Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#284. Christian yang terlalu cemburu


__ADS_3

Christian yang diantar Gerson ke dalam kini duduk di salah satu kursi yang tak jauh dari tempat Vionita dan Radit.


"Jadi kau kekasih adik sepupuku, Coba katakan padaku, pelet apa yang sudah Ia berikan hingga kau mau menjadi kekasihnya?" Tanya Gerson yang sangat penasaran.


Loren memang memiliki paras yang cantik, tapi perempuan itu adalah perempuan paling bodoh yang tidak memiliki sedikitpun kepintaran.


Jadi, kalau ada pria yang mau bersamanya maka seharusnya itu hanya melihat saja penampilan Loren, namun jika sudah mengenal Loren yang terlalu bodoh, Gerson yakin semua pria akan menjauhi.


Tapi, jawaban Christian kemudian membuatnya ternganga.


"Akulah yang mengejar-ngejarnya," ucap Christian.


Sesaat Gerson ternganga di tempatnya sebelum tersadar, "Kau yang mengejar-ngejarnya?" Tanya Gerson dengan wajah tak percayanya.


"Ya, Dia perempuan yang sempurna." Jawab Christian dengan senyum penuh cinta membuat Gerson semakin tak bisa memahami pria di depannya.


Jika dia menjadi pria asing, dia tidak akan pernah menyukai Loren sebab perempuan itu benar-benar tak berguna!!


Sangat ceroboh dan hanya bisa menjadi beban.


"Apakah kau tidak kerepotan menanganinya? Dia adalah sepupu yang paling menyebalkan, dia terlalu bodoh dan ceroboh, ketika kami remaja dia adalah orang yang paling sering dimarahi di rumah. Nilai akademiknya sangat buruk dan terlebih dia,, ahhh!!!" Gerson menghentikan ucapannya saat telinganya ditarik oleh seseorang.

__ADS_1


"Berani-beraninya kakak menjelek-jelekkanku di depan kekasihku?!!" Kesal Loren sembari duduk di samping Christian.


Begitu Loren duduk, Christian langsung merangkul perempuan itu dan mencium kepala Loren.


Gerson yang melihat adegan kemesraan itu memegangi telinganya dengan mulutnya yang terbuka menganga.


"Hei sepupu,, Di mana kau belajar ilmu pelet hingga ada pria yang mau bersamamu?" Tanya Gerson.


"Jangan bicara lagi!!! Kau tidak pernah berubah tahu!!" Ucap Loren kesal.


Sejak kecil Kakak sepupunya itu terus mengejeknya, tetapi jika dia berada dalam masalah maka Kakak sepupunya itulah yang selalu membelanya.


Jadi meski mereka selalu terlihat bertengkar, tetapi sesungguhnya mereka berdua saling menyayangi satu sama lain.


"Hehe,, sekarang kakak mengakui bahwa aku cantik bukan?" Loren tersenyum menyengir membuat Gerson menjadi kesal.


"Hanya parasmu saja yang berubah cantik, belum tentu otakmu akan berubah menjadi lebih baik,, pastilah kau masih bodoh seperti dulu dan kau terus merepotkan kekasihmu untuk membereskan setiap kekacauan yang kau lakukan. Iya 'kan?!" Gerson berbicara dengan percaya diri.


"Hah,, terserah saja apa kamu!!" Ucap Loren membuang muka.


"Sudahlah,, kalian duduklah berbincang-bincang aku masih harus menemani ayah dan ibuku menyambut tamu." Ucap Gerson dianggguki Christian.

__ADS_1


Sebelum Gerson pergi, pria itu kembali mendekatkan bibirnya ke telinga Loren, "Hati-hati, kekasihmu mungkin akan meninggalkanmu kalau kau berbuat ceroboh! Cepat pergi ambilkan dia minum." Bisik Gerson lalu menjauh meninggalkan dua orang itu.


Loren tersenyum mendengar ucapan kakak sepupu punya, pria itu sedang mengejeknya tentang suatu kejadian ketika dia masih remaja dan mengambil minum untuk seseorang.


Loren menumpahkan minuman itu di kepala tamu yang ia bawakan minuman!


"Apa yang kakakmu katakan?" Tanya Christian.


"Ah, dia bilang kau mungkin akan meninggalkanku kalau aku terus berbuat ceroboh di depanmu." Ucap Loren tersenyum.


"Kakakmu itu,, dia cukup menarik." Ucap Christian.


"Hah? Dia memang menarik, dulu ketika kami masih tinggal bersama dia terus mengerjaiku, tapi ketika aku dimarahi Dia adalah orang pertama yang membelaku." Ucap Loren tersenyum mengingat kembali masa kecil mereka.


Melihat Lauren tersenyum karena pria lain, hati Christian menjadi sangat kesal pria itu berkata, "Tetap saja, kau tidak boleh dekat-dekat dengannya. Dia mungkin mau merebutnya dariku."


Loren hanya bisa tercengang dengan ucapan Christian, pria itu selalu cemburu dan curiga pada siapapun,, mungkin jika ayah Loren masih hidup maka pria itu akan mencemburuinya juga!


@Info.


Mampir di novel otor yang baru ya......

__ADS_1



__ADS_2