Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 68.


__ADS_3

Pada pagi hari, Loren bangun cepat untuk menyiapkan sarapan suaminya.


Perempuan itu terkejut saat ia tiba di dapur lalu mendapati Gerson sedang sibuk memainkan teflon di atas kompor.


"Kau memasak?" Tanya Loren tak percaya, sebab dia mengenal Gerson sebagai pria yang tak suka mengerjakan pekerjaan di dapur.


"Eh, kau sudah bangun?" Gerson terkejut melihat Loren yang kini berdiri di sampingnya.


"Kau membuat dadar telur?" Tanya Loren melihat makanan di teflon tampak tak meyakinkan.


"Hm!! Ini makanan khas dari kampung temanku. Ketika kami kuliah, ini makanan andalan kami." Ucap Gerson dengan begitu percaya diri.


"Ohh,," Loren hanya mengangguk-angguk tak mau membantah pria itu.


"Duduklah dulu, aku akan memanggilmu untuk sarapan kalau makanannya sudah siap." Ucap Gerson membuat Loren merasa begitu aneh dengan pria di sampingnya.


Mana ada pria itu berbicara begitu lembut padanya, mungkin pernah lembut, tapi ucapannya selalu mengandung makna menusuk, tapi sekarang.....? Sangat aneh!!!


"Kalau begitu, aku akan mempercayakan sarapan padamu," ucap Loren segera berbalik meninggalkan dapur.


"Jangan khawatir!! Aku pasti membuat sarapan terenak yang pernah kalian coba!!" Seru Gerson percaya diri.


Loren tidak mengatakan apapun, perempuan itu hanya berjalan meninggalkan dapur, menuju kamar.


Begitu masuk ke kamar, Loren melihat pria di atas tempat tidur sedang meraba-raba ranjang.

__ADS_1


"Mm?" Christian membuka matanya menatap sisi tempat tidur yang kosong.


"Aku di sini!" Ucap Loren melompat ke tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya di atas perut Christian.


Christian tersenyum bahagia sambil mengusap rambut hitam Loren, "Kapan kau bangun?" Tanya pria itu dengan suara parau.


"Hm,," jawab Loren sambil bergerak mendekatkan wajahnya ke lekuk leher Christian.


Perempuan itu rebah di lekuk leher Christian sambil menikmati kebersamaan mereka.


Christian memeluk perempuan di atas tubuhnya, "Apa kau ingin pergi ke kantor bersamaku?" Tanya Christian.


"Iya," jawab Loren menggosokkan hidungnya di leher Christian.


"Mau mandi sekarang?" Tanya Christian.


"Tidurlah, biar aku yang menyiapkannya," ucap Christian hendak menurunkan Loren dari tubuhnya.


Tapi Loren memeluk erat leher Christian dan kembali menenggelamkan kepalanya di lekuk leher pria itu.


"Nanti saja, aku masih betah di sini," ucap Loren membuat Christian mengukir senyum lebarnya.


Mereka menikmati waktu mereka sampai beberapa menit lalu mandi bersama.


Setelah berganti pakaian, keduanya lalu turun ke ruang makan untuk sarapan bersama.

__ADS_1


"Selamat pagi!!" Gerson dengan senyum cerah di pagi hari langsung menyambut dua orang itu.


"Selamat pagi," jawab Loren sambil melihat masakan Gerson di meja.


'Apakah makanan ini layak di makan?' Loren begitu ragu melihat tampilan makanan yang tampak berantakan.


"Duduklah,, aku sudah membuat sarapan paling spesial untuk kalian." Ucap Gerson penuh percaya diri.


Christian dan Loren tidak mengatakan apa pun, mereka hanya duduk di kursi masing-masing lalu melihat Gerson dengan cekatan mengambil sendok dan piring untuk melayani dua orang itu.


"Silahkan makan," ucap Gerson meletakkan piring di hadapan dua orang di depannya.


Dengan ragu-ragu, Loren mengambil sendoknya lalu mencicipi makanan di piringnya.


"Hm!! Bagaimana bisa rasanya begitu enak?" Loren kebingungan sambil menelan makanan di mulutnya.


"Benar 'kan?? Makanya ku bilang, 'Jangan menilai buku dari sampulnya!'" ucap Gerson tersenyum senang.


Christian melirik Gerson lalu menatap Loren yang sedang menyodorkan sendok berisi makanan padanya.


"Cobalah," ucap Loren.


Christian membuka mulutnya lalu menyuap makanan yang disodorkan Loren.


"Enak?" Tanya Gerson dengan mata berbinar menatap Christian.

__ADS_1


"Hm, lumayan," jawab Christian dengan wajah datarnya.


Sontak saja Gerson tersenyum penuh kebahagiaan, akhirnya Christian mau berbicara dengannya!!!!


__ADS_2