Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#81. Membayangkan Christian


__ADS_3

Pukul 10 malam di kediaman Christian.


Loren menggeliat di balik selimutnya merasakan kepalanya yang lumayan berat dan perutnya yang terasa sakit karena lapar.


"Hmm,,," Loren menyibak selimutnya dan perlahan membuka kelopak matanya yang terasa berat.


Begitu melihat dengan jelas dia langsung bertatapan dengan seorang pria yang berdiri dihadapannya menggunakan kaos berwarna putih dipasangkan dengan celana pendek berwarna coklat.


Loren terdiam dan tersenyum menatap pria itu.


"Tuan sangat tampan menggunakan pakaian itu." Katanya sedikit tertawa.


Dia Sudah beberapa kali melihat Christian seperti itu, mungkin karena dia terlalu senang sebab Christian menggunakan pakaian yang ia pilih maka seringkali ketika dia seolah melihat Christian menggunakan setelan itu.


"Ahh, aku lapar,," tiba-tiba gerutu Loren memegangi perutnya lalu menghela nafas dan memejamkan matanya.


"1, 2, 3!" Kata Loren lalu membuka matanya.


"Kenapa tidak menghilang?" Ucap Loren bertanya pada dirinya sendiri ketika dia membuka matanya dan ternyata Christian tidak menghilang.


Padahal biasanya ketika dia melihat bayangan Christian lalu dia menutup mata dan menghitung sampai 3 maka bayangan Christian akan menghilang di pandangannya. Tapi kenapa sekarang...?

__ADS_1


"Ahh, Tuan pasti mempermainkan saya. Biar saya coba sekali lagi." Kata Loren lalu menutup matanya dan menghitung sampai 3.


Ketika dia membuka matanya, didapatinya Christian masih berdiri di sana sembari tersenyum kearahnya.


"Tidak menghilang juga?! Ha ha ha..!!!" Loren tertawa sangat keras lalu berusaha duduk.


"Minggir..! Minggir...! Minggir...! Jangan memenuhi pikiranku!" Teriaknya mendekati Christian untuk memukul bayangan itu supaya menghilang dari pandangannya.


Namun, ketika dia mengayunkan tangannya dengan sangat keras untuk memukul pergi bayangan itu dia terpaku ketika tangannya malah menyentuh setumpuk otot kekar.


Loren langsung membulatkan matanya lalu mengangkat wajahnya menatap Christian.


"Ini,, nyata?" Ucapnya tak percaya lalu segera menarik tangannya dan mencubit pipinya sendiri.


Bukan mimpi!


Christian tetap bertahan dalam posisinya memandangi perempuan yang bertingkah konyol dihadapannya lalu setelah beberapa detik ia melihat Loren sudah kalang kabut tidak tahu harus berbuat apa, pria itu lalu mengulurkan tangannya.


"Kau pikir aku bayangan?" Tanya Christian memgangi dagu Loren.


"Tu,, tuan..! Saya mohon ampun!" Loren bersujud di atas kasur untuk meminta pengampunan pada Christian.

__ADS_1


"Saya besumpah,,, saya tidak pernah membayangkan Tuan seperti itu, Ini pertama kalinya! Ini pertama kalinya..!!! Sebelum-sebelumnya tidak pernah! Sungguh!!! Saya berkata jujur!!" Ucap Loren yang kalang kabut karena takut kalau Christian sampai memarahinya sebab dia ketahuan membayangkan pria itu berada di depannya.


"Ha ha ha...." Tiba-tiba suara Christian yang tertawa keras mengagetkan Loren hingga perempuan itu mengangkat wajahnya untuk memperjelas dugaannya.


Dan benar saja, Christian tertawa lepas ke arahnya!


Begitu tatapan mereka bertemu, Loren kembali menundukkan kepalanya.


"Ampun,, saya mengaku saya sudah pernah membayangkan Tuan berada di depan saya. Jadi,, jadi,, saya,, saya berjnaji tidak akan melakukannya lagi!!" Teriak Loren dengan panik.


Dia sangat takut kalau hubungan mereka kembali memburuk sebab Christian mengetahui kelakuannya yang sudah diam-diam menghayalkan pria itu.


Tidak mungkin dia membiarkan hubungan mereka yang baru saja membaik beberapa hari langsung memburuk hanya karena dia ketahuan menghayalkan Christian!


Jangan...!!!


Loren terdiam tanpa bisa berbuat apa pun. Dia merasa takut, takut pria itu akan memarahinya.


@Interaksi


__ADS_1


Satu bab untuk stalker yang sering ngachat gak jelas..!!!


__ADS_2