
"Aku tidak perduli, kekasihku sudah melanggar janjinya untuk tidak pernah bersentuhan dengan pria lain!!" Ucap Christian terus memeluk erat Loren sehingga membuat Loren merasa sesak dalam pelukan pria itu.
Tetapi, Loren sama sekali tidak mengeluh dan hanya membiarkan Christian, lagipula ini memang salahnya, dia sudah berjanji pada pria itu tetapi dia sendiri yang menarik Gio ke tempat yang sepi dan membiarkan mereka hanya berduaan saja.
"Maaf, lain kali tidak akan lagi." Ucap Loren merasa bersalah.
"Lalu jika kau melanggar janjimu, apa yang akan kulakukan?" Tanya Christian.
"Tuan boleh melakukan apapun yang Tuan mau." Ucap Loren dengan nafas tersengal sebab Dia sudah merasa sangat sesak karena pelukan erat Christian.
Diluar dugaannya, Christian langsung melonggarkan pelukannya setelah mendengar ucapan Loren, pria itu berpindah menahan pinggang Loren dan tangan yang lainnya menahan dagu Loren.
Christian lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Loren dan mengecup bibir Loren "Kalau ada orang seorang pria yang menyentuh dengan tangannya, aku akan memotong tangannya kalau dia menyentuhmu dengan kakinya, aku akan memotong kakinya.
"Kalau dia berani menatapmu dengan tatapan menginginkan,, aku akan mencongkel matanya. Dan jika dia berani merayumu,, lidahnya akan ku potong dengan besi panas." Ucap Christian membuat Loren menahan nafasnya.
Apakah pria didepannya ini berbicara dengan sungguh-sungguh?
Apakah Christian berpikir bahwa manusia adalah ayam potong yang bisa sesukanya di belah dengan pisau???
"Tu,, tuan,," Loren akhirnya bisa mengeluarkan suaranya, "Bukankah itu terlalu kejam?" Tanyanya sambil menahan nafas.
__ADS_1
"Kejam? Bukan kah kau bilang aku bisa melakukan apa pun? Kau mau mengingkari janji? Ini bahkan belum 1 menit." Kata Christian menatap tajam kekasihnya.
Seharusnya dia tidak boleh menakuti Loren, tetapi kecemburuan telah menguasainya hingga ke tingkat yang tidak bisa lagi di hentikan!!!
Beraninya seorang bawahannya memegang tangan kekasihnya!!!
Memangnya pria itu pikir dia lebih baik dalam hal apa jika dibandingkan dengannya?!!
"Oh,, i,, iya,, tuan benar," jawab Loren kini tak bisa menyangkal.
"Jadi sudah di putuskan." Ucap Christian kembali memegang tangan Loren yang tadi dipegang oleh Gio lalu menciumnya bekas kemerahan di tangan putih itu.
"Aku tidak suka seorang pria meninggalkan bekas di tubuh kekasihku." Kata Christian terus menciumi tangan Loren membuat Loren merasa geli sendiri akan sikap kekasihnya yang terlalu diluar dugaannya!!!
"Ini peringatan terakhir, aku tidak suka kekasihku disentuh orang lain!!" Ucap Christian.
Loren tersenyum menampakan 2 lesung pipinya lalu kembali memeluk Christian "Baik, Tuan kekasih saya,," ucap Loren.
"Baguslah kalau kamu sudah tahu. Sekarang, ayo kita kembali ke mansion," kata Christian merangkul Loren meninggalkan tangga darurat.
"Tapi Tuan,, Bagaimana cara kita meninggalkan tempat ini? Di bawah sudah dikepung oleh wartawan, jadi--"
__ADS_1
"Ssstt,,, Apa kau lupa siapa kekasihmu?" Christian tersenyum penuh arti sembari merangkul Loren memasuki lift lalu menekan tombol paling atas membuat Loren kebingungan menatap pria itu.
Mengapa mereka ke atap?
Apakah kekasihnya adalah seorang dewa yang bisa membuat mereka melakukan teleportasi dari atap perusahaan ke mobil mereka yang berada di lahan parkir perusahaan?
Mustahil!!!
Loren tak mengatakan apapun lagi dan hanya berdiri bersandar di dada bidang Christian menunggu lift tiba di tempat tujuannya.
Perempuan itu sangat terkejut melihat sebuah helikopter sudah menunggu mereka, Loren bahkan hampir terjatuh ketika ia berjalan mendekati helikopter dan angin yang dihembuskan helikopter terlalu kencang, untungnya Christian dengan siaga menahannya lalu pria itu membawa Loren ke gendongannya dan berlari ke helikopter.
"Tuan!! Kita akan terbang?!" Loren bertanya dengan perasaan kagum nya ketika mereka sudah berada di helikopter.
Ini pertama kalinya dia menaiki helikopter!!
"Tentu saja!!" Jawab Christian penuh senyum.
Akhirnya helikopter itu perlahan-lahan mulai perangkat membawa beberapa orang yang berada di dalam helikopter.
Sementara itu, di lantai bawah Gio belum meninggalkan gedung, pria itu masih berjaga di sana untuk menunggu para wartawan meninggalkan tempat itu supaya nanti bisa menghubungi Loren untuk memberitahu kalau keadaan sudah aman.
__ADS_1
'Aku tidak boleh membiarkan Kak Loren menderita sendirian.' pikirnya.