Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 59.


__ADS_3

Sedang bekerja di kantornya, telpon kantor milik Loren tiba-tiba berdering.


Kiriiiiiing...... Kiriiiiiing...... Kiriiiiiing......


"Halo?" Jawab Loren pada penelpon pertamanya di pagi hari itu.


"Ya, tentu aku ke sana sekarang."


"Baik."


Loren mengakhiri pengadilan itu lalu mengambil tasnya dan beberapa dokumennya.


Setelahnya, Loren melesat ke sebuah alamat yang diberitahukan oleh penelpon tadi.


Loren menatap rumah super mewah di depannya lalu melangkahkan kaki ke dalam rumah.


"Halo, slamat datang..." Sambut seorang perempuan yang sepertinya sudah menunggu Loren.


"Halo, dengan Nona Kinkan?" Tanya Loren membalas senyum Kinkan.

__ADS_1


"Iya, silahkan masuk Desainer Loren," ucap Kinkan dengan hangat menyambut Loren, lalu mereka berdua duduk di sofa ruang tamu.


"Tunangan saya sudah menceritakan tentang Nona Loren, jadi saya akan membahas mengenai persiapan pernikahan saya dengan Nona Loren, terutama untuk gaun pengantin dan pakaian seluruh keluarga saya." Ucap Kinkan merasa sangat senang dengan Loren.


Ini pertama kalinya setelah pernikahan mereka yang tertunda beberapa lalu, akhirnya Abimanyu mau memberi waktu mengurus mengenai persiapan mereka dengan mencarikan desainer terbaik untuk mereka.


Meski Loren belum menjadi desainer besar, tapi Abimanyu sudah memilihnya, jadi Kinkan tetap merasa senang.


"Tentu, tapi kalau boleh tahu, kapan rencana pernikahan Nona?" Tanya Loren.


"Sekitar dua minggu lagi." Ucap Kinkan langsung membuat Loren tertegun.


Mana ada gaun pengantin selesai dalam 2 minggu?


Kinkan langsung tersenyum, "Ya, pernikahan kami sudah tertunda beberapa kali, sudah beberapa gaun pun telah kami buat, tapi karena kesibukan calon suamiku, kami menundanya sampai sekarang. Kami juga sudah berbicara berdua dan memutuskan menanyakan pada Nona Loren, kapan waktu yang pas untuk menyiapkan gaunnya lalu kami mengadakan resepsi." Ucap Kinkan membuat Loren tercengang.


Baru kali ini dia mendapat pelanggan yang menentukan hari acaranya tergantung dari kesiapan desainernya.


"Tapi,, kalau boleh tahu, bukankah sudah ada gaun, mengapa masih membuat lagi?" Tanya Loren yang merasa sangat aneh dengan Kinkan.

__ADS_1


"Hm,, sebenarnya begitu, tapi kali ini sangat berbeda. Dulu, aku semua yang menyiapkannya, tapi sekarang suamiku juga ikut berperan mengusulkan desainernya, jadi aku merasa bahwa dia sedang memperdulikan pernikahan kami." Ucap Kinkan dengan senyum memenuhi wajahnya.


Loren yang mendengarnya sangat tercengang, seorang pria yang tidak memperdulikan pernikahan hingga terundur beberapa kali. Apakah pria itu benar-benar serius ingin menikah?


"Ah begitu ya.. tapi kalau begitu kita bisa membicarakan desainnya dulu baru menentukan waktunya." Ucap Loren diangguki Kinkan.


Dua orang itu kemudian berbicara dengan serius hingga mereka terkejut saat seorang tamu tiba-tiba saja datang.


"Hei! Kau kemari?!!" Kinkan merasa sangat terkejut sekaligus senang karena Abimanyu ternyata datang ke rumahnya. Padahal, biasanya pria itu sangat cuek dan selalu berdalih sibuk.


"Hm, bagaimana persiapannya?" Tanya Abimanyu sembari melirik Loren yang sedang mendesain lewat i-padnya.


"Ya, kami masih membicarakannya. Duduklah," ucap Kinkan dengan semangat menarik Abimanyu.


"Loren, perkenalkan ini calon suamiku, namanya Abi," ucap Kinkan memperkenalkan Abimanyu pada Loren.


"Halo, saya Loren," ucap Loren mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Abimanyu.


Tapi Abimanyu hanya melirik tangan Loren seolah pria itu enggan bersalaman, jadi Loren dengan kikuk kembali menarik tangannya.

__ADS_1


Tapi belum tertarik sepenuhnya saat Abimanyu dengan cepat mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Loren.


'Ada apa dengan pria ini?' Loren merasa sangat bingung,  tampak Abimanyu tak perduli padanya, tapi dari beberapa sisi dia melihat pria itu juga sangat memperhatikannya.


__ADS_2