Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 66.


__ADS_3

Tiba di restoran, Loren dengan canggung memasuki restoran, apa lagi saat melihat beberapa pelayan tampak kikuk bertemu dengannya.


'Ada apa dengan mereka?' Loren bertanya-tanya dalam hati sambil memperhatikan penampilannya.


Apakah ada yang salah?


"Ada apa?" Christian akhirnya bertanya saat melihat tingkah istrinya begitu aneh.


"Apa aku terlihat aneh?" Tanya Loren sambil menatap suaminya.


Christian memperhatikan istrinya, penampilan perempuan itu baik-baik saja selain bekas ciumannya yang tertinggal di leher.


Tapi pria itu merasa sangat senang dengan tanda itu, jadi dia tersenyum lalu berkata, "Sepertinya mereka semua iri karena kau terlalu cantik."


Hal itu mebuat Loren tercengang, "Kau yakin tidak ada yang salah denganku?" Tanya perempuan itu sekali lagi memastikan, bagaimanapun, Ini pertama kalinya dia dilirik dengan sangat aneh setelah dia bersama Christian.


"Istriku sempurna!" Ucap Christian kembali merangkul Loren lalu keduanya berjalan ke arah ruangan VIP yang telah mereka pesan.


Meski Loren masih merasa gelisah, tapi perempuan itu berusaha memercayai suaminya.


Jadi dia mengabaikan semua sikap pelayan dan terus berjalan bersama Christian dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Di sini agak ramai, apa kah tidak masalah?" Loren bertanya saat menyadari bahwa hampir seluruh ruangan di tempat itu sedang digunakan.


"Tidak apa," ucap Christian mengusap bahu Loren. Restoran itu berada di bawah naungannya, jadi apa pun yang terjadi di sana kan berada dalam pengawasannya ornag-orangnya.


Mereka akhirnya tiba di ruangan VIP, lalu duduk berdua.


Setelah memesan makanan, keduanya menunggu makanan di siapkan sambil berbincang-bicang tentang pekerjaan.


Sekitar 30 menit, akhirnya para pelayan datang membawa makanan lalu menatanya di atas meja.


"Terima kasih," kata Loren tersenyum senang melihat makanan di atas meja tampak menggugah selera.


Mereka pun mulai makan, tapi setelah beberapa suapan, Loren terkejut melihat sesuatu yang aneh di makanannya.


*Datang ke toilet sendirian! Adikmu di tanganku!*


Loren terpaku melihat tulisan tersebut, perempuan itu langsung menatap suaminya yang sementara memperhatikannya.


"Ada apa? Apakah makanannya tidak enak?" Tanya Christian.


"Eh?" Loren melirik ponselnya yang diletakkan di meja, lalu perempuan itu berkata, "Ya, aku rasa kita harus mengganti makanannya." Ucap Loren.

__ADS_1


Wajah Christian langsung memburuk setelah mendengar ucapan istrinya, pria itu segera mengambil ponsel miliknya lalu melakukan panggilan telpon.


Beberapa saat kemudian, seorang pria yang menggunakan tanda pengenal manager datang menghampiri mereka.


"Tuan," tampak pria itu ketakutan dan tak berani menatap wajah Christian.


"Makanannya tidak enak! Ganti semuanya!! Kalau masih tidak enak lagi, kepalamu akan menjadi gantinya!!" Ucap Christian.


Sang manager langsung gemetaran mendengar ucapan Christian, pria itu mengangguk dengan patuh sembari berkata, "Ba,, baik Tuan."


Manager itu dengan cepat meninggalkan ruangan lalu menyuruh beberapa pelayan untuk membersihkan meja Christian dan Loren.


Setelah meja di bersihkan, Christian menatap istrinya, "Maaf karena kau jadi tidak nyaman. Lain kali aku akan menyiapkan makanan yang sesuai seleramu," ucap Christian dengan wajah bersalahnya.


Loren duduk diam menatap suaminya, 'Kenapa malah dia yang minta maaf? Padahal akulah yang memilih restoran ini.' Loren merasa bersalah dalam hatinya.


Apa lagi mengingat tulisan yang baru saja ia dapat, dia merasa tak bisa menyembunyikannya dari suami polosnya.


@Info.


Mampir di novel otor ya.... yang dibawa ini... udah 40 episode lho.....!!

__ADS_1



__ADS_2