Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
#219. Menyebut nama Loren


__ADS_3

Tiba di bar, Vionita mendapati Bian dalam keadaan kacau dimana pria itu terbaring di kursi dengan tubuh yang lemas sembari meracau tak jelas.


"Nona, tagihan untuk pria ini senilai 10 juta rupiah, dan--'"


"Bayar dengan ini," kata Vionita mengeluarkan kartu dari dompetnya lalu memberikan pada pria yang berbicara dengannya.


"Ah baik," jawab pria itu lalu membawa kartu Vionita untuk membayar tagihan Bian.


Setelah pria itu kembali, Vionita meminta tolong pada mereka untuk membawa Bian ke mobil milik Vionita.


"Kak Bian?" Vionita bertanya pada Bian ketika dia sedang menyetir mobil dan melihat pria didepannya sesekali menghembuskan nafas sembari memijat keningnya yang mungkin terasa sakit.


Vionita menggertak, 'Hah,, sial!!! Ini kedua kalinya aku melihat Bian mabuk begitu berat, yang pertama ketika Loren menghilang di luar negeri, sekarang masih kejadian yang sama yaitu berhubungan dengan Loren!!


'Perempuan itu,, dia benar-benar tidak bisa berhenti menghantui kepala Kak Bian!!' Ucap Vionita dalam hati, ia merasa sangat kesal dengan kenyataan yang ia hadapi.


Selalu Loren lah yang bisa membuat Bian berada pada posisi yang sangat lemah!!

__ADS_1


Kapan dirinya sepenuhnya bisa menggantikan posisi Loren di hati Bian??


Terus mengendara, Vionita tak berhenti menyalahkan Loren di hatinya hingga mereka tiba di apartemen.


"Kak Bian,, ayo keluar," ucap Vionita membantu Bian keluar dari mobil dan menyangga pria itu memasuki lift.


"Ng!!" Bian menggerutu saat dirinya hampir terjatuh namun ditarik lagi oleh Vionita.


"Kak Bian, jangan duduk di lantai, itu sangat kotor," kata Vionita kembali menarik Bian dan menahan pria itu hingga lift terbuka.


Vionita kembali bersusah payah menyeret Bian ke dalam apartemen lalu membaringkan pria itu di atas ranjang.


"Kemari!!" Tiba-tiba ucap Bian menarik Vionita hingga perempuan itu jatuh di atas tubuh Bian.


Tatapan mereka bertemu, dan Vionita bisa melihat tatapan kagum dan cinta di mata Bian yang ditujukan padanya.


Sekejap Vionita merasa sangat senang, jadi perempuan itu menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman hangat di bibir Bian.

__ADS_1


"Aku mencintai Kak Bian!!" Ucapnya tersenyum.


"Aku juga,,, mencintaimu," kata Bian mengulurkan tangannya ke belakang kepala Vionita lalu menekan kepala perempuan itu hingga mereka kembali berciuman.


Vionita merasa diterbangkan ke atas awan-awan dengan sikap dan ucapan yang baru saja keluar dari bibir Bian.


Perempuan itu dengan semangat melepaskan pakaian Bian dan juga pakaiannya hingga mereka sama-sama polos di atas ranjang.


"Ah,, Kak Bian!!" Vionita merintih keenakan saat pertahannya tertembus benda keras yang sudah ia rasakan selama beberapa tahun terakhir.


"Uhg.. ugh..ughh...." Merasakan tubuhnya terombang-ambing dalam kenikmatan, Vionita menggelengkan kepalanya kesana kemari sembari memeluk pria di atasnya.


"Loren,, akhh!!!" Tiba-tiba suara Bian mengejutkan perempuan yang sedang dilanda kebahagiaan.


Vionita yang menikmati permainan mereka langsung membeku membiarkan Bian bergerak diatasnya setelah mendengar nama Loren keluar dari bibir Bian.


"Kak Bian?" Ucapnya dengan wajah pucat.

__ADS_1


"Ya Loren,, cup!" Jawaban mendaratkan sebuah ciuman di bibir wanita sembari terus menggerakkan tubuhnya diatas perempuan itu.


Kenikmatan yang awalnya dirasakan oleh Vionita berubah menjadi rasa sakit dan tidak bisa lagi menikmati permainan mereka, Bian baru saja meyebutnya sebagai Loren!!!


__ADS_2