
Kakek Perry sangat senang, "Cepat!! Cepat perlihatkan pada kami semua!!!" Serunya penuh semangat.
Gerson yang melihat Kakeknya hanya bisa mengatup erat giginya lalu mendekat pada Kakeknya.
"Ini Kakek,," Gerson dengan hati-hati menyerahkan ponsel Yohana pada Kakeknya.
Pria tua itu mengambil ponselnya dan melihat foto pada layar ponsel, pria tua itu menggetakkan giginya lalu bertanya, "Siapa pemilik ponsel ini?!"
Gerson menggelengkan kepalanya dengan pelan, "Aku menggeledah seluruh kamar dan menemukan ponsel itu di kamar paman kedua. Tapi ponsel Siapa itu, aku juga tidak tahu." Ucap Gerson sembari melihat ke arah Yohana, dia jelas tahu bahwa ponsel itu pastilah milik Yohana.
Rama yang mendengar ucapan Gerson merasa sangat marah, "Kau!! Beraninya kau menggeledah kamar pamanmu?!! Keponakan tidak sop--"
"Diam!! Sekarang katakan ponsel milik siapa yang menyimpan foto ini?!!" Tanya Kakek Perry.
Vionita begitu takut, jika sampai dia juga terbawa-bawa dalam kasus ini maka dia akan gagal memasuki keluarga Maherson.
__ADS_1
'Daripada aku juga ikut terseret lebih baik ku katakan saja sebenarnya, dengan begini hanya ibu saja yang akan dihukum dan aku akan berpura-pura tidak mengetahui apapun.' pikir Vionita lalu perempuan itu segera menatap kakeknya.
"Itu ponsel ibuku!" Ucap Vionita langsung membuat Yohana yang duduk di sampingnya segera menata putrinya dengan tatapan tak percaya.
Paling tidak jika mereka tidak mengakuinya maka mungkin saja dia masih bisa mengatakan bahwa ponsel itu dia ditemukan di sembarang tempat lalu menyimpannya sesaat di kamarnya.
Tapi Sekarang, putrinya sendirilah yang menjerumuskannya!!
"Apa?!!" Kakek Perry begitu marah sampai ia mengangkat tongkatnya hendak melempar Yohana ketika Gerson menahannya.
Kakek perry menarik kembali tongkatnya lalu dengan nafas tersengal berteriak pada Yohana, "Menantu tidak berguna!! Untuk apa kau menyimpan foto seperti ini di ponselmu?!!"
"A,, ayah,, itu memang ponselku dan aku memang menyimpan foto itu di ponselku tapi bukan berarti bahwa akulah yang menyebarkannya!!" Ucap Yohana membela diri.
Kakek perry berada dalam situasi terjepit, jika mereka tidak menemukan pelakunya maka keluarga Sinaga akan bangkrut tapi jika pelakunya berasal dari keluarga Sinaga maka hal yang sama juga akan terjadi.
__ADS_1
'Sekarang, apa yang harus kulakukan?' Kakek Perry merasa begitu pusing sebab dia tidak tahu keputusan apa yang harus ia ambil.
Saat dikeheningan itulah tiba-tiba seorang pria diseret masuk ke ruang tamu.
Tatapan semua orang tertuju pada pria itu, tidak ada yang mengenali pria itu kecuali Yohana.
Wajah Yohana langsung memucat saat pria itu didorong hingga tersungkur di lantai.
'Bagaimana bisa mereka menemukannya? Bukankah pria itu sudah seharusnya pergi ke luar negeri pada 2 jam yang lalu?' Yohana hampir gila di tempatnya.
Tapi kemudian dia terkejut ketika sebuah tangan terulur memegang tangannya, ia menoleh pada putrinya yang kini menenangkannya.
Vionita menghela nafas selalu berbisik di telinga ibunya, "Aku harap Ibu tidak menyeretku dalam masalah ini supaya nanti aku masih bisa masuk ke keluarga Maherson. Saat itulah meskipun Ibu sudah diusir dari kediaman Sinaga tapi aku akan menggunakan kekuatan keluarga Maherson untuk membawa Ibu kembali ke rumah ini. Ibu mengerti?"
Yohana langsung menghempaskan tangan putrinya, sekarang pun putrinya hendak berpaling dari sisinya.
__ADS_1
Padahal, alasan dia melakukan semua ini adalah untuk keluarganya, terutama untuk melindungi putrinya. Tapi sekarang....?