
Selama 1 jam tidur di ruang istirahat kantor Christian, akhirnya Loren berpamit pada suaminya karena dia hendak pergi ke sebuah acara pemotretan menemui Marina.
"Hati-hatilah," kata Christian setelah Loren memastikan perempuan itu sudah menaiki mobilnya.
"Iya, kau juga jangan bekerja terlalu lelah." Kata Loren melemparkan senyumnya ke arah pria yang berada di luar mobil.
"Baiklah," jawab Christian sembari menahan kepala Loren, lalu dengan tangan yang lainnya ia menurunkan kaca jendela mobil.
Cup!
Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir Loren.
"Pergilah," ucap Christian diangguki Loren.
Mobil kemudian berjalan membawa Loren ke sebuah gedung pemotretan yang terletak di salah satu sudut ibukota.
"Halo, saya dari LC, ingin bertemu Nona Marina," ucap Loren saat ia berdiri di depan meja resepsionis.
"Ah, baik, tunggu sebentar." Jawab Sang resepsionis mengecek komputernya lalu kembali memandang Loren.
"Silakan naik ke lantai 7," ucap Resepsionis.
__ADS_1
Mengikuti arahan resepsionis, Loren kemudian naik ke lantai 7 dan melihat bahwa seluruh lantai 7 di gedung itu ternyata digunakan untuk pemotretan.
Sebuah dekorasi taman yang sangat luas, yang didekorasi dari bunga-bunga palsu yang dicampur dengan bunga-bunga asli dan berbagai pelengkap lainnya.
Dinding seluruh lantai 7 pun dilukis dengan sangat indah hingga memperlihatkan suasana di taman itu sedang berada di sore hari yang sangat cerah.
"Wohhh.... Replika taman ini lebih bagus daripada taman yang sebenarnya." Ucap Loren tersenyum sembari berjalan mencari-cari perempuan bernama Marina.
Cekrek cekrek cekrek....
Ada beberapa spot di taman itu yang ditempati oleh masing-masing 5 model dan 5 kameramen untuk mengambil foto.
"Halo, maaf, saya ada janji dengan Nona Marina. Bolehkah saya tahu di mana dia berada?" Loren akhirnya bertanya pada seseorang yang tampak tidak terlalu sibuk.
Loren melihat ke arah yang ditunjukkan oleh pria itu, kemudian kembali melihat pada sang pria, "Ah, terima kasih,," katanya tersenyum lalu meninggalkan pria itu menuju arah yang ditunjukkan oleh sang pria.
Setelah berjalan sekitar 2 menit, ia melihat beberapa ruangan yang disekat-sekat dengan masing-masing papan nama tertulis di sana.
"Ahh,, dia bersama Chataline," ucap Loren mengangguk-angguk saat melihat pada dinding pintu tertulis 'Ruang rias Chataline dan Marina'.
Tok tok tok...
__ADS_1
Loren mengetuk pintu tersebut lalu terdengar suara dari dalam.
"Masuk!"
Dengan segera, Loren memutar handle pintu lalu masuk ke ruangan itu, ia melihat seorang perempuan sedang make up di depan cermin.
Marina dan semua orang yang bersamanya langsung melihat ke arah Loren.
"Ah,, Nona Loren," seorang perempuan yang tampak berumur 20-an langsung menghampiri Loren.
Perempuan itu mengulurkan tangannya, "Perkenalkan saya Hera, asisten Marina." Ucap Hera sembari melemparkan senyumnya pada Loren.
"Ah, ya,, senang bertemu denganmu." Ucap Loren menerima uluran tangan Hera lalu mereka berdua bersalaman.
"Nona Loren, duduklah sebentar, Marina belum selesai di make up." Ucap Hera lalu mereka berdua duduk bersama menunggu Marina.
"Oya, Bukankah ini ruangan make up Chataline? Tapi mengapa aku tidak melihatnya?" Tanya Loren ketika dia teringat akan Chataline kalian.
Hera mengangguk membenarkan, "Ah, ya,, Tapi beberapa waktu lalu asistennya datang kemari terburu-buru dan mengatakan bahwa dia sedang mencari Chataline yang menghilang sejak berpamitan untuk pergi ke kantor CB group." Jawab Hera.
"Apa?! Dia menghilang di kantor?" Tanya Loren tak yakin.
__ADS_1
"Tidak ada yang tahu pasti, di mana dia menghilang. Tapi yang jelas, sekarang ini semua orang sedang berusaha mencarinya, tetapi tidak ada yang berani melapor ke polisi karena dia adalah artis kenamaan." Jawab Hera.
"Begitu ya..." Loren mengangguk.