


"Apa yang kau butuhkan?" Tanya Christian.


"Tu,, Tuan, kenapa Tuan di sini?" Loren tergagap di tempatnya.


Dia pikir orang yang dia suruh suruh untuk mengambil segala sesuatu yang ia perlukan adalah kepala pelayan tetapi sekarang,,,, mengapa berubah jadi Christian?


"Aku membantumu memasak. Jadi apa yang kau pelrukan?" Tanya Christian.


"It,, saya bisa mengambilnya sendiri." Kata Loren dengan wajah memerah lalu dia segera berjalan kearah lemari dan mengambil barang yang ia perlukan.


'Astaga Loren,, kau baru saja memerintah siapa?!' pikir Loren mengutuki dirinya sendiri.


Sementara Christian yang melihat tingkah Loren yang malu-malu, pria itu hanya tersenyum bahagia.


Suasana hatinya sangat baik.

__ADS_1


@Info


Ini BAB bonus untuk yang lagi puasa. Marhaban ya Ramadan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa ❣️❣️❣️


__ADS_2