Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 47. Tanpa tepuk tangan


__ADS_3

"Saya akan membukanya sekarang," ucap Heriyani mulai membuka amplop di tangannya dengan semua kamera berfokus padanya.


Orang-orang yang duduk di meja yang dikelilingi oleh Chataline langsung menoleh pada dan mengucapkan selamat.


"Tidak perlu menunggu lagi, aku akan memberikan selamat lebih awal pada Kak Chataline." Seorang perempuan menatap Chataline dengan senyum di wajahnya.


"Iya, semuanya sudah jelas, tentu saja nama yang akan dibacakan oleh Heriyani adalah nama Kak Chataline."


Chatalin tentu saja merasa percaya diri bahwa dirinya lah yang akan disebut namanya, tetapi perempuan itu begitu gugup sebab kabar tentang Christian yang akan berdansa dengan salah seorang pemenang kategori pada malam hari itu. Semua orang akan tahu kalau dia bukanlah wanita pilihan Christian.


"Belum pasti bahwa aku yang memenangkannya jadi tolong simpan ucapan selamatnya untuk nanti." Ucap Chataline dengan tangan terkekal kuat melihat ke atas panggung di mana Heriyani tampak lama memperhatikan surat di tangannya.


"Ah,, Kenapa heriani lama sekali mengumumkannya? Padahal sudah jelas siapa pemenangnya." Salah seorang perempuan yang duduk bersama Chataline menggerutu ke atas panggung.


"Jadi pemenang untuk kategori model terbaik wanita Agensi CB tahun ini adalah, Lorensia Sinaga!!!" Ucap Heriyani dengan suara yang mengandung sorakan kegembiraan.


Sontak, semua orang terkejut dengan pengumuman itu. Tidak ada satupun dari mereka yang bisa mempercayai ucapan Heriyani, jadi Heriani yang berada di atas panggung tampak kikuk melihat reaksi orang-orang.


"Apakah itu benar? Apakah dia salah membaca, atau telingaku salah mendengar?" Orang-orang mulai bertanya-tanya di bawah panggung.

__ADS_1


"Bukankah model terbaiknya seharusnya Kak Chataline, Mengapa Heriyani mengumumkan nama orang lain?" Salah satu perempuan yang duduk di dekat Chataline langsung menoleh pada Chataline dengan kebingungan.


Chataline yang duduk di tempatnya juga kebingungan, ia mengerutkan keningnya menatap ke arah Heriyani yang berada di atas panggung.


"Sekali lagi, saya umumkan kategori model terbaik wanita dari Agensi CB tahun ini ialah Loren Sinaga!" Ucap heriani sembari menoleh ke arah Chataline dengan melemparkan senyumnya.


Senyum tersebut membuat Chataline merasa sangat marah karena dia seperti diprovokasi oleh Heriani.


"Baiklah, Nona Loren Putri Sinaga silakan naik ke panggung untuk mendapatkan piala penghargaannya." Sang pembawa acara menoleh ke arah panggung dengan lampu sorot yang sudah menyinari Loren.


'Astaga,, Mengapa aku merasa bahwa ruangan ini tiba-tiba menjadi sangat dingin?' pikir Loren dalam hati sembari berdiri melemparkan senyumnya ke semua orang-orang yang tampak terheran-heran menatap ke arahnya.


Perempuan itu berusaha mengabaikan mereka dan berjalan ke atas panggung melewati Chataline yang memandangnya dengan tatapan permusuhan.


"Apa yang terjadi? Heriani tidak salah membaca dan tidak salah mengumumkan?"


"Iya,, Bukankah pemenangnya seharusnya adalah Kak Chataline?" Perempuan-perempuan di meja Chataline kini berbicara dengan kebingungan dan rasa cemas mereka melihat Loren yang melangkah ke panggung.


'Bagaimana bisa begini? Mengapa Loren...' Chataline merasa sangat marah karena posisinya kini direbut oleh seorang perempuan yang selama ini dianggap sebagai temannya.

__ADS_1


Tetapi perempuan itu tidak bisa berbuat apa-apa saat Loren sudah tiba di panggung dan mengambil piala penghargaannya.


"Terima kasih," ucap Loren pada Heriyani sembari melemparkan senyumnya.


"Terima kasih kembali," ucap Heriyani tak bisa menyembunyikan rasa senangnya sebab Chataline tidak akan masuk dalam kategori yang akan dipilih oleh Christian untuk berdansa bersama.


Dengan demikian, maka orang yang seharusnya menjadi pasangan Christian adalah dirinya sebagai orang paling senior yang mendapatkan penghargaan.


Loren kemudian berdiri di podium sembari memegang piala di tangannya.


Perempuan itu menatap ke bawah panggung, "Piala ini,, sebenarnya tidak lebih cocok untuk diberikan pada saya. Saya bukanlah model profesional dan tidak pernah menjajaki sekolah permodelan. Namun begitu, karena banyak orang-orang yang mendukung saya, maka saya berterima kasih pada mereka semua, terlepas dari ketidakmampuan saya dalam hal modeling.


"Tidak banyak yang saya sampaikan, tapi terima kasih saya terutamanya untuk suami saya yang terus mendukung saya dalam berbagai hal apapun yang saya lakukan." Ucap Loren lalu menundukkan kepalanya sebagai penghormatan terhadap orang-orang yang melihatnya.


Plok plok plok...


Meski kebingungan, orang-orang tetap bertepuk tangan melihat perempuan yang ada di atas panggung.


"Apa? Suami? Jadi desainer itu sudah menikah? Tapi siapa suaminya?" Banyak orang-orang bertanya karena mereka semua mengenal Loren sebagai perempuan lajang.

__ADS_1


Tidak ada satupun kabar yang mengabarkan perempuan itu telah menikah jadi begitu mengejutkan saat Loren mengatakan seorang suami.


__ADS_2