
Mia akhirnya tiba di alamat yang dikirimkan Vionita padanya.
Perempuan itu menghirup dan menghembuskan nafas panjang sebanyak 3 kali sebelum melangkahkan kakinya ke dalam restoran.
Dia sangat terkejut ketika melihat Vionita sudah duduk di salah satu meja yang terletak dekat akuarium.
'Hah,, Kak Vionita benar-benar menungguku.' pikir Mia merasa sangat senang karena dia menilai Vionita bersikap tulus padanya, berbeda dengan semua orang di LC.
Ketika tidak ada masalah semua tersenyum tulus padanya, tetapi ketika dia membutuhkan bantuan, semua orang malah memberinya kata-kata menyakitkan!
Dengan senyum mengembang nya Mia melangkahkan kakinya ke arah Vionita lalu menyapa perempuan itu.
"Kak Vionita, Maaf aku membuat Kak Vionita jadi menunggu," ucapnya dengan wajah dipenuhi rasa bersalah.
"Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak keberatan menunggumu,, duduklah," ucap Vionita dengan wajah tersenyum ramah membuat Mia melengkungkan bibirnya.
'Jelas-jelas senyum yang diperlihatkan Kak Vionita sangat berbeda dengan senyum yang kulihat dari Loren. Senyum Loren yang penuh kepalsuan dan senyum Kak Vionita yang dipenuhi rasa tulus,' pikirnya dalam hati sembari mendudukkan pantatnya pada kursi yang telah tersedia.
"Mau memesan sekarang?" Vionita menyerahkan buku menu pada Mia.
"Apa Kakak Vionita sudah memesan?" Tanya Mia sembari mengambil buku menu dari Vionita.
"Aku menunggumu, Bagaimana kalau hari ini kita makan makanan yang dipilih olehmu?" Ucap Vionita menghentikan gerakan Mia yang hendak membuka buku menu di hadapannya.
Dia akan memilihkan makanan yang akan dimakan oleh Vionita?
Suatu kehormatan besar!!
"Tapi, aku tidak yakin kalau seleraku akan cocok dengan Kak Vionita," kata Mia dengan suara dipenuhi keraguan sembari memegang erat buku menu di tangannya.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan? Kita sudah makan bersama beberapa kali dan aku melihat seleramu cukup mirip denganku." Jawab Vionita masih dengan senyum yang terus menghiasi wajah perempuan itu membuat hati Mia seolah berdebar-debar.
Mia merasa sangat tersanjung dengan cara Vionita memperlakukannya. Sangat berbeda ketika dia berada di kantor LC!!
"Kalau begitu aku akan memilih," kata Mia akhirnya menunduk melihat buku menunya.
Mia mulai memilih beberapa makanan sementara Vionita memanggil seorang pelayan untuk mencatat menu makanan yang dipesan oleh Mia.
Setelah selesai memesan makanan, Mia kembali mengangkat wajahnya menatap Vionita.
"Aku sangat senang bisa makan siang lagi bersama Kak Vionita, aku selalu berharap supaya kita akan lebih sering lagi makan siang bersama." Ucap Mia.
"Akan ada banyak waktu,, Oya, bagaimana pekerjaanmu hari ini? Pasti sangat menyenangkan karena saat ini LC sedang berada pada kondisi yang sangat baik." Ucap Vionita.
"Ahh,, jadi Kak Vionita berpikir begitu?" Mia menghela nafas, "Keadaan perusahaan memang sangat baik, tetapi sangat menyebalkan bagiku di tim desain." Ucap Mia terus menerus menghela nafas karena dia selalu merasa emosi setiap kali mengingat apa yang terjadi di tim desain.
"Ada apa? Apakah sesuatu yang buruk kembali terjadi?" Tanya Vionita.
"Hah,, Ini bukan tentang perusahaan, tetapi ini adalah kekacauan di tim desain. Sebenarnya tidak bisa dianggap kacau juga tetapi aku hanya kesal karena semua orang di tim desain memperlakukanku seperti anak buangan." Ucap Mia terus menghela nafas menandakan bahwa beban perempuan itu sangatlah berat.
"Memangnya kenapa? Apakah mereka menindasmu?" Tanya Vionita dengan wajah penuh kekuatiran.
"Ya,, jadi beberapa waktu yang lalu Kak Loren sudah berjanji padaku bahwa di peluncuran kedua LC aku akan mendapat lebih banyak slot desain daripada yang lainnya. Tapi ternyata, setelah saatnya tiba Kak Loren malah mengingkari janjinya hingga aku tidak memiliki kesempatan untuk menyerahkan desain ku." Ucap Mia menghela nafas.
"Kenapa bisa begitu? Lalu apa yang terjadi?" Tanya Vionita.
"Ya,, hanya desain milik Kak Loren dan salah satu desainer bernama Gio di tim kami yang dibawa Kak Loren ke ruang rapat. Padahal tadi aku sudah mengatakan supaya Kak Loren memberi kami semua kesempatan, tetapi Kak Loren tidak mau melakukannya. Sepertinya Kak Loren punya dendam pribadi pada kami semua." Ucap Mia menyembunyikan fakta yang sebenarnya.
Dia tidak mungkin mengatakan pada Vionita bahwa selama 3 hari dia sudah bersikap buruk pada Loren dengan bermalas-malasan di kantor.
__ADS_1
Mana mungkin Vionita masih mau menerimanya jika perempuan itu mengetahui bagaimana dia bermalas-malasan ketika masalah kecil menimpa kantor mereka.
"Ya ampun,,, Bagaimana bisa seorang pimpinan tim bersikap seperti itu? Sangat tidak layak untuk dijadikan seorang kepala tim!!" Ucap Vionita menghela nafas.
Mia terkejut, "Jadi Kak Vionita juga memiliki pikiran yang sama denganku? Sudah sejak lama aku memiliki pikiran seperti itu tetapi aku tidak berani mengatakannya sebab Loren dipilih langsung oleh CEO kami menjadi ketua tim kami.
"Padahal, dia hanya seorang perempuan lulusan SMA dia tidak lanjut ke bangku kuliah, tetapi dia malah menjadi kepala tim untuk orang-orang yang sudah menyelesaikan S2 nya,,," ucap Mia.
"Iya, memang benar dia tidak pernah menginjak bangku kuliah, mungkin itulah sebabnya dia tidak terlalu dewasa dalam pekerjaan. Sayang sekali ya,, padahal kau memiliki potensi yang besar untuk menjadi seorang kepala Tim." Kata Vionita membuat Mia langsung membuka lebar-lebar matanya menatap perempuan di depannya.
"Kak Vionita sungguh berpikir seperti itu? Aku layak menempati posisi kepala tim?" Tanya Mia dengan jantung berdebar-debar, kalau Kak Vionita sudah mengatakannya maka penilaian perempuan itu tidak mungkin salah!!!
"Tentu saja!! Tapi sangat aneh karena CEO kaliam malah memilih seorang perempuan yang tidak lulus kuliah. Mungkinkah Loren kembali melakukan hal yang sama ketika kami di SMA?" Vionita tampak berpikir membuat Mia semakin penasaran dengan apa yang terjadi di masa SMA Loren.
"Memangnya apa yang Loren lakukan ketika dia masih SMA?" Tanya Mia dengan wajah penasarannya.
Vionita berpura-pura menutup mulutnya dengan tangannya hingga terlihat bahwa Vionita baru saja mengatakan hal yang seharusnya tak ia katakan.
"Hah,, aku tidak bisa mengatakannya sebab ini adalah sebuah rahasia besar.." Vionita tampak menghindari Mia.
"Tidak masalah!! Aku bisa menjaga rahasia dengan sangat baik!! Aku berjanji pada Kak Vionita, aku tidak akan pernah mengatakannya pada siapapun!!" Ucap Mia.
'Heh,, dasar perempuan bodoh, justru aku ingin kau menyebar rumor palsu tentang Loren agar perempuan itu menjadi malu!!!' ucap wanita dalam hati.
"Baiklah, karena kita sudah kenal lama jadi aku akan mengatakannya padamu. Jadi sebenarnya ketika kami SMA, Loren pernah mendapat nilai yang buruk di suatu mata pelajaran, tetapi dengan penampilan polos dan keluguannya, serta menggunakan kecantikannya dia malah merayu guru SMA kami yang merupakan seorang lelaki untuk memperbaiki nilainya." Ucap Vionita membuat kedua mata Mia langsung melotot sempurna saking terkejutnya dia dengan cerita Vionita.
Loren yang lugu dan polos itu ternyata....!!!!!
@Interaksi
__ADS_1
Ekkhhh,,, reder terlebay sepanjang abad ini mau negerayu siapa??👀👀👀👀