Gadis Kecil Milik CEO

Gadis Kecil Milik CEO
S2. 61.


__ADS_3

"Ingat alasan aku merahasiakan pernikahan kita?"Tanya Christian pada Loren sambil membocorkan dalam perempuan itu. 


"Oh, karena,,, Abimanyu?"Tanya Loren sambil mengerutkan keningnya. 


"Hm, Abimanyu. Jadi mulai sekarang, jadi mulai sekarang kita tidak bebas bertemu. Aku juga sudah mengatur agar kau tinggal di apartemen mu."Ucap Christian kembali memeluk erat Loren.


"Apa?! Tapi kenapa?"Tanya Loren tak berdaya. 


"Supaya dia tidak bekerja lagi, agar kau juga bekerja bebas. Jadi beberapa waktu jangan datang ke kantorku. Kau juga harus pulang ke apartemen mu dan...." Christian menghela nafas, "Tidur sendiri."Ucap Christian merasa tak rela. 


Loren terdiam mendengar ucapan suaminya, tidur sendiri? 


Perempuan itu langsung menggertakan pelukannya pada suaminya, dia tak bisa berkata apa pun karena merasa bahwa berpisah dengan suaminya akan membuat tersiksa. 


Christian bisa merasakan perasaan gelisah Loren, jadi pria itui puncak kepala Loren. 


"Jangan khawatir, hanya beberapa hari sampai aku selesai mempersiapkan apartemen baru untukmu."Ucap Christian mengusap rambut istrinya. 


Tetapi pria itu terkejut saat merasakan dada Loren nanik turun dengan cepat, bahkan dia merasa basah pada kecepatan. 


"Sayang?"Christian langsung mendukung memegang pipi Loren.

__ADS_1


Dia bisa merasakan air mata menggenangi pipi istrinya, jadi pria itu kembali merasa bersalah, "Maaf, maaf," ucap Christian merasa bersalah. 


"Apakah tidak ada jalan keluar lain?"Tanya Loren sambil mendongak dengan wajah penuh air mata. 


Dia merasa bahwa dirinya tak sanggup jauh-jauh dari suaminya, dan emosinya tak bisa ia bendung untuk tidak membuat menangis. 


Christian memproduksi menyeka air mata Loren, "Ada, tapi aku tidak akan memilih jalan itu."Ucap Christian. 


"Memangnya kenapa?"Tanya Loren mengedipkan matanya ke air mata kembali runtuh ke pipinya. 


"Kalau kau terus di sisiku, karirmu tidak akan bis--"


"Aku tidak peduli karirku!! Aku hanya ingin dengan suamiku selamanya!!"Ucap Loren mengejutkan Christian. 


Tapi siapa yang mengirah kalau ternyata dirinya lebih berharga dari pada karir Loren sendiri. 


Fakta itu membuat Christian merasa ingin meledak.Jadi dia kembali memeluk erat istrinya, "Kau yakin dengan pilhanmu?"Tanya Kristen. 


Loren mengangguk, "Hm, kenapa aku harus mempertahankan sesuatu yang malah menjauh dari suamiku??"Tanya Loren sambil mengeratkan pelukannya pada Christian. 


"Tapi kalau kau memilih jalan itu, maka kau tidak akan bebas keluar rumah, kau mungkin tidak bisa jalan-jalan bersama temanmu, bahkan untuk berbelanja dan--"

__ADS_1


"Aku tidak peduli!!"Tegas Loren yang lebih peduli pada kebersamaannya dengan suaminya dari apa pun. 


Selama ini mengejar karir agar bersinar untuk layak mendampingi Christian, tapi apakah tujuan tercapai jika akhirnya mereka harus berpisah hanya demi karir. 


"Baiklah, aku akan melihatnya."Ucap Christian kembali melacak air mata Loren. 


"Aku tidak bisa berpisah dengan suamiku," ucap Loren dengan suara manja. 


"Aku juga," jawab Christian merasa menyesal dengan keputusan yang hampir saja ia ambil.Keputusan yang melukai istrinya. 


"Tapi, kenapa pria itu bisa tahu kalau aku dan kau ada hubungan?"Tanya Loren merasa aneh. 


"Entahlah, tapi klien yang aku temui tadi pagi adalah pria yang berniat mencelakaimu."Ucap Christian langsung menyadarkan Loren. 


Pantas saja pakaian pria itu sangat aneh, bahkan pria itu juga ingin membuat pernikahannya, yang penting Loren yang mendesain mereka. 


Tapi ternyata, dibalik semua itu, pria itu sedang menyusun sebuah rencana.


"Lalu pria itu... Dia ada di dekatmu, apakah dia berniat melukaimu?"Tanya Loren merasa cemas pada suaminya. 


"Dia tidak akan mampu. Dia mengincarmu, karena dia tahu kalau kau adalah kelemahanku," ucap Christian langsung membuat Loren tercengang. 

__ADS_1


'Aku adalah kelemahan suamiku?'Loren merasa kalut dalam hati. 


Dia senang karena dia begitu berharga untuk suaminya, tapi dia juga sedih karena dia membuat suaminya kerepotan harus melindunginya


__ADS_2