
Jam makan siang akhirnya selesai, semua tim desain kembali berkumpul di ruang kerja mereka, kecuali Loren.
"Hah... Apa kalian yakin kalau Kak Loren benar-benar akan kembali dan mendisiplinkan kita?" Tiba-tiba mereka memulai pembicaraan.
"Aku sih tidak peduli, aku hanya berharap supaya LC cepat-cepat bangkrut agar aku bisa bergabung dengan Kak Vionita!!" Kata Mia kembali membenamkan kepalanya di atas meja, dia bersiap untuk tidur.
Tetapi, dia baru akan memejamkan matanya saat pintu terbuka dengan keras lalu ditutup dengan keras juga.
Semua orang akhirnya menoleh ke arah pintu mendapati Loren memasuki ruangan mereka dengan langkah yang percaya diri berjalan kemejanya.
Ia melihat mejanya kosong, tidak ada satu pun surat pengunduran diri.
Brak!!
Loren langsung menggebrak mejanya lalu menatap semua orang yang kini melihat ke arahnya.
Detik berikutnya Loren tersenyum "Aku melihat tidak ada satupun yang mengajukan surat pengunduran diri. Sepertinya kalian sudah siap menerima pelajaran dariku!" Ucap Loren dengan suara di tekan.
"Mereka siap didisiplinkan," kata Gio ikut tersenyum melihat semua perempuan yang terkejut dengan sikap Loren yang baru saja mereka saksikan.
Perempuan lugu penuh kelembutan berubah menjadi sosok wanita yang menakutkan dan menggertak.
Loren langsung mengambil berkas yang ditandatangani Elman lalu membagikannya pada semua orang.
"Silakan baca berkas-berkas itu dan selesaikan pekerjaan untuk masing-masing orang. Itu harus selesai hari ini, jadi siapapun yang tidak menyelesaikannya akan dipecat dan dikenakan sanksi karena telah melanggar kontrak yang setelah kalian tandatangani." Ucap Loren dengan senyum merekah di bibirnya.
Semua orang mengambil berkas masing-masing.
"Apa ini?? Pergi mengumpulkan semua sampel jenis kain yang ada di pasar?" Ucap Rika tak percaya.
"Ya,, ini salah satu pelajaran untuk seorang designer, mengetahui jenis-jenis kain agar bisa mengaplikasikannya pada desain yang kita buat. Disitu terdapat tanda tangan Tuan Elman, dia sendiri yang akan memastikan kalau kalian mengerjakan pekerjaan ini dengan benar atau tidak." Ucap Loren sembari terus tersenyum menampakan 2 lesung pipinya membuat semua orang yang ada di depannya menjadi kesal dalam hati.
Jelas-jelas pelajaran seperti ini sudah mereka kuasai di bangku kuliah, tapi sekarang malah orang yang tidak kuliah yang memerintah mereka melakukannya lagi!!!
__ADS_1
"Tapi, mengapa hanya Gio yang tidak mendapatkan tugasnya?" Tanya Mia yang merasa bahwa dia telah dianak-emaskan oleh Loren.
"Jadi sebenarnya, di ruang meeting tadi semua orang sudah sepakat untuk memecat kalian berlima karena kalian tidak akan memasukkan satu pun desain.
"Tetapi aku kemudian berusaha mencari cara agar tidak dipecat. Jadi,, tolong mengerti, hargai aku yang masih membela kalian di depan CEO. Sekarang, kalian masih punya beberapa jam, jadi cepat pergi kerjakan tugas kalian!!" Kata Loren sembari memukul meja mengagetkan kelima perempuan yang masih duduk di kursi mereka masing-masing.
Karena terlalu terkejut dengan perubahan Loren yang tiba-tiba, semua orang masih terpaku di tempatnya sembari menenangkan diri mereka.
Hal itu membuat Loren kembali membuka mulutnya "Jangan bersikap malas di depanku lagi, sampai hari ini kalian digaji oleh perusahaan ini! Jadi cepat pergi dan kerjakan tugas kalian!" Bentak Loren dengan suara yang tajam langsung membuat kelima perempuan itu berdiri meninggalkan kursi mereka, semuanya berlarian keluar ruangan.
Begitu kelima perempuan itu menghilang, Loren langsung lemas di kursinya dan bersandar memejamkan matanya.
Gio yang melihat Loren langsung tersenyum dan berkata "Kak Loren benar-benar menakutkan kalau sedang marah," ucapnya terkekeh.
"Tapi ini berhasil," ucap Loren masih setia memejamkan matanya 'Apakah aku sudah mirip dengan Christian? Pria itu pasti akan menyanjungku seandainya dia melihat bagaimana caranya aku hari ini.' pikir Loren tersenyum.
Senyum Loren yang tak biasa langsung bisa membuat Gio menebak bahwa perempuan itu kembali teringat akan seorang bernama tuanku.
'Dasar pria beruntung!' pikir Gio.
Di depan kantor LC.
"Aku benar-benar tidak percaya ini,, Bagaimana Kak Loren benar-benar bisa bersikap seperti tadi?" Megi tiba-tiba menghentikan langkahnya diikuti 4 perempuan yang ada di belakangnya.
"Ternyata Kak Loren yang lembut benar-benar menakutkan ketika dia marah,,, tapi ini sangat keterlaluan, ini adalah pelajaran dasar di bangku kuliah!!!" Ucap Rika memperhatikan berkas di tangannya.
"Aku rasa Kak Loren tidak salah. Lagi pula sudah tiga hari kita bersikap malas-malasan. Sudah saatnya kita mendapat pelajaran atas hal yang kita lakukan, dan memang benar yang dikatakan Kak Loren kalau kita semua masih tetap digaji oleh perusahaan meski sekarang perusahaan dalam kondisi sekarat." Ucap Siren menghela nafas.
"Benar,, Nona Loren hanya berusaha mendisiplinkan kita. Tapi aku harap apa yang dilakukan Nona Loren tidak berakhir sia-sia, jangan sampai LC benar-benar tutup, atau perjuanganku hari ini akan sia-sia!!" Kata Mentari lalu perempuan itu berjalan ke mobilnya diikuti Siren.
"Hah,, mereka berdua terlalu cepat berubah pikiran." Ucap Megi melihat dua perempuan yang telah mengendarai mobil mereka keluar dari kantor LC dengan wajah bersemangat.
Akhirnya mereka semua mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, ketika sore hari menjelang jam pulang, mereka kembali ke kantor. Didapatinya Loren dan Gio sudah tidak ada di kantor, tetapi sebuah catatan diletakkan di meja mereka masing-masing.
__ADS_1
"Lembur lagi?!!!" Kelima perempuan itu serentak berteriak saat melihat di catatan itu mereka disuruh melakukan pekerjaan tambahan, memeriksa tumpukan desain yang berantakan lalu ke mengelompokkannya sesuai tema yang telah ditetapkan Loren di kertas masing-masing.
"Astaga!!!" Megi merasa seluruh tubuhnya akan pingsan, selama seharian dia sudah mengelilingi ibukota demi mendapatkan semua sampai kain dari setiap toko.
Dia sudah kelelahan menyusuri jalanan panjang...
Dan sekarang???
Lembur lagi?!!
Semua orang tidak punya pilihan Jadi mereka lembur di kantor sampai jam 10 malam sebelum kembali ke rumah mereka dengan lelah.
Keesokan harinya, Loren tiba pagi-pagi sekali di ruangan tim desain dan melihat pekerjaan semalam yang ia tinggalkan sudah dibereskan oleh semua orang.
"Bagus,," ucap Loren.
"Wah,, entah jam berapa mereka pulang kemarin malam." Kata Gio Saat memasuki ruangan dan melihat desain yang berantakan sudah terkumpul dengan baik.
"Bantu aku memanggil petugas kebersihan." Ucap Loren pada Gio langsung disambut anggukan Gio lalu pria itu keluar dari ruangan tim desain.
Beberapa saat kemudian dua petugas kebersihan memasuki ruangan tindasan.
"Tolong buang berkas-berkas itu ke tempat sampah. Kalau ada yang menanyakan nya, katakan saja bahwa berkas berkas itu berhamburan di lantai Jadi kalian menyapunya dan membuangnya ke tempat sampah." Perintah Loren pada dua petugas kebersihan mengejutkan Gio hingga melebarkan matanya.
Ternyata Loren yang lugu dan polos juga bisa bersikap jahil seperti ini!!!
"Baik, kami mengerti," jawab salah satu dari petugas kebersihan itu lalu Loren memberikan dua kota makanan pada dua petugas bersihan itu.
"Sarapan untuk kalian," katanya.
"Terima kasih Nona," petugas kebersihan yang merupakan wanita paruh baya menerima dua kotak itu dengan wajah berseri.
Setelahnya mereka membereskan seluruh berkas berkas yang diminta oleh Loren, di petugas itu lalu meninggalkan ruangan tim desain.
__ADS_1
'Astaga,, kelima perempuan itu benar-benar akan mengamuk seandainya mengetahui bahwa Kak Loren sengaja mengerjai mereka!!!' pikir Gio dalam hati.