Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#119. Pujian dari Vionita


__ADS_3

Jam makan siang di restoran dekat LC.


"Hah,, entah kenapa aku Aku memikirkan Mia yang sedang bertemu dengan Vionita. Menurut kalian apakah Mia benar-benar akan meninggalkan LC dan bergabung brand milik vionitta?" Siren memulai pembicaraan sembari menatap 2 temannya yang makan siang bersamanya.


"Hah,, aku juga tidak tahu tapi kalau aku jadi dia jelas saja aku akan mengambil tawaran Vionita." Ucap Rika sembari memainkan makanan di bawa piringnya.


"Tapi,, kalau aku jadi dia aku masih akan memikirkannya karena CEO di perusahaan kita bukan CEO sembarangan. Kalian sudah lihat Adriana bahkan datang ke sebuah perusahaan yang baru dibangun, bahkan Catalina si selebriti yang terkenal itu ternyata berkenalan baik dengan CEO kita. Aku benar-benar bisa melihat cahaya yang besar akan dipancarkan oleh LC." Ucap Megi dengan mata berbinar-binar, kalau dia menjadi bagian dari perkembangan LC maka suatu saat namanya juga akan menjadi besar bahkan bisa melampaui Vionita.


"Iya benar, Tapi saat ini brand milik vionitta memang sangat terkenal. Mereka menciptakan desain-desain yang sangat baik dan sebagian besar desain mereka adalah rancangan Vionita. bisa bekerjasama dengan Vionita bahkan berada satu tim dengannya,,, bukankah itu jauh lebih baik daripada menjadi bawahan seorang perempuan yang seperti Loren?" Kata Siren kembali mengungkapkan pendapatnya.


"Memang sih,, sebenarnya di antara kita semua, yang cocok menjadi pemimpin tim adalah kau," kata Megi pada Shireen "Tapi entah bagaimana CEO kita yang terkenal sangat profesional malah memilih Loren." Gerutu Megi.


"Benar juga," ketiga perempuan itu menghela nafas meski mereka sangat mengandalkan LC, tetapi tentu saja dalam hati mereka masing-masing semuanya tidak puas dengan pemilihan Loren sebagai ketua tim.


Cukup menjengkelkan seorang sarjana dipimpin oleh perempuan yang tidak memiliki gelar apapun!


Sementara Ketiga orang itu terus membahas masalah mereka, maka di sebuah restoran lain Mia sedang duduk menunggu Vionita.


'Astaga, Apakah penampilanku sudah benar?' Mia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah cermin kecil lalu memeriksa riasannya.


Dia harus memberikan kesan terbaik pada pertemuan pertamanya dengan Vionita.


Setelah mengecek berkali-kali Mia akhirnya menyimpan cerminnya dan dengan gugup menatap ke arah pintu masuk restoran yang terlihat sepi.


"Kenapa kak Vionita belum datang juga ya?" Mia mulai cemas, jangan-jangan kartu nama yang diberikan padanya adalah palsu dan jangan-jangan orang yang berbicara dengannya hanya orang iseng yang mau mempermainkannya.


'Tidak mungkin..!! Jelas perempuan itu memang mirip Vionita..!!'


Akhirnya setelah gelisa beberapa menit, Mia tersenyum lega saat melihat Vionita muncul dari pintu restoran.


"Kak Vionita," langsung ucap Mia mengangkat tangannya kearah vionitta lalu perempuan itu terlihat tersenyum berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Apakah menunggu lama?" Tanya Vionita meletakkan tasnya di atas meja lalu perempuan itu duduk dengan anggun.


"Ah tidak, aku juga baru baru datang." Jawab Mia dengan senyum lebar terus menghiasi wajahnya.


"Aku minta maaf karena terlambat, tadi ada beberapa hal yang harus diurus lebih dulu." Ucap Vionita.


"Tidak masalah, Oh ya, aku belum memesan karena aku tidak tahu bagaimana selera Kak Vionita." Kata Mia menyerahkan daftar menu pada Vionita lalu keduanya mulai memilih pesanan mereka masing-masing.


Sambil menunggu pesanan mereka, Vionita kemudian bertanya "Jadi kau bekerja di LC?"


"Ya,, ini baru satu minggu bekerja di sana sebab perusahaan itu memang masih baru. Tapi Karena perusahaan itu masih baru jadi belum ada kejelasan bagaimana perkembangannya kedepan." Jawab Mia.


"Ya aku tahu, memang banyak perusahaan baru yang tidak berjalan dengan baik. Tapi, aku melihat ada banyak tim desain yang dipekerjakan oleh LC." Kata Vionita memancing Mia supaya perempuan itu bercerita banyak tentang tim desain di perusahaan tempat Mia bekerja.


"Ya, ada 7 orang dan tim desain dikepalai oleh Loren. Kepala tim kami benar-benar menyebalkan, dia tidak berkuliah dan dan hanya menjadi seorang desainer yang amatiran. Aku yakin dengan caranya saat ini, LC tidak akan maju." Ucap Mia sambil menghela nafas.


"Aah,, begitu ya. Loren,,," ucap Vionita sembari mengangguk-angguk mengerti.


Cara Vionita menyebut nama Loren seperti cara seseorang yang menyebut nama kenalan yang sudah lama tidak bertemu.


"Ya,, dia adalah teman SMA-ku. Dulunya kami sangat dekat tetapi karena sebuah insiden mengakibatkan kami berdua mengalami kesalahpahaman dan sampai sekarang kesalahpahaman kami belum terselesaikan." Kata Vionita sembari menghela nafas seolah dia benar-benar menyesal atas apa yang terjadi di masa lalu.


Hal itu membuat Mia semakin penasaran jadi dia dengan hati-hati bertanya "Memangnya masalah apa yang membuat kalian menjadi salah paham?"


"Hah,, masalahnya panjang. Tapi karena sekarang Aku sudah mengetahui bahwa dia bekerja di perusahaanmu, apalagi dia menjadi seorang kepala tim maka aku jadi tidak enak kalau aku harus merebut salah satu desainer terbaiknya." Ucap Vionita kembali menghela nafas seolah Dia benar-benar berat untuk menarik minat dari sisi Loren sebab masalah yang pernah terjadi.


Namun, Mia malah tersanjung dengan ucapan Vionita, Vionita menyebutnya sebagai desainer terbaik!!!!


"Uh,, Kak Vionita, bagaimana bisa aku menjadi desainer terbaik? Kak Vionita jelas jauh lebih baik dariku." Kata Mia merasa tersanjung.


"Bagaimana bisa begitu? Jelas-jelas aku sudah melihat karyamu dan kau sangat baik dalam mendesain. Hah,, sayang sekali aku tidak mungkin membuat kesalahpahaman ku antara Loren semakin berlanjut, kalau dia sampai tahu aku mengajakmu bergabung denganku....." Kembali Vionita memperlihatkan wajah tak berdayanya membuat Mia semakin merasa bahwa Vionita sedang berada dalam posisi serba salah.

__ADS_1


"Ya,, kalau Kak Vionita berpikir seperti itu Aku juga tidak bisa memaksa. Lagipula kalau Kak Vionita memang berteman dengan Loren, bagaimana kalau aku membantu Kak Vionita memperbaiki hubungan?" Mia berusaha menyenangkan hati Vionita.


"Kau mau melakukannya?!!" Vionita terlihat bersemangat.


"Tentu! Kak Vionita adalah idolaku jadi aku pasti mau melakukan apa pun untuk Kak Vionita." Ucap Mia bersungguh-sungguh.


'Heh,, dasar permepuan bodoh...!! Kena kau..!!' Vionita tersenyum dalam hati, akhirnya rencananya berhasil dan satu demi satu tahap yang akan ia lewati untuk menjatuhkan Loren kini dimulai.


"Tapi, aku minta maaf karena aku tidak bisa mengajakmu bergabung dengan tim ku, aku takut Loren akan semakin membenciku. Tapi kita masih bisa jadi teman. Bagaimana?" Tanya Vionita dengan wajah penuh harap.


Wajah Vionita yang terlihat seperti bayi panda kecil yang menggemaskan membuat Mia langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang.


Bisa menjadi teman Vionita saja sudah sangat membuatnya bangga!!!


Meskipun tidak bisa bergabung dengan tim Vionita, tetapi kalau dia bisa memperbaiki hubungan luar yang dengan Vionita maka barangkali suatu saat nanti dia bisa pindah perusahaan.


"Aku pasti akan membantu Kak Vionita. Lagipula kontrakku di LC hanya 2 tahun jadi setelah 2 tahun kontrak ku habis,, bisakah Kak Vionita mempertimbangkan untuk--"


"Tidak perlu dikatakan lagi, segera setelah kontrakmu di LC habis aku pasti akan merekrut mu ke dalam tim ku. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan bekerja sama dengan designer berpotensi seprtimu. Tapi untuk sekarang,, Aku tidak ingin membuat hubunganku dengan Loren semakin berkembang buruk karena merebut anggota timnya. Kau mengerti 'kan?" Tanya Vionita dengan wajah serba polos tanpa dosa.


"Aku mengerti..! Aku pasti Kana membantu Kak Vionita." Ucap Mia yang kini diterbangkan ke langit ketujuh oleh ucapan Vionita.


Pujian dan pujian... Pujian dari Vionita...!!!!


@Interaksi



selimutnya kecil,, hanya cukup buat kita berdua ajah wkwkw.... makin rapat ya biar gak kedinginan✌️✌️✌️


__ADS_1


__ADS_2