Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
s2. 112


__ADS_3

Setelah melihat komentar yang telah diatasi, Loren merasa sangat tenang, tetapi setelah dia meletakkan tabletnya, perempuan itu kembali teringat akan Abimanyu.


"Sayangku,," ucap Loren sembari berbalik menatap suaminya.


"Ada apa sayang?" Tanya Christian dengan gemas mencubit pelan pipi istrinya.


"Itu,, kakak angkatmu,, aku teringat akan dia, kira-kira dia akan tetap berada di penjara atau dia berusaha mencari cara untuk keluar dankembali melukaimu?" Tanya Loren dengan wajah yang cemas.


Pikir perempuan itu bahwa yang menulis komentar buruk di internet adalah seorang suruhan Abimanyu.


Jadi dia tidak bisa tenang sampai dia memastikan nya pada suaminya.


Christian tersenyum, "kau tenang saja, perusahaan yang menopang Abimanyu telah bangkrut, dan semua orang orangnya sudah dipastikan masuk penjara atas kejahatan yang mereka lakukan.


"Aku juga sudah menyuruh Ransi untuk memastikan tidak ada satupun dari mereka yang akan keluar dari penjara sampai 15 tahun ke depan." Jawab Christian tak mampu membuat Loren menjadi tenang.

__ADS_1


Perempuan itu dengan cemas menatap c4hristian dan menggerakkan bibirnya, "jadi maksudnya, kita hanya akan aman selama 15 tahun? Mereka akan bebas setelah 15 tahun dan setelah itu dia bisa melukai kita lagi dan bahkan anak-anak kita?" Tanya Loren dengan tangan yang mencengkeram erat baju suaminya.


Christian berpikir sesaat lalu memeluk Loren dengan erat, "jangan kahwatir, saat itu juga aku akan terus menjaga kalian."


"Kau tahu, tapi aku tetap cemas!!" Kata Loren membalas pelukan suaminya dengan mata terpejam.


Christian tidak menjawab lagi tetapi pria itu ikut memikirkan apa yang dipikirkan istrinya.


'Benar juga, apa sebaiknya aku melenyapkan mereka semua?' Itu lebih aman dari pada mengambil resiko untuk istri dan anak-anakku.' pikir Christian dalam hati.


"Kau mau aku berdamai dengan pria yang telah membunuh kedua orang tuaku? Orang yang telah membuatku menderita selama bertahun-tahun?" Tanya Christian dengan suara yang dingin seolah pria itu tak akan pernah bisa memaafkan Abimanyu.


Melihat suaminya yang tampak buruk, Loren menyesali ucapannya, jadi dia langsung berkata, "Maafkan aku, aku sudah keterlaluan padamu."


Christian mendesah pelan, "Maaf juga,, seharusnya aku tetap mengontrol emosiku agar tidak berbicara seperti itu padamu. Apa kau baik-baik saja?" Tanya Christian.

__ADS_1


Loren mengangguk, "iya, pokoknya aku akan mempercayai apapun yang dilakukan oleh suami ku" kata Loren dengan rasa menyesal karena sudah membuat suaminya teringat akan kematian kedua orang tuanya.


"Terima kasih istri," kata Christian dengan hangat memeluk Loren dan mencium kening perempuan itu dengan lembut.


Keduanya menghabiskan waktu saling mengingatkan satu sama lain hingga menjelang sore hari, mereka memutuskan untuk mengunjungi makam orang tua Christian.


Dengan membawa buket bunga, Loren mengunjungi makam tersebut dan memberi hormat kepada dua orang yang telah berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa.


'Ayah Ibu, kenalkan namaku Loren, istri putra kalian berdua. Aku sangat berterima kasih karena kalian telah melahirkan seorang putra yang begitu baik dan menyayangiku. Aku berjanji akan menjaga anak kalian dengan baik, akan kupastikan dia hidup dengan bahagia.


'Semoga kalian berdua merestui hubungan kami, dan semoga kalian tenang di alam baka.' Ucap Loren dalam hati sembari memegang hio di tangannya.


Sementara Christian yang berada di samping Loren juga memegang hio di tangannya sambil berkata dalam hati, 'Ayah ibu, maafkan aku,,, maaf,, maaf,,,' pria itu tak mampu berkata apapun dan hanya bisa mengatakan maaf dari mulutnya sebab dia benar-benar malu dihadapan ayan dan ibunya.


Karena kesalahannya, dia membiarkan Abimanyu mendapat kesempatan meracuni kedua orang tuanya hingga meninggal.

__ADS_1


__ADS_2