Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#273. Suara yang mirip dengan suara Christian


__ADS_3

Loren yang melihat perempuan di depannya semakin kesal dalam hatinya, Dia paling kesal mendengar cara Chataline memanggil Christian!


Kak Christian?!!


Ck!! Mengesalkan sekali!!!


Dia saja memanggil Christian dengan sebutan Tuan agar dia bisa mengingatkan dirinya sendiri bahwa Christian adalah seorang pria yang harus ia hormati.


Tapi perempuan di depannya ini,,, Loren merasa sangat kesal!!!


Tapi dia berusaha menahannya dan hanya mengepal erat tangannya, "Baiklah," jawabnya dengan enggan.


Melihat bagaimana cara Loren menjawab, Chataline mengerutkan keningnya lalu bertanya, "Mengapa kau menjawab seperti itu? Apakah kau tidak senang kalau aku bertemu dengan Kak Christian?"


"Uh,, bukan begitu, aku hanya merasa tidak yakin bisa membantumu, karena Tuan Christian itu adalah orang yang besar, jadi dia tidak mungkin muncul di depan sembarang orang, apalagi di depan orang biasa sepertiku. Aku hanya takut mengecewakanmu." Ucap Loren.


Chataline tertawa, "Ha ha ha.. kau benar,, Mana mungkin kau bisa bertemu dengan orang besar seperti Christian. Hah,, aku sendiri sebagai calon kekasihnya sangat sulit untuk bertemu dengannya karena dia terlalu sibuk dan tertutup.


"Hah,, padahal aku tidak keberatan Kalau hubungan kami dipublikasikan, tapi sepertinya dia tidak mau merusak karirku itulah sebabnya dia melakukan hal ini!" Ucap Chataline yang berpikir bahwa karena dia dan Christian memiliki banyak penggemar maka pria itu takut mempublikasikan hubungan mereka, takutnya penggemar mereka bisa bertengkar satu sama lain!!!

__ADS_1


Wajah Loren benar-benar kaku untuk tersenyum pada perempuan di depannya Jadi ia berpura-pura mengalihkan wajahnya menatap taman.


"Orang besar seperti Tuan Christian memang memperhitungkan banyak hal sebelum bertindak, Oh ya memangnya Nona Chataline tidak memiliki nomor ponselnya? Mengapa tidak menghubunginya saja?" Tanya Loren tanpa melihat Cahtaline, perempuan itu sibuk melihat bunga-bunga di taman.


"Hah,,,," Chataline menghela nafas dengan panjang, "Aku juga inginnya punya nomor ponselnya, tapi aku sudah mencarinya kemana-mana, namun tidak ada orang yang memiliki nomor ponsel pribadinya, hanya nomor ponsel asistennya saja yang dimiliki orang-orang. Namun, ketika aku menelepon asistennya, asistennya itu selalu mengatakan bahwa Kak Christian sedang sibuk!!" Kesal Chataline.


Mendengar itu, senyum yang sedari tadi tak bisa muncul di wajah Loren kini terukir indah di wajahnya, 'Tentu saja tidak, kau tidak akan bisa mendapatkannya karena satu-satunya orang yang menyimpan nomor ponsel pribadinya adalah aku!!' Loren merasa sangat terhibur dengan kenyataan tersebut.


Tetapi perempuan yang sedang tersenyum itu kemudian menatap Chataline, "Mungkinkah Tuan Christian sebenarnya tidak memiliki ponsel pribadi? Bukankah dia adalah orang yang sangat sibuk? Sebuah ponsel mungkin tidak penting untuknya."


Chataline memikirkan ucapan Loren, "Kau benar!! Dia memang orang yang sangat sibuk, sepertinya jika aku bertemu dengannya lagi aku harus menyuruhnya untuk memiliki sebuah ponsel, paling tidak dia hanya akan menggunakan ponsel itu untuk berhubungan denganku.


"Hah,, Terima kasih Loren, kau mengingatkanku melakukan sesuatu yang harusnya dilakukan!! Seandainya kau tidak mengingatkannya hari ini mungkin aku tidak akan pernah menyadarinya."ucap Chataline.


Berbohong pada seseorang itu benar-benar menakutkan, tetapi dia juga benar-benar kesal pada perempuan di depannya.


Berani-beraninya perempuan itu berharap pada kekasihnya!!!


Baru beberapa menit mereka selesai berbicara ketika ponsel Loren tiba-tiba berdering, perempuan itu melihat layar ponselnya dengan nama Tuanku tertera di sana.

__ADS_1


"Ah,, aku harus mengangkat telpon ini," kata Loren.


"Oh ya,, angkat saja di sini," ucap Chataline.


"Ng!!" Loren tertegun beberapa detik, tidak mungkin dia mengangkat telpon itu di depan Chataline.


"Hei!! Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan membocorkan rahasia pada siapapun, aku hanya merasa senang kalau kau terus ada di sampingku." Ucap Chataline.


Akhirnya, Loren tidak punya pilihan lain, perempuan itu menekan tombol terima lalu mendekatkan ponselnya ke telinganya.


"Kau dimana? Aku sudah tiba di hotel, tapi kau tidak ada di kamar." Suara Christian dari seberang telepon terdengar khawatir, dan karena Loren memang selalu menyetel ponselnya pada volume yang tinggi maka Chataline bisa mendengar suara itu.


Cahtaline mengerutkan keningnya menatap Loren, "Suara itu,, mirip sekali dengan suara Kak Christian?!" Katanya menatap Loren.


@Interaksi



Baru seharian ajah udah ngelu,, coba bandingin sama otor yang udah bertahun-tahun nungguin hujan meteror tapi blm terkabul juga.... lebih nyesek mana coba??!!

__ADS_1


Hei,, sebelum jawab, jangan lupa liat novel baru otor ya....!!



__ADS_2