Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#214. Rahasia akan segera terbongkar


__ADS_3

Fajar memasuki kantor Si Iyo dengan keringat yang masih bergulir di punggungnya.


Sudah dari tadi dia berdiri di depan pintu karena merasa cemas dengan arah pembicaraan 3 orang yang berada di ruangan itu.


"Tuan," ucap Fajar pada Bian.


"Bawa kemari bukti yang memperlihatkan Bagaimana Nona kata Lina yang terhormat ini telah menjebak kekasihku." Ucap Bian membuat Fajar menghentikan pernafasannya.


"Ba,, baik Tuan," jawab Fajar lalu pria itu segera keluar dari ruangan Bian dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya.


"Hmm,, saya akan melihat bukti apa yang dimiliki oleh asisten Tuan Bian yang terhormat," Ucap Kata Lina sembari tersenyum melihat punggung Fajar yang sangat gelisah meninggalkan mereka.


Namun, b yang tidak mengatakan apapun karena dia sepenuhnya percaya pada Fajar sebagai pria yang sudah lama mengikutinya dan selalu menyelesaikan segala sesuatu dengan sangat baik.


Sementara Fajar yang sudah berada di ruangannya, pria itu mengelap keringatnya mengambil ponselnya menelpon vianita.


"Halo?" Terdengar suara Vionita yang menjawab dengan ketus.


"Sebaiknya sekarang juga Nona datang kemari, Nona catalina ada di sini sementara berbicara dengan Tuhan Bian." Ucap Fajar.

__ADS_1


"Apa?!!! Bagaiman bisa?!!" Suara Vionita terdengar sangat marah lalu diikuti panggilan telepon yang dimatikan.


Fajar menghela nafas dengan panjang melemparkan ponselnya ke atas meja.


'Sial...!! Aku tidak menyiapkan bukti palsu yang akan menjabat katalina karena aku pikir Tuhan bilang tidak akan pernah menanyakannya. Meskipun aku membuat bukti palsu disini, catalina juga tidak akan membiarkan ku jadi sebaiknya aku diam saja menunggu Vionita datang kemari.' pikir Fajar.


Fajar hanya bisa gelisah menunggu di ruangannya dan berharap agar Vionita segera datang supaya perempuan itulah yang akan bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi.


Setelah beberapa menit Fajar bolak-balik di dalam ruangannya ketika suara pintu diketuk mengagetkannya.


Tok tok tok....


Fajar menggertakkan giginya lalu pria itu berjalan ke arah pintu dan membuka pintunya.


Zaidan berdiri di sana sembari tersenyum ke arah Fajar.


"Maaf, Saya kemari untuk mengecek apakah Tuan Fajar sudah mengambil bukti yang diperlukan atau belum. Sejujurnya saya dan Nona catalina terburu-buru juga karena ada hal yang harus kami kerjakan setelah pertemuan ini." Ucap Zaidan dengan suara Rama dengan senyum yang tak pernah putus di wajahnya.


Pria itu sedang menikmati wajah kalut Fajar karena dia tahu bahwa fajar telah berbohong pada Bian.

__ADS_1


Catalina tidak pernah melakukan hal serendah yang dituduhkan Bian padanya, jadi dia siap untuk kemenangan mereka hari ini.


"Ah,, ya,, silakan kembali ke ruangan saya akan segera setelah menemukan berkasnya," kata Fajar dijawab anggukan Zaidan lalu pria itu segera meninggalkan Fajar sendirian.


Kembali menutup pintu ruangannya, Fajar mengambil ponselnya lalu menghubungi Vionita dengan keringat dingin memenuhi keningnya.


"Ada apa??! Apakah terjadi sesuatu?!" Suara Vionita terdengar sangat cemas.


Dia begitu takut kalau Chataline kembali berbicara yang tidak-tidak pada Bian.


"Nona sudah di mana? Nona harus segera tiba di sini atau keadaan akan menjadi semakin kacau!" Ucap Fajar dengan cemas.


"Tahan sebentar aku sudah turun dari mobil dan berjalan lobby perusahaan." Jawab Yunita dari seberang telepon lalu perempuan itu mematikan sambungan telponnya.


Fajar mengelap keringat di keningnya lalu pria itu keluar dari ruangannya untuk menunggu Vionita di depan lift.


'Ini akan segera terbongkar.' pikir fajar dalam ketakutannya.


Bian akan marah besar padanya!!!

__ADS_1


__ADS_2