Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#261. Harus menjaga sikap


__ADS_3

Yohana, sambil berlutut, perempuan itu mengepal erat tangannya lalu memejamkan matanya, "Maaf Loren,, kami salah." Kata Yohana sembari menahan tatapan penghinaan yang dilontarkan Loren padanya.


"Vionita,, cepat minta maaf!!" Rama kembali memperingatkan putrinya, tapi perempuan itu sama sekali tidak bisa mengatakan apapun sebab dia terus terisak di tempatnya.


"Ayo cepat bicara,," Yohana mengingatkan putrinya supaya mereka juga lebih cepat terbebas dari penghinaan ini.


"Maa,,,af,," ucap Vionita dengan gemetar.


Dia yakin, setelah masalah ini maka kakek Perry tidak akan pernah lagi meliriknya.


Dia akan bertukar posisi dengan Loren, Loren lah yang akan terus disanjung sementara dirinya akan berubah menjadi cucu yang diabaikan!!!


Hal itu membuatnya terus menangis hingga akhirnya Loren berkata, "Aku sudah memaafkan kalian, tapi sebaiknya kalian tidak mengulangi kesalahan lain lagi." Ucap Loren kini merasa puas karena dua orang itu akhirnya mengakui kesalahan mereka.


Sekarang namanya telah bersih di mata kakeknya jadi dia bisa merasa lega menghadap orangtuanya.


Vionita dan Yohana hendak berdiri setelah meminta maaf tetapi kemudian mereka dihentikan oleh Kakek Perry.


"Tetap berlutut di situ!!" Ucap Kakek Perry membuat Yohana dan Vionita akhirnya berhenti dan tetap berlutut dengan gemetaran.


Kakek Perry menatap tajam dua orang yang berlutut, "Kalian berdua sudah membohongi keluarga Sinaga semalam lama bertahun-tahun!! Kalian membuang Loren ke luar negeri lalu kembali mengatakan bahwa dia telah kabur bersama seorang pria!!!


"Perbuatan ini tidak bisa dimaafkan!! Dan meski Loren sudah memaafkan kalian, tetapi aku tidak akan memberi kemudahan bagi kalian!! Kalian berdua,,, selama satu minggu ini tidak boleh keluar dari rumah!!

__ADS_1


"Selama satu bulan tidak boleh makan makan apa pun selain nasi putih dan air putih!!!" Ucap Kakek Perry mengagetkan Yohana dan Vionita.


"Kakek,,"


"Ayah,,,"


Kakek Perry mendengus, "Siapapun yang ketahuan membantu mereka, memberikan mereka makanan selain nasi putih dan air putih akan menggantikan posisi mereka selama satu bulan dikurung!!" Tegas Kakek Perry.


Dari tempatnya, Loren tersenyum melihat dua orang itu, 'Hukuman ini masih jauh lebih ringan daripada yang ku alami selama bertahun-tahun. Tapi tidak masalah, aku akan membuat mereka membalasnya satu persatu.' pikirnya.


"Kakek, terima kasih," Kata Loren setelah hatinya terasa hangat karena kakek Perry membelanya.


"Cucuku, kau ini adalah cucu kandungku!! Tidak ada yang boleh menindasmu!!" Ucap Kakek Perry.


"Baiklah,, ayo makan malam," akhirnya kakek Ferry berkata lalu pria itu dibantu perawatnya berjalan ke arah meja makan diikuti semua orang.


Loren dan Christian bergenggaman tangan, "Apa kau baik-baik saja?" Tanya Christian dengan suara berbisik.


"Ya,," jawab Loren terus mengikuti Christian ke arah dapur.


Sementara di ruang keluarga, Vionita dan Yohana akhirnya bisa duduk di sofa setelah kaki mereka kesemutan berlutut di lantai.


"Ibu baik-baik saja?" Daniel bertanya dengan cemas sembari mendekati Yohana dan memijat kaki perempuan itu.

__ADS_1


"Semua ini karenamu!!" Yohana memukul kepala Daniel merasa kesal dengan putranya.


Seandainya putranya tidak datang membawa Loren, maka kejadian di mana dia berlutut di depan Loren tidak akan pernah terjadi!!!


"Kakak,, Kau pasti sudah puas mempermalukan aku dan ibu di depan mereka!! Sekarang aku yakin Kakek tidak akan pernah melihatku lagi!!!" Vionita terisak di tempatnya.


"Apa yang kalian lakukan?!! Kenapa malah menyalakan Daniel?! Jelas ini salah kalian berdua!! Bagaimana bisa menelantarkan Loren di luar negeri?!! Lalu jangan-jangan apa yang dikatakan Loren tadi itu, semuanya adalah kebenaran!! Kau mencuri di semua desain milik Loren?!!" Tanya Rama membuat Vionita terkejut.


"Ayah!! Aku ti--"


"Diam!! Kalian berdua sudah mempermalukan ayah!! Sekarang kakek kalian akan menjadi enggan pada kita semua!! Posisi Daniel sebagai direktur di perusahaan bisa terancam karena kalian berdua!!" Ucap Rama merasa kesal.


Yohana mendengus melihat suaminya, "Apa maksudmu? Memangnya kalau bukan putra kita, siapa lagi yang bisa menduduki posisi direktur?!" Tanya Yohana tak mengerti.


Rama mendengus kesal, "Kau bodoh! Adikku dan keluarganya yang selama ini tinggal di luar negeri akan kembali Minggu depan!! Mereka akan mulai membantu perusahaan di sini Jadi kalau kalian terus membuat ulah maka jangan harap posisi Daniel di perusahaan masih bisa dipertahankan!!


"Sebaiknya mulai sekarang jaga sikap kalian, atau kita mungkin akan kehilangan kepercayaan kakek!!!" Ucap Rama lalu pria itu meninggalkan seluruh keluarganya menyusul kakek Perry yang telah berada di ruang makan.


@Info


Jangan lupa mampir di novel otor di bawah ini ya.... gratis kok,,,


__ADS_1


__ADS_2