
Dokter Annisa dan beberapa perawat berlari tergesa-gesa ke ruangan VIP di mana Loren berada.
Perempuan itu langsung membuka pintu dengan cepat dan melihat Loren yang sedang merintih kesakitan.
"Dok,,, Saya mau buang air besar,, tapi ini terlalu sakit, Tidak seperti biasanya!!!" Ucap Loren dengan sedikit keringat di keningnya.
"Ahh itu, bukan mau buang air besar tapi itu adalah gejala yang akan melahirkan!!!" Kata Sang dokter langsung memeriksa Loren dan membantu perempuan itu melepas celananya.
"Tapi, dok,, Saya sudah bilang berapa kali kalau saya tidak hamil!!" Tegas Loren sembari menggertakan giginya Karena rasa sakit yang terlalu hebat.
Para suster sudah menutup tirai, dan sebenarnya Christian sangat ingin masuk dan menemani perempuan itu saat Loren melahirkan, tetapi dia takut kalau Loren tidak mengizinkannya.
Perempuan itu masih berpikir bahwa dia adalah orang asing, dan pastilah Loren akan merasa begitu malau saat dia melihat keadaan perempuan itu.
Jadi Christian hanya berdiri di luar tirai sembari bolak-balik dengan rasa gugupnya.
"Kalau Nona merasa ada dorongan yang kuat ke bawah panggul Nona, maka Nona harus mengejan sekuat tenaga!" Kata Sang dokter langsung dianguki oleh Loren.
Sebab, meski dia merasa bahwa dirinya tidak hamil, namun dia selalu percaya bahwa dokter akan memberikan penanganan yang terbaik untuknya.
__ADS_1
Maka ketika rasa itu datang Loren langsung menggertakan giginya dan memejamkan matanya, ia mengumpulkan semua tenaganya mendorong sesuatu yang hendak keluar seperti ketika dia hendak buang air besar.
"Ngggg!!!!" Rintihan Loren membuat Christian sangat cemas dan pria itu terlihat begitu panik bahkan keringat memenuhi keningnya.
Mentari yang melihat itu merasa nafasnya tersengal mendengar bagaimana Loren benar-benar kesulitan untuk melahirkan.
Maka tanpa sengaja Dia memegang lengan Gerson dengan erat sembari mengatur rasa paniknya.
"Dorong lagi! Sedikit lagi!" Terdengar suara seorang dokter memberi kode pada Loren.
"Nggggg!!!!!"
Pria itu langsung membuka tirai dan melihat istrinya yang kelelahan, sementara bayi kecil mereka telah lahir dan berada di tangan dokter.
"Bayinya laki-laki," kata Sang dokter langsung menyerahkan bayi itu pada suster agar suster itu langsung membersihkan tubuh bayi.
Sementara dokter kembali melihat keadaan Loren,, "ada robek sedikit, saya akan menjahitnya, Nona tahan sebentar," ucap sang dokter mengambil jarum suntik dari tangan suster.
Sementara Christian, pria itu langsung menyekah keringat Loren sambil berkata, "kau baik-baik saja?"
__ADS_1
Loren menganggukkan kepalanya, lalu perempuan itu menangis sejadi-jadinya sembari mengulurkan tangannya memeluk Christian dengan erat.
"Hiks,,,!! Hiks,,,,,!!! Hiks,,,,!!!!" Perempuan itu menangis dengan keras membuat semua orang terkejut.
Bahkan mentari yang tadinya sudah merasa senang dengan kelahiran bayi, ia kini merasakan kepalanya berputar dan perempuan itu langsung jatuh pingsan.
Kata-kata dokter tentang sesuatu yang harus dijahit itu langsung membuatnya berpikir bahwa Loren sedang menahan rasa sakit yang begitu keras setelah melahirkan.
"Astaga,, Kenapa dia pingsan?" Ucap Gerson yang menimang tubuh Mentari lalu pria itu membawa Mentari ke ranjang yang terletak di sebelah ranjang Loren.
Ranjang itu biasanya digunakan untuk orang yang menunggui pasien, jadi dia membaringkannya di sana dan menyelimutinya.
Setelah itu Gerson langsung berjalan ke arah bayi yang telah dibaringkan oleh sang suster.
"Keponakan,,," ucap pria itu merasa amat senang sembari mengulurkan jarinya menyentuh pipi gembul bayi kecil yang kulitnya masih berwarna merah.
Sementara di dalam tirai, Loren tak berhenti menangis, perempuan itu menangis sejadi-jadinya sembari memeluk suaminya dengan erat.
Dokter yang melihat itu hanya bisa menghela nafas, tetapi dia tidak memberikan komentar apapun dan hanya melanjutkan tugasnya saja.
__ADS_1
Sementara Christian, pria itu merasakan jantungnya terus berpacu dengan kencang, 'istriku memelukku!! Apakah itu artinya dia sudah kembali mengingatku?' ucap pria itu dalam hati.