
HERIYANI AKSAR.
Christian mengerutkan keningnya melihat nama itu, lalu menatap dua pembawa acara, "Apa ini benar?!" Tanyanya.
Dua pembawa acara itu terbengong dengan pertanyaan Christian, apakah salah?
"Maksud Tuan?" Tanya Sem.
"Umumkan ini," ucap Christian membuat pembawa acara langsung menegakkan punggungnya lalu menatap ke bawah panggung.
"Baiklah, namanya sudah dipilih oleh Tuan Christian Bhaltazar sekaligus menjadi orang yang beruntung pada malam hari ini adalah,,, Heriyani Aksar!!!" Seru pembawa acara membuat semua orang langsung bertepuk tangan melihat ke arah heriyani yang naik ke panggung.
Loren yang duduk di bawah panggung merasakan tenggorokannya tercekat dengan kecemburuan memenuhi seluruh hati dan tubuhnya.
Plok plok plok.
Semua orang bertepuk tangan kecuali Loren.
'Beraninya suamiku!!!' Loren merasa sangat kesal, ia langsung berdiri lalu berjalan ke pintu keluar untuk meninggalkan tempat itu. .
Meski awalnya dia tidak mau berdansa dengan suaminya karena tidak mau membuat kesalahpahamannya dengan Chataline semakin panjang, tetapi dia juga merasa sangat kesal saat menyadari suaminya akan berdansa dengan perempuan lain!
__ADS_1
Sementara Heriyani, perempuan itu naik ke panggung dengan perasaan gembira sembari menatap Christian yang tampak dingin di atas panggung.
'Akhirnya,, akhirnya aku akan menjadi orang nomor satu di agensi CB karena Chataline sudah dilengserkan dari posisi model terbaik jadi, seharusnya aku akan menggantikannya setelah semua orang melihatku berdansa dengan Christian.' pikir Hariani dalam hati dengan jantung yang berpacu cepat karena tak sabar untuk berdansa dengan Christian.
Sementara Christian, pria itu melihat ke bawah panggung, di mana istrinya telah berjalan dengan cepat meninggalkan kursinya.
Jadi, kilatan mata pria itu semakin dingin menatap bawahannya yang ikut berlari ke atas panggung.
"Tuan Christian Bhaltazar," ucap Heryani ketika dia sudah dekat dengan Christian.
Sang pembawa acara yang melihat Heriani langsung berkata, "Semuanya mohon untuk tenang dan kita saksikan dansa antara Tuan Christian Bhaltazar dengan aktris terbaik kita tahun ini, Heryani Aksar!"
Semua orang yang sedari tadi bertepuk tangan dan memberi dukungan untuk Heriyani langsung terdiam menantikan Christian meminta Heriyani untuk berdansa dengannya.
Tapi tiba-tiba saja, seseorang berlari ke arah mereka dan berdiri di hadapan Heriyani.
"Tuan," ucap pria itu dengan nafas tersengal karena dia berlari tergesa-gesa ke atas panggung.
Heriyani dan 2 pembawa acara tampak bingung melihat pria itu datang mengacau situasi.
"Perbaiki!" Kesal Christian.
__ADS_1
"Baik Tuan," ucap pengawal itu segera mengambil kotak di atas meja lalu dia mengeluarkan semua kertas yang ada di sana.
Set...
Set...
Set...
Satu persatu kertas dibuka lalu diperlihatkan pada pembawa acara di mana semua nama yang tertera di sana adalah nama heriani.
'Astaga,,' pembawa acara merasakan wajahnya menjadi pucat dengan tatapannya kini menatap Christian yang tampak sangat dingin.
"Ada apa?" Heryani yang tidak tahu apa-apa langsung melihat kumpulan kertas itu, dan ternyata semua kertas berisi namanya.
"I,, itu,,," wajah Heriyani menjadi pucat pasti, jelas dia tidak merencanakan apapun untuk itu. Tapi... Mengapa?
Heriyani langsung teringat akan Chataline yang tiba-tiba pergi ke belakang, 'Sial!! Perempuan itu pasti membalasku!!!' Gerutu Heriani dengan gemetaran di tempatnya karena dia tidak akan bisa membuktikan ketidakbersalahannya.
"Ada apa?"
"Mengapa orang itu tiba-tiba naik ke panggung?"
__ADS_1
"Mengapa musik dansanya dihentikan?"
Orang-orang di bawah panggung mulai bertanya satu sama lain hingga tempat itu menjadi ribut.